To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Turun Tangan



Bola berduri milik tetua bertabrakan dengan pedang sang iblis. Secara mengejutkan bola itu segera terhempat kearah tetua yang mengendalikannya.


“Sial!” Tetua kedua melompat menghindari pantulan bolanya. Namun tepat ketika itu, ia dapat merasakan sebuah pukulan yang sangat keras menghantam dadanya.


“Arrgh!” tetua kedua menjadi pucat ketika melihat iblis itu berhasil mendaratkan tinjunya membuat tetua memuntahkan seteguk darah. Ia terluka.


Tetua Huang tidak diam saja melihat rekannya terluka, ia mengambil ancang- ancang siap menyerang. Dari tangannya muncul belasan bilah angin yang tajam, “Matilah!”


Dengan kekuatan penuhnya, tetua Huang membuat bilah angin itu berubah menjadi belasan serangan yang super kuat mengarah pada iblis tersebut. Kali ini iblis itu dapat merasakan bahaya di dalam serangan Huang Gu membuatnya tidak lagi bersikap santai.


Ia melepaskan jubahnya memperlihatkan bentuknya sebagai iblis pemakan Bayi. Tetua Huang dan yang lainnya kecuali Zhen Yuan terkejut melihat bentuk asli sosok yang ingin membunuh mereka.


Segera Huang Gu dan dua tetua lainnya tahu bahwa itu adalah sosok Iblis Pemakan Bayi. Mereka segera berubah menjadi sangat serius ketika lawannya menggunakan kekuatan penuh untuk menghancurkan belasan serangan Huang Gu.


Huang Gu ditetapkan sebagai tetua tetap pertama karena ia menjadi tetua tetap terkuat diseluruh istana Pusat. Bahkan tetua kedua dan ketiga tidak dapat mengalahkannya jika mereka bergabung.


Namun iblis itu dapat membuat serangan Huang Gu musnah tanpa jejak, membuat ketiganya gelisah. Pada saat yang sama tetua kedua telah kembali dan memimum dua pill cedera Emas untuk menyembuhkan lukanya.


“Saya telah mengirimkan pesan pada master Dan Jian. Kita harus menahan iblis ini untuk sementara waktu sambil mencari tahu mengapa ia ada di wilayah pusat!” tetua Huang berkata.


Dua tetua lainnya mengangguk, mereka berdiri di belakang tetua Huang. Yang lainnya hanya bisa menonton sementara tetua Sazi dan Patriark Yiqian yang sama- sama memiliki kultivasi lapisan 9 bersiap ikut dalam pertarungan. Dengan begini pertarungan berubah menjadi satu lawan lima orang.


“Saya tidak berharap kau adalah iblis Pemakan Bayi. Sepertinya bangsa Iblis mulai bergerak dan tidak lagi mendengarkan ancaman dari kami, Istana Pusat!”


“Kalian manusia lemah! Bagaimana mungkin dapat mengancam kami, bangsa Iblis? Hari ini kalian akan menjadi darah pertama yang akan mengalir dan mengawali kejayaan bangsa iblis kami!”


Tetua Huang mengirimkan rencananya pada keempat lainnya. Mereka berlima bergerak bersamaan. Tetua Huang menjadi yang terkuat menyerang dari arah depan sementara dua tetua lainnya menyerang dari arah kanan dan kiri.


Adapun tetua Sazi, ia menyerang dari belakang dan patriark Yiqian menyerang dari belakang. Kombinasi serangan ini seharusnya dapat mengunci kultivator Mortal sekalipun, apalagi hanya seorang Puncak Jiwa.


“Lemah!” Iblis itu memutar pedang merahnya. Ia menyambut serangan Huang Gu yang berupa angin kacau dengan membuat bilah angin dari pedangnya.


Angin kacau dari Huang Gu segera dipatahkan, tapi tidak sampai disana, pedang merah kusam itu menyerang ke arah kanan dan kiri dimana 3 bola api berukuran besar siap menghantam dirinya. Sekali lagi pedang tersebut mampu menghancurkan 3 bola api yang datang.


