
Kemudian ia mengalihkan pandangannya pada Du Lian, tepat ketika itu Du Lian juga sedang menatapnya membuat mereka berdua saling tatap satu sama lain. Bola mata Zhen Yuan melebar ketika melihat Du Lian, ia mengenali gadis itu karena pernah menolongnya.
“Kau tetua muda Du Lian dari sekte Manusia Iblis kan?” seru Zhen Yuan.
Du Lian terkejut ketika mengetahui Zhen Yuan mengenalinya, tapi ia segera mengangguk membenarkan identitasnya. “Tapi saat ini saya bukan lagi anggota sekte Manusia Iblis”
“Yah itu wajar bagimu untuk pindah lagipula sekte Serangga Beracun sedikit dapat diandalkan daripada mereka” ucap Zhen Yuan. Guru Xi segera menyenggol Zhen Yuan, “Kau tidak boleh berkata seperti itu! Sekte Manusia Iblis adalah salah satu dari beberapa sekte yang telah kami kembangkan. Terlebih, sekte Manusia Iblis sedikit istimewa karena Putra bungsu patriark adalah pemimpin sekte Manusia Iblis saat ini” bisiknya.
Zhen Yuan salah tingkah, ia melirik patriark Duchong yang terlihat dongkol mendengar ucapan Zhen Yuan. “Guru Xi, anda sebelumnya tidak mengatakan hal sepenting ini!” Zhen Yuan sedikit menyalahkan guru Xi.
Awalnya Zhen Yuan bingung dengan kehadiran Du Lian, tapi setelah mendengar sekte Manusia Iblis adalah bawahan dari sekte Serangga Beracun, kehadiran Du Lian menjadi lebih normal. Apalagi bakat Du Lian juga sangat tinggi ditambah dengan bakat bawaannya berupa Tubuh Racun Lotus membuatnya sangat berpotensi menjadi kultivator racun yang hebat dimasa depan. Sekte Serangga Beracun pasti akan mengambil Du Lian.
“Kau yang tidak bertanya” Guru Xi mengangkat bahu, tidak ingin disalahkan.
Zhen Yuan menepuk jidatnya sebelum mecoba berbicara pada Patriark Duchong, tapi sebelum itu terjadi, Du Lian segera berlari dan menarik tangan Zhen Yuan. Tidak berlama- lama, ia menarik Zhen Yuan menuju lingkaran altar yang ada di tengah.
“Guru, kami akan kembali” ucap Du Lian yang kemudian mengerahkan sebuah teknik dimana energinya membentuk lima tangan yang keluar dari tubuhnya lalu menyentuh masing- masing pilar secara bersamaan.
Tidak berselang lama, sebuah cahaya berwarna kehijauan muncul dan menyelimuti keduanya membawa Zhen Yuan dan Du Lian menghilang dari sana. Guru Xi dan Patriark Duchong baru tersadar ketika keduanya telah menghilang.
Zhen Yuan sangat bingung dengan tindakan Du Lian, tapi ia tidak berusaha untuk menolak sampai ketika energi hijau menyelimuti tubuhnya ia merasakan lonjakan energi ruang dan waktu memasuki tubuhnya atau secara singkat mengendalikan tubuhnya.
Tidak sampai sepersekian detik, ia telah menghilang dari sana dengan pandangannya yang berubah menjadi buram dan kepalanya terasa sangat sakit. Untungnya itu hanya berlangsung sesaat sebelum keduanya kembali muncul.
“Awwh!” sebuah jeritan kesakitan terdengar membuat Zhen Yuan ingat bahwa ia tidak sendiri. Ia menoleh mendapati Du Lian masih meringis kesakitan memegangi kepalanya.
Zhen Yuan segera memberikan pill cedera untuk Du Lian dan meminumkannya. Setelah lima menit, Du Lian merasakan kepalanya telah mendingan, ia kemudian berdiri dibantu oleh Zhen Yuan.
“Terimakasih!” ucap Du Lian sambil menunduk seolah mencoba menyembunyikan wajahnya dari Zhen Yuan.
“Ah itu tidak perlu, lagipula tugas saya hanya menjagamu disini” ucap Zhen Yuan.
“Terimakasih juga karena telah menolongku waktu itu!” ucap Du Lian sekali lagi.
Zhen Yuan mengerutkan keningnya, bingung. Du Lian kemudian berbicara sekali lagi. “Saya tahu bahwa bukan master Hayang yang menyembuhkan saya ketika terluka di turnamen tetua muda tapi anda”
Mendengar hal itu Zhen Yuan tertawa kecil, “Itu hanya bantuan kecil, kau tidak usah pikirkan. Lagi, karena kita terlihat seumuran jadi kau tidak usah terlalu formal denganku” kata Zhen Yuan sambil memberikan pill penawar racun.
Du Lian mengangguk tipis sambil menerima pemberian pill penawar racun milik Zhen Yuan.
“Sekarang kita akan berpencar dan mencari berbagai keberuntungan yang ada di alam kecil ini. Saya tahu kau juga memiliki tujuan lain memasuki alam ini begitupula denganku, sebab itu tetap bersama akan menghambat kita berdua.” usul Zhen Yuan.
Du Lian mengangguk, ia berpesan agar Zhen Yuan berhati- hati. Meski alam kecil ini merupakan peninggalan dari sekte Serangga Beracun namun tidak menutup kemungkinan bangsa serangga yang menguasai alam ini tidak menyukai kehadiran mereka.
“Kau tidak usah mengkhawatirkan diriku, lagipula racun- racun dari serangga itu tidak akan membahayakan saya. Lebih baik khawatirkan dirimu sendiri, meski racun lotus mampu membunuh kultivator jiwa sekalipun tapi dihadapan hewan beracun, mereka tidak akan terlalu mematikan” Zhen Yuan balik mengingatkan.