To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Alam Kecil III



Dan kemudian beberapa hari setelahnya, sekte Obat Mujarab mengumumkan Zhen Yuan sebagai master kedua dari sekte dan menambah keyakinan sang pemimpin.


“Ia sangat percaya diri ketika berbicara mengenai racun, jadi jika bukan ia siapa lagi orang di sekte Obat Mujarab yang mampu menyembuhkanmu?”  


Du Lian menunduk, setelah mengetahui beberapa kebenaran, ia sangat ingin mengucapkan terimakasih pada penyelamatnya. Jika bukan karena dia. Du Lian sudah tewas dengan racunnya sendiri.


“Sekarang kau bisa mengucapkan terimakasih padanya.” Duchong tertawa kecil sambil menepuk pelan pundak muridnya itu.


Awalnya Duchong hanya mengangkat Du Lian hanya untuk tujuan sekte dan membuat anak itu memasuki alam kecil. Tapi semakin lama ia berinteraksi dengan Du Lian, ia semakin menganggap Du Lian sebagai muridnya.


“Persiapkan dirimu untuk besok! Tujuanmu yang paling utama adalah bertambah semakin kuat dan mengambil teknik Pengendalian Serangga Surgawi.” usai berkata seperti itu Duchong pergi meninggalkan Du Lian.


Sementara itu, Zhen Yuan saat ini tengah berkeliling mengunjungi beberapa tempat di sekte Serangga Beracun ditemani guru Xi dan Xi Xian.


“Meski sekte kami sangat tertutup tapi kami tidak pernah ketinggalan dalam hal informasi mengenai peristiwa yang terjadi di luar sana. Perlu diketahui bahwa keuntungan kami terletak pada pengendalian serangga yang mana kami memiliki sebuah devisi informasi yang mengendalikan serangga tersebar ke seluruh dataran membawa informasi yang beragam.” ucap guru Xi dengan penuh kebanggaan.


Hal ini sedikit membuat Zhen Yuan kagum, ia kemudian teringat salah satu lawan yang dulu ia hadapi ketika menjadi seorang dewa adalah sosok ratu lebah. Sosok ratu yang memiliki jutaan bawahan yang membuat Zhen Yuan kerepotan.


Selain itu, salah satu keahlian yang membuat Zhen Yuan kagum dengan sosok ratu lebah itu adalah pengetahuannya. Ia percaya selain dirinya mungkin yang lebih pantas menyandang dewa pengetahuan saat itu adalah sang Ratu Lebah.


“Jadi pengetahuan yang dimiliki oleh sang ratu adalah karena kemampuannya dalam mendapatkan informasi. Ia pasti telah mengirim banyak bawahannya tersebar keseluruh dunia dan mendapatkan informasi dari mereka” gumam Zhen Yuan.


Ia juga menjelaskan bahwa selain Patriark Duchong, hanya ada 3 orang yang memiliki kekuatan lapisan 7 serta selusin kultivator lapisan 6.


“Baiklah, saya rasa sudah menjelaskan cukup banyak padamu, lebih baik kau mempersiapkan dirimu untuk besok. Walau saya masih tidak terlalu yakin tapi tidak ada yang bisa memasukinya selain dirimu, jadi saya memiliki harapan kepadamu” Guru Xi meninggalkan Zhen Yuan setelah ia mengantarkan pemuda itu pada salah satu kediaman terbesar yang terletak di pusat sekte.


Zhen Yuan tidak menyianyiakan kesempatan itu, ia segera membuat beberapa pill penawar racun untuk digunakan besok. Walaupun tubunya saat ini kebal terhadap racun, tapi ia tidak bisa menjamin bahwa orang yang akan bersamanya juga memiliki kekebalan tubuh sepertinya. Sebab itu untuk berjaga- jaga, ia membuat lebih dari 20 pill penawar racun. Hal ini membuatnya menghabiskan banyak sumber daya yang diberikan padanya oleh guru Xi.


~~


Guru Xi mengantar Zhen Yuan setelah mendapatkan pesan dari Patriark Duchong. Ia mengantarkan pemuda itu pada sebuah tempat yang memiliki pengamanan luar biasa di dalam sekte. Setidaknya terdapat 5 serangga beracun dengan kekuatan lapisan 5 berjaga di depan pintu masuk tempat itu.


Serangga itu tidak menyerang melainkan menyambut ketika melihat Zhen Yuan datang bersama guru Xi. Segera, ia mengantarkan Zhen Yuan memasuki ruangan yang menjadi tempat penyimpanan alam kecil.


Di ruangan itu, terdapat 5 pilar berwarna hijau yang masing- masing memiliki ukiran serangga yang berbeda- beda. Dimulai dari ukiran ulat dan kupu- kupu pada pilar pertama disusul oleh ukiran lalat dan Lebah pada pilar kedua, lalu ada ukiran belalang bersama capung pada pilar ketiga dan ukiran semut pada pilar keempat, terakhir pada pilar ke lima terdapat ukiran Kepik dan Kumbang.  Kelima pilar itu membentuk lingkaran mengelilingi sebuah altar dengan formasi rumit diatasnya.


Zhen Yuan segera mengetahui bahwa itu adalah jalan untuk memasuki dunia kecil. Karena sibuk memperhatikan altar, Zhen Yuan sampai melupakan kehadiran Patriark Duchong dan seorang gadis seumuran dengannya yang berdiri tepat disebelah altar. Baru ketika guru Xi menegur Zhen Yuan, pemuda itu tersadar dan menyadari keduanya.


“Patriark Duchong maafkan saya” ucap Zhen Yuan sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.