
Ada alasan mengapa ia yang terpilih sebagai dewa pada akhirnya di persidangan. Ketika banyak jenius dari keluar besar bahkan jenius dari kerajaan langit suci sangat pantas untuk mendapatkan gelar dewa. Namun mereka semua gagal, hanya dirinya yang berhasil dan mendapatkan gelar dewa di umurnya yang mencapai ratusan ribu tahun jika bukan mencapai satu juta tahun. Zhen Yuan tidak mengingatnya dengan pasti.
Bahkan ketika ia menjadi dewa terendah, ia selalu percaya pada takdir surga. Ia memegang teguh bahwa surga memberikannya gelar dewa adalah karena ia bisa dan mampu dibandingkan yang lainnya. Ia memegang hal itu dan membuatnya mencapai sesuatu yang tertinggi.
Setelah menjadi dewa, ia bukan lagi bersaing dengan mahkluk biasa, melainkan bersaing dengan para dewa. Jatuh bangun, bangkit dan kegagalan meliputi dirinya selama berjuta- juta tahun. Entah sampai ketika ia berhasil mendaki dan mencapai puncak kejayaannya.
Ketika ia berhasil mengalahkan ratusan bahkan ribuan dewa untuk mendapatkan berkah tertinggi dari surga dan menjadi dewa pengetahuan. Sejak saat itu, ia memegang posisi penting diantara para dewa. Ia menjadi salah satu dari 10 dewa terkuat dan menjalani kehidupannya yang hampa. Saat dipuncak, barulah ia menyadari betapa menyesalnya dia.
Ia sendirian dipuncak, menyadari apa yang telah ia dapatkan dan perjuangkan setengah mati hanyalah sebuah sampah. Ia tidak memiliki keluarga, teman atau bahkan saudara. Semuanya mati atau bahkan memusuhinya hanya untuk naik.
Sampai akhirnya ia mendirikan faksinya sendiri di kerajaan Langit Suci dan mulai menyebarkan ‘takdir surga’ dengan bantuan beberapa murid dan pengikutnya. Namun pada akhirnya, ia menyadari bahwa mereka yang datang setelah kesuksesan bukanlah orang yang tulus. Ia terlambat menyadarinya ketika semua telah terjadi.
Ingatan Zhen Yuan beralih ke masa- masa indahnya sebagai seorang pemuda di desa Cenglou. Ia bergerak melawan para pemberontak dan membebaskan desa Cenglou dan menjadikannya kota. Setelah itu ia menuju kerajaan Neteer, memasuki sekte Obat Mujarab dan melompat kekerajaan lainnya.
Semuanya begitu cepat namun sulit. Beberapa rintangan harus ia lewati bahkan nyaris menderita kematian. Namun ia senang bahwa ia masih memiliki orang- orang yang berarti baginya, orang yang ingin ia lindungi.
Tak terasa sebuah energi murni yang merupakan energi pemujaan yang telah lama terkumpul dalam diri Zhen Yuan terbangun. Energi yang suci itu segera membantu Zhen Yuan, menguatkan Lotus Api dan Airnya, menguatkan Pedang Terbangnya dan menguatkan tubuhnya.
Perubahan yang mendadak itu membuat Lotus Api dan Airnya mampu menyerap setengah dari kekuatan petir surgawi kedelapan dengan mudah dan membuat mereka bertranformasi ketingkat yang mengerikan.
Teknik Pedang Terbangnya juga berubah, itu telah menjadi 5 teknik Bijak dan dengannya petir surgawi dapat diatasi. Belum menyebutkan jika kelima teknik itu digabungkan, mungkin Zhen Yuan dapat membunuh kultivator Bijak lapisan 5.
Adapun tubuhnya, itu mengalami transformasi sekali lagi. Elemen petir yang ada telah tumbuh dan menciptakan petir berwarna emas di dalam dantiannya. Meski petir Zhen Yuan kini berwarna hijau tapi dengan bantuan petir emas di dantiannya, itu menjadi lebih kuat daripada petir hijau lainnya.
Zhen Yuan tersenyum bahagia, keyakinannya yang tinggi pada ‘takdir surga’ membuatnya dapat melewati kesengsaraan surgawi petir kedelapan dan memberikannya kemampuan yang baru.
Petir kesembilan mulai terbentuk diatas, itu belum sepenuhnya tercipta ketika tiga gelombang besar datang dari dunia kecil Zhen Yuan. Pemuda itu segera melepaskan ketiga gelombang besar di dunia kecilnya dan membuat dua telur dan satu tanduk ungu berteriak histeris menuju petir kesembilan.
Zhen Yuan ingin mengambilnya namun tekanan datang tiba- tiba dari ketiganya membuat Zhen Yuan pucat pasi. Tekanan yang Zhen Yuan rasakan seolah 3 binatang kuno menekannya.
Petir kesembilan yang perkasa siap menyerang Zhen Yuan ketika 3 benda itu datang dan menyerap energi dari petir kesembilan dengan rakus. Mereka seolah menunggu kedatangan petir kesembilan dan melihatnya sebagai makanan yang baik.
Zhen Yuan tertegun sebentar melihat ketiganya begitu lahap, ia sadar bahwa makanan terbaik saat ini untuk ketiganya tidak lain adalah petir surgawi kesembilan. Karena itu mengandung jejak abadi dan merupakan yang terbaik bagi mereka yang merupakan keturunan dari Binatang Ilahi.
Hanya ketika energi petir itu habis, ketiganya mulai menyerap bait kesembilan juga membuat Zhen Yuan muntah darah. Tidak apa- apa membiarkan mereka bertiga mengambil petir namun tidak pada bait kesembilan.