To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Dikepung



Meski telah mendengar deskripsi seperti itu dari bawahannya, tetap saja Raja Iblis menemukan sesuatu yang janggal. Tapi sebagai raja, ia tidak bisa mengatakan hal tersebut pada bawahannya. Ia kemudian mengalihkan topik pembicaraan.


“Kita semakin terdorong dan menderita kerugian akibat tindakan Zhen Yuan akhir- akhir ini. Sudah saatnya untuk menunjukkan kekuatan asli yang kita miliki kepada para manusia dan memulai perang akhir!”


Tepat setelah itu, sorak sorai terdengar dari para jendral iblis dan bawahan raja lainnya. Mereka sangat menyukai peperangan dan pembunuhan, sebab itu peperangan adalah hobi sekaligus tempat yang cocok bagi mereka.


~~


Zhen Yuan kini bepergian dengan tiga pengikutnya menuju kerajaan Blue Moon. Namun sebelum itu, mereka ingin melewati 2 kerajaan besar lainnya dengan mengambil jalan memutar. Hal ini karena Zhen Yuan ingin mengunjungi keluarga- keluarga besar yang memiliki hubungan dengannya.


Tapi tanpa Zhen Yuan sadari keluarga Zhen entah bagaimana caranya bekerja sama dengan pihak istana pusat. Pemuda itu dan pengikutnya sama sekali tidak menyembunyikan keberadaan mereka ketika berjalan membuat pihak istana pusat segera mengetahui lokasi dari Zhen Yuan.


Istana pusat akan bertugas untuk melacak keberadaan Zhen Yuan sementara keluarga Zhen akan menghadapi Zhen Yuan. Dengan kedok balas dendam atas kematian tetua Mortal mereka, dengan cepat keluarga Zhen memasuki wilayah tengah dan menunggu kedatangan Zhen Yuan.


Tepat ketika mereka ingin memasuki kerajaan Shen, Zhen Yuan menghentikan perjalanan. Dengan senyum kecilnya ia memberitahukan jika mereka telah dikepung dari segala sisi.


Ketiga pengikutnya tercengang, mereka bahkan tidak menyadarinya sama sekali. “Siapa yang berani mengepung kita?” tetua kedua bertanya. Karena ketiga pengikut Zhen Yuan tidak menyembunyikan kekuatan ranah Mortal mereka, membuat orang yang masih berani mengepung mereka jelas mengetahui kekuatan ketiganya.


“Karena mereka tahu kekuatan kalian, maka kekuatan mereka tidak boleh lebih lemah” ucap Zhen Yuan.


Ketiganya berubah serius, entah itu iblis ataupun manusia. Selama perjalanan mereka dengan Zhen Yuan selalu saja mendapatkan tantangan. Namun itupula yang membuat mereka mendapatkan lebih banyak pengalaman dan kekuatan.


Mungkin karena terbawa oleh sifat tuan mereka, ketiganya mulai bersemangat dan tidak sabar untuk bertarung.


Tetua Huang lebih dulu maju setelah diperintah oleh Zhen Yuan. Dengan lambaian telapak tangannya, tiga buah tornado angin muncul dan menghantam sisi depan, kiri dan kanan. Kekuatan dari ketiga tornado itu tidak dapat dianggap remeh, hanya seorang kultivator Mortal atau sekuatnya yang dapat mematahkan tornado tersebut.


Benar saja, ketika tornado itu menerjang dalam jarak 800 meter, tiga buah serangan muncul dan mematahkan tornado itu dengan mudah.


“Hmph!” Mereka ingin memaksa musuh keluar dari sarangnya, sebab itu tetua kedua segera melemparkan tiga puluh ring api yang panas dengan setiap ring api memiliki kekuatan setara kultivator Jiwa Puncak.


“Itu tidak cukup kuat untuk membuatku kepanasan!” Kemudian beberapa sosok muncul dari tiga arah yang berbeda. diikuti oleh tiga puluh kultivator Jiwa Puncak.


Seragam dari mereka tidak sama, namun Zhen Yuan dan pengikutnya mengenali seragam itu. Mereka tidak lain adalah seragam khusus yang dimiliki oleh keluarga Zhen, keluarga Xiao dan keluarga Wen. Masing- masing dari keluarga itu mengutus satu kultivator Mortal dengan pemimpin mereka memiliki jubah keluarga Xiao namun tersampir pula seragam kerajaan Blue Moon.


Zhen Yuan tidak mengetahui siapa sosok itu segera mendapatkan bisikan dari tetua Bai jika ia adalah patriark kelurga Xiao, sekaligus satu dari dua jendral perang kerajaan Blue Moon. Dengan begitu ada 4 kultivator mortal dipihak musuh.


Namun pihak Zhen Yuan sama sekali tidak khawatir, bahkan ketiga pengikutnya terlihat begitu bersemangat. “Tuan, bisakah saya melawan yang patriark Xiao Myor?” tetua Huang mengajukan diri. Diantara ketiga pengikutnya, ia memiliki kekuatan Mortal Maju.


Zhen Yuan melirik patriark Xiao Myor lalu memberi nasehat pada tetua Huang. “               Kau tidak boleh meremehkan kekuatan musuh. Walau patriark Myor hanya berkekuatan Mortal Master namun ada alasan bahwa dia diangkat sebagai Patriark keluarga Xiao dan menjadi jendral besar di kerajaan Blue Moon.


Tapi saya mengharapkan sesuatu yang luar biasa dari pelatihanmu selama ini! Paling tidak kau harus bisa seimbang dengannya!”


Tetua Huang mengangguk mengerti, sementara itu tetua kedua juga mengajukan diri. Walau ia  tidak sekuat tetua Huang, namun kekuatan dan efek serangannya jauh lebih besar dibandingkan tetua Huang. Apalagi jurus Meteor Api dan Pusaran Api yang telah ditunjukkan sebelumnya.


“Baiklah kau bisa menghadapi 2 kultivator Mortal, sedangkan tetua Bai akan melawan sisanya. Kalian bertiga tidak boleh membuatku kecewa!” Zhen Yuan memberikan perintahnya. Ketiga tetua itu mengangguk patuh dan mempersiapkan diri mereka.


Zhen Yuan menatap keempat kultivator Mortal di depannya dengan santai lalu berkata, “Akhir- akhir ini saya semakin mudah bertemu dengan kultivator Mortal. Apakah dunia akan berubah dan kultivator Mortal akan sangat mudah ditemui?”


Biasanya kultivator Mortal yang dimiliki oleh kerajaan besar ataupun keluarga besar tidak akan turun langsung dalam melakukan sesuatu. Mereka bahkan tidak meninggalkan tempat mereka jika masih dapat ditangani oleh yang lainnya. Sebab itu mereka sangat jarang terlihat bahkan tidak pernah terlihat bagi orang- orang biasa.


“Zhen Yuan! kau telah membunuh banyak kultivator keluarga Zhen bahkan tetua Mortal kami tidak selamat ditanganmu. Hari ini jika kau tidak ingin tewas maka berlututlah dan ikut kami menuju kerajaan Blue Moon untuk diadili!” tetua Mortal dari keluarga Zhen.


Zhen Yuan tertawa mendengarnya, kemudian diikuti oleh ketiga pengikutnya membuat tetua Mortal dari keluarga Zhen itu kesal dan marah.


“Bodoh!” Zhen Yuan menghina. Tetua itu tidak lagi menahan amarahnya segera melesat dan melepaskan serangannya. Tetua Kedua dengan sigap berdiri di depan Zhen Yuan, ia dengan mudah menangkis serangan dan melemparkannya kembali kepemilik serangan.