To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Wakil Kapten Yun



Mereka akhirnya tiba dikawasan sentral pulau utama. Itu terdiri dari kawasan yang luasnya lebih dari lima ratus kilometer ke belakang dan seribu kilometer kesamping. Terdapat banyak sekali menara yang ketinggiannya berbeda- beda.


Sampai akhirnya mereka melihat 5 menara tinggi melingkari sebuah menara paling tinggi dikawasan tersebut. Pemimpin pulau pernah pergi kesini sebelumnya sehingga ia lebih tahu dari mereka semua.


“Kelima menara tinggi itu melambangkan identitas terkuat dari Wakil kapten pertama, kedua, dan ketiga serta dua komandan utama yaitu Komandan Starry Night dan komandan Trilent. Sementara ditengah adalah menara paling tinggi yang merupakan kediaman dari kapten pulau utama.” Pemimpin pulau menjelaskan.


Zhen Yuan dan yang lainnya mengangguk paham, namun sedikit pertanyaan mencuat. “Apakah pulau utama hanya memiliki mereka sebagai penjaga?”


“Pulau Utama sama seperti pulau- pulau besar lainnya. Mereka pastinya memiliki beberapa kultivator yang kuat menjaga dari bayang- bayang. Mereka tidak mungkin memperlihatkan kekuatan penuh mereka