
Xiao Ning terbatuk pelan sebelum memasang senyum manis diwajahnya, dihadapkan dengan tatapan meminta penjelasan ia tidak berkutik. Ia melirik kakeknya, berharap bisa mengeluarkannya dari situasi seperti ini.
Xiao Boyun, kakek dari Xiao Ning menghela nafas pelan, “Master Dan Jian benar. Cucu saya yang menjualnya pada Istana Pusat”
“Grand Elder Xiao, apakah anda masih memiliki pill Esensi jiwa itu?” Salah satu tetua dari keluarga Zhen bertanya.
“Kita disini harus mengetahui resep pasti dari pill Esensi Jiwa. Jika keluarga Xiao masih memilikinya maka tolong perlihatkan pada kami sehingga semuanya puas dan menerima jawabannya.” lanjutnya.
Grand Elder Boyun menggeleng pelan, “Sayang sekali semua pill Esensi Jiwa telah saya habiskan untuk mengobati luka saya, tolong maafkan saya semuanya” Grand Elder Boyun memasang wajah sedih.
“Bagaimana kami tahu jika anda tidak memiliki sisa dari pill Esensi Jiwa? Bisa saja anda berbohong pada kami semua, bukan?” Tapi kemudian petinggi dari sekte Pasir Besi berkata dengan sinis.
Grand Elder Boyun meliriknya sambil menanggapi dengan santai. “Semua orang mungkin tidak mengetahuinya. Tapi beberapa waktu yang lalu saya dijebak oleh Patriark anda dan terpaksa harus menghadapinya sendiri, menghadapi seorang kultivator Mortal apakah saya masih dapat berdiri disini? Saya berhasil selamat dari plot jahat kalian tapi dengan pengorbanan jiwa saya terluka parah. Jika saja saya tidak mengkonsumsi Pill Esensi Jiwa dalam waktu dekat maka mana mungkin saya bisa berdiri hari ini”
“Humph! lalu kau bisa sebutkan siapa master alkemis yang memurnikan pill tersebut! Kami harus mengetahuinya”
Grand Elder Boyun melirik Xiao Ning, wanita itu segera menggeleng pelan pada kakeknya.
“Saya tidak bisa menyebutkannya!” ucap Grand Elder Boyun menutup penjelasannya.
Master Dan Jian menghentikan ketika petinggi sekte Pasir Besi kembali memaksa grand Elder Boyun untuk berbicara.
Tapi tetap saja mereka semua masih merasa tidak puas. Master Dan Jian tidak bisa membiarkan hal ini terjadi, ia kemudian dengan berat hati mengatakan bahwa jika seorang master merasa mampu membuat pill Esensi Jiwa berdasarkan resep pill gulungan hitam dan membuktikan kebenaran pada semua orang maka ia akan secara otomatis melaju ke babak final dari turnamen pill.
Pernyataan master Dan Jian membuat Zhen Yuan berbinar. Jika ia bisa membuktikannya di depan master Dan Jian, maka dua tujuannya mengikuti turnamen akan terjadi.
“Final Turnamen? Apa saya tidak salah dengar? Final turnamen berarti hanya 3 master yang dapat mengikutinya. Yang mana jika master itu bersedia menunjukkan dirinya maka peluang mendapatkan tempat di final akan berkurang satu.” Salah seorang perwakilan keluarga utama mengeluh.
“Menurut saya itu adalah hal yang wajar. Lagipula pill Esensi Jiwa jika diproduksi maka kekuatan suatu kerajaan atau sekte akan bertambah semakin pesat. Menjadi kultivator Mortal tidak lagi menjadi khayalan. Bahkan jika master Dan Jian mengumumkannya secara langsung sebagai pemenang dari turnamen ini juga masih dapat diterima.” bantah dari keluarga lainnya.
Zhen Yuan mendengarkan dengan seksama sambil menimbangkan akibat dan keuntungan yang akan didapatkannya. Barulah setelah ia merasa yakin, Zhen Yuan mengangkat tangannya.
Sekali lagi mereka semua menatap pemuda itu. Patriark Yiqian yang sudah terlanjur kesal berkata, “Bocah, kau tidak perlu bertanya lagi! Lebih baik diam dan tutup mulutmu itu”
“Patriark Yiqian, apa masalahmu dengan anak ini? Ia hanya ingin bertanya karena penasaran. Kau jangan limpahkan kekesalanmu padanya, ini akan membuatmu semakin buruk” namun saingannya tiba- tiba membalas dengan kekehan kecil. Siapa lagi kalau bukan tetua Duyao.
“Apa yang ingin kau tanyakan?” Master Dan Jian penasaran. Pertanyaan Zhen Yuan sebelumnya telah berhasil membuat dirinya kesulitan untuk menjawab, ia semakin penasaran dengan pertanyaannya yang kedua.
“Siapa yang bilang saya ingin bertanya? Patriark Yiqian, tolong jangan terlalu meremehkan saya walau umur kita memang berbeda jauh. Belum tentu itu akan membuktikan kau jauh lebih berpengetahuan daripada saya” Zhen Yuan membalas.