
“Saya benar- benar tidak tahu darimana keberanian mereka untuk memprovokasi kami begitu besar. Tunggu Shu Lian pulih, lalu kita akan kembali ke sayembara. Pastikan di pertarungan besok, kalian akan bermain dengan penuh kekejaman. Biarkan mereka melihat keganasan dari seekor singa yang terbangun.” ucap Zhen Yuan pada Botak Kun.
“Ambil ini! Cobalah untuk menyerap sebanyak mungkin khasiat darinya” Zhen Yuan tiba- tiba melemparkan sebotol pill pada Botak Kun. Botak Kun segera membukanya, matanya terbelalak melhat botol pill itu berisikan 5 pill jiwa kualitas atas. “Terimakasih master!” Botak Kun segera berterimakasih pada Zhen Yuan lalu mulai duduk bersilah dan memurnikan salah satu pill tersebut.
Baiseng sedikit bersemangat mendengar percakapan keduanya, wajahnya begitu berbinar ketika Zhen Yuan memberikan Botak Kun sebuah botol pill, hal ini juga disadari oleh Zhen Yuan. Sebab itu, ia kemudian memanggil Baiseng.
“Apa kau ingin menjadi kultivator?” tanya Zhen Yuan.
Baiseng mengangguk, “Tuan, menjadi kultivator adalah impian saya sejak kecil. Para kultivator hidup dengan nyaman dirumah- rumah besar dalam istana dan keluarga. Mereka tidak pernah merasakan kelaparan seperti kami, sebab itu saya ingin menjadi kultivator agar kami tidak lagi merasakan kelaparan”
Zhen Yuan tergelitik hatinya mendengar alasan sederhana Baiseng, “Jika begitu, kau hanya perlu menjadi seorang pedagang. Dengan berdagang, anda juga akan mendapatkan uang dan tidak akan kelaparan. Kau juga telah melihat hari ini betapa kejamnya dunia kultivator itu, sekali kau memasukinya maka nyawamu akan dalam bahaya untuk selamanya. Apa kau masih ingin menjadi kultivator setelah semua ini?”
“Setiap hari semua orang pasti akan mengalami kematian, apa yang perlu ditakutkan dengan itu? Selain itu jika benar saya akan mati di jalan kultivator maka itu lebih baik dibandingkan menjadi orang biasa. Setidaknya saya masih bisa memilih mati dijalan seperti apa.” sekali lagi jawaban Baiseng membuat Zhen Yuan terkejut. Walau Baiseng mengatakannya secara sembarangan, tapi Zhen Yuan mendapatkan pencerahan dari perkataannya. Entah mengapa ia melihat Baiseng dengan cahaya yang baru, seolah pemikirannya sebagai dewa pengetahuan tidak berguna didepan anak kecil ini.
Zhen Yuan segera tersadar setelah Baiseng memanggil namanya, ia tersenyum lebar menatap anak berumur 8 tahun itu. “Ambil ini! Jika kau berhasil memurnikannya tanpa bantuan orang lain maka saya akan mengajarkan beberapa hal yang menarik untukmu menjadi seorang kultivator” Zhen Yuan melemparkan puluhan botol kearah Baiseng.
Botak Kun sedikit mengerut mendengar ucapan Zhen Yuan tapi ia tidak serta merta menghentikan Zhen Yuan.
“Tuan, apa bola- bola kecil didalam ini?” Baiseng bertanya dengan bingung ketika membuka botol- botol yang ternyata berisi bola kecil berukuran kelereng.
“Ini adalah Pill, jika kau meminum dan berhasil memurnikannya maka kau akan bertambah kuat. Ini juga merupakan harta yang diincar oleh seluruh kultivator.” Zhen Yuan menjelaskan.
“Master Zhen, apakah anda tidak mengajarkan Baiseng untuk memurnikan pill- pill itu? Ia bahkan belum pernah berlatih, akan terlalu berbahaya bagi tubuhnya jika ia memurnikannya tanpa persiapan dan pengetahuan”
Tapi kemudian Zhen Yuan tersenyum lebar, “Disaat seperti ini kau bahkan menghentikan kultivasimu? Keuntungan atau kerugian Baiseng tidak akan membawa apapun padamu lalu mengapa kau peduli dengannya?”
Botak Kun terdiam, ia juga tidak mengerti mengapa sebagian dirinya merasa harus menghentikan perbuatan Zhen Yuan. Tapi untuk alasannya, ia sama sekali tidak mengerti.
“Sudahlah, kau tidak perlu memikirkannya. Saya tahu apa yang dilakukan, terlebih memberinya pill itu juga membuatku mengetahui kondisi tubuh Baiseng yang sebenarnya.”
Botak Kun terdiam, mau atau tidak ia harus melanjutkan kultivasinya, sementara Baiseng yang sedang duduk riang mulai mengamati bola- bola itu dengan antusias. Lalu kemudian ia mengambil warna paling menarik diantara mereka lalu mulai memasukkannya ke dalam mulut.
Zhen Yuan diam- diam memperhatikan Baiseng, bersamaan dengan energi spiritualnya memasuki tubuh anak itu.
Tepat ketika pill tersebut memasuki tubuh Baiseng dan turun melalui tenggorokannya, seluruh meridian dan sel- sel dalam tubuhnya bergejolak. Mereka secara aktif menyerap kandungan pill itu tanpa sisa sedikitpun.
Zhen Yuan terkejut bukan main, ia semakin yakin bahwa Baiseng juga memiliki Bakat Bawaan seperti Liu. Baiseng terus menerus memakan pill- pill buatan Zhen Yuan bagaikan permen, habis satu ia membuka botol lainnya dan memakan mereka satu persatu.
Sampai kemudian tubuh Baiseng mengeluarkan ledakan yang keras, Dantiannya telah berubah dan mulai mengisi energi yang ada di dalam tubuh Baiseng. Perlahan tingkat kultivasi Baiseng meningkat mulai dari Qi Sejati Rendah terus berkembang hingga keesokan harinya Baiseng berhasil memasuki tingkat Qi Maju Rendah.