
Dalam hal ini, Qing Hongyun memiliki teknik api tertinggi, milik dari dewa api. Sehingga hukum yang paling mudah ia pelajari adalah hukum api dan hukum tersulit adalah hukum air. Tentu saja mereka juga dapat mempelajari hukum lainnya untuk menambahkan kedalaman yang mereka miliki.
Du Lian tidak diragukan lagi akan berpeluang memahami hukum racun, hukum logam, kegelapan, ataupun angin. Tinggal Du Lian yang memilih akan mengembangkan hukum yang mana lebih dulu.
Tentu saja mengendalikan banyak kedalaman juga tidak semuanya bagus. Sebab pikiran dan fokus mereka akan cenderung terpecah, mereka mungkin akan memiliki keunggulan untuk saat ini. Tapi ketika mereka naik lebih tinggi, mereka akan kesulitan menaikkan banyak kedalaman disaat yang bersamaan.
Atau bertemu dengan mereka yang memahami satu kedalaman namun telah sangat memahaminya hingga puncak, bahkan jika Du Lian memahami 5 kedalaman ditahap dasar sekalipun, ia akan tetap kalah. Semakin tinggi mereka memahami suatu hukum maka kekuatannya akan berlipat ganda.
Zhen Yuan menyuruh mereka berlatih untuk saat ini, sebab ia ingin berkunjung ke aula master untuk melihat apakah Chu Xingtian telah kembali. Sayangnya tidak ada tanda kehadirannya ketika ia tiba. Pemuda itu tiba- tiba memiliki pertanyaan, misi apa yang sebenarnya di ambil oleh Chu Xingtian dan membutuhkan waktu yang sangat lama mengerjakannya.
Entah mengapa rasa khawatir mulai tumbuh di hati Zhen Yuan. Walau ia hanya sebentar mengenal Chu Xingtian namun keduanya telah sangat dekat hingga menjadi saudara. Apalagi kejadian mengenai nona Seven juga masih membekas dalam pikirannya, ia tahu bahwa rencana para penatua itu untuk menguasai pulau Kelompok Surga akan menyeret Chu Xingtian juga yang memiliki bakat dan potensi yang besar. Jika Chu Xingtian tidak ingin tunduk pada para penatua dan bergabung dalam faksi mereka, maka ia hanya bisa disingkirkan sebelum terlalu kuat.
Zhen Yuan memutuskan untuk bertanya pada wakil penatua dalam yang dikenalnya. Mungkin saja ia dapat menyelidiki misi apa yang diambil oleh Chu Xingtian.
“Master Chu? Saya ingat dia. Master Chu Xingtian adalah master kelas 5 termuda di kepulauan terbuang dahulu. Ia memiliki potensi besar menjadi master kelas 4, beberapa tahun kedepan.” Wakil penatua dalam nampaknya memiliki kesan yang tinggi pada Chu Xingtian.
Dari banyaknya penatua dalam dan luar, mungkin hanya ia dan segelintir penatua yang tidak setuju dengan tindakan faksi. Walau ia juga berasal dari pulau- pulau dibawah naungan pulau Kelompok Surga, namun mereka tidak serakah seperti penatua lainnya.
“Saya akan mencari tahu tentang misi ini. Bahkan jika itu berhubungan dengan Aula Hukum dan Keamanan. Aula Administrasi masih memiliki beberapa orang yang jujur, mereka yang mengurus seluruh misi untuk Aula Master dan Pelindung Pulau. Saya akan menghubungi mereka untuk masalah ini”
Zhen Yuan sangat berterimakasih padanya, ia memberikan lima botol pill Gathering Mortal berkualitas atas padanya. Wajahnya berubah melihat kualitas dalam kelima botol pill, bahkan dengan statusnya ia mugkin tidak bisa mendapatkan pill kualitas atas itu bahkan jika ia memiliki uang.
Zhen Yuan sangat menyadari hal ini, pill kualitas atas biasanya hanya didapatkan oleh mereka para penatua inti. Walau mereka tidak membutuhkan pill tersebut, namun keluarga mereka dan murid- murid mereka semuanya masih berada di ranah mortal.
Zhen Yuan menggeleng pelan lalu pergi darisana. Ia berjanji pada dirinya jika orang itu dapat membantunya mengetahui keadaan Chu Xingtian maka ia akan memberinya pill Esensi Mortal.
“Saudara Zhen cepatlah ke Aula Misi! Nona Seven telah kembali dan melaporkan keberhasilan misi kita” Tiba- tiba pesan telepati dari Wang Jian datang.
Zhen Yuan sangat senang, ia tidak sabar menaikkan posisinya saat ini sehingga ia melesat dengan kecepatan penuh menuju pegunungan luas tempat Aula Misi berada.
Kemunculan misi langka adalah yang terbaik, banyak pelindung pulau dan penatua tiba karena penasaran. Kali ini bukan hanya misi langka itu muncul tapi juga telah diselesaikan. Hal ini membuat beberapa pelindung pulau khususnya mereka yang setingkat dengan nona Seven kesal dan tidak senang. Mereka ada disini mungkin untuk menjatuhkan nona Seven.
Ketika Zhen Yuan tiba, ia segera melihat Wang Jian dan Ling Huier juga. Ketiganya segera bersatu dan mulai bergerak ke pusat aula misi. Disana ketiganya terkejut mendapati nona Seven kini telah kehilangan tangan kanannya dan juga keadaannya yang sangat buruk.
Mereka melihat nona Seven dipenuhi dengan luka yang sedikit mengering, wajahnya yang cantik kini tidak mulus lagi karena terdapat banyak luka. Auranya juga sangat lemah hingga hampir seperti orang biasa yang tidak memiliki kultivasi.
Zhen Yuan mengerutkan keningnya, kekuatan nona Seven sangat kuat. Ia tidak diragukan lagi menjadi yang terkuat dijajaran pelindung pulau. Seorang yang jauh lebih kuat pasti yang telah melakukannya.
Nona Seven menoleh ketika merasakan kehadiran Zhen Yuan dan yang lainnya. Ia sedikit tersenyum kecil pada Zhen Yuan seolah ingin mengucapkan terimakasih. Pemuda itu terkejut, ia merasakan firasat yang buruk.
Belum sempat ia mengirimkan pesan telepati pada nona Seven, sekelompok penatua inti yang menjadi jajaran petinggi aula misi tiba dengan sekelompok orang lainnya yang memiliki pakaian yang berbeda.
Wang Jian berbisik pada Zhen Yuan memberitahukan jika kelompok orang yang berbeda itu adalah penatua inti dari aula hukum dan keamanan. Mendengar hal tersebut, Zhen Yuan semakin menyadari sesuatu yang salah disana.