Dua serangan berturut- turut telah dihancurkan membuat tetua Huang segera mengubah strategi. Ia segera menyuruh tetua Sazi dan Patriark Yiqian untuk menahan gerakan dari iblis itu sementara tiga tetua istana akan menyerangnya.


“Baik!” Keduanya setuju dengan cepat.  


Tetua Sazi mengerahkan kekuatannya, dibawah kaki sang iblis muncul dua buah tangan yang terbuat dari pasir yang ada di sekitarnya. Pasir itu membuatnya tidak dapat bergerak leluasa sementara rumput menjalar muncul dari bahwa tanah dan mulai mengikat tubuh sang iblis.


“Tidak ada yang pernah lepas dari Ikatanku!” Yiqian berkata dengan percaya diri.


“Angin Kekacauan!”


“Api Membakar Jiwa!”


“Nafas Naga Api!”


Tiga serangan dari tetua istana pusat menghantam iblis yang tidak dapat bergerak membuat beberapa ratus meter dari tempat itu gemetar hebat.


Chun Jian menghela nafas kagum melihat kekuatan yang ditunjukkan oleh masing- masing tetua. Ia tidak yakin mampu bertahan dari mereka walau hanya satu gerakan.


“Iblis itu pasti telah mati! Kita berhasil membunuhnya” Patriark Yiqian berkata dengan bangga, ia menatap 3 tetua istana yang memiliki wajah gelisah.


“Tidak! Dia belum mati. Menghadapi bangsa Iblis tidak akan mudah seperti ini. Apalagi jika itu adalah Iblis Pemakan Bayi! Mereka memiliki banyak trik yang merepotkan”  Tetua Sazi membantah. Sebagai tetua dari kerajaan besar, ia jelas lebih berpengetahuan dibandingkan Yiqian.


“Semuanya mundur!” Tetua Huang tiba- tiba berteriak dengan panik. Ketiga tetua istana segera menyiapkan barier pertahanan bagi mereka semua. Dan tepat ketika itu selesai, ledakan yang amat keras terjadi membuat ratusan pohon dan tanaman yang ada disekitar terbakar.


Muncul kawah dengan luas sekitar 10 meter dengan kedalaman lebih dari 5 meter. Di pusat kawah, berdiri sosok iblis dengan wajah dan matanya yang sangat merah.


“Hari ini demi membunuh kalian, saya harus kehilangan satu Jiwa Bayi yang berada diranah Jiwa Puncak! Saya pastikan akan membuat kalian merasakan siksaan yang kejam sebelum mati!” Sosok iblis itu menerjang ke arah pelindung yang dibuat oleh 3 tetua.


“Pelindung lemah seperti itu tidak akan bisa menahan seranganku!”


“Pedang Darah, Pembantaian!” Iblis itu mengeluarkan seluruh energi yang ia miliki dan menyelimuti pedang darahnya.


Pedang itu segera menghantam pelindung membuat 3 tetua masing- masing menjadi pucat. Jelas bagi mereka menahan serangan dari pedang itu sangat sulit.


“Kita akan lihat berapa lama kalian bisa menahannya!” Iblis itu tersenyum puas lalu kembali menyerang pelindung.


~~


Lima belas menit kemudian, Tetua Huang menjadi yang terakhir terjatuh setelah tidak lagi dapat mempertahankan pelindungnya. Dua tetua lainnya telah lebih dulu jatuh dan kehabisan energi.


Iblis itu tersenyum kemenangan melihat ketiga tetua yang menjadi kekuatan terkuat telah jatuh. “Hahaha.. Kalian melakukan perlawanan yang sia- sia.” Sang Iblis bergerak ingin membunuh Tetua Huang dan yang lainnya.


Tapi kemudian sebuah dinding formasi segera menahannya tepat ketika ia hanya belasan meter dari tetua Huang.


“Jangan pernah berharap untuk membunuh dengan mudah disini” Zhen Yuan tidak tahan lagi untuk tidak ikut campur.


Ia segera menggunakan formasi sebagai kelemahan iblis untuk menahannya. Hanya formasi satu- satunya yang sulit diatasi oleh bangsa Iblis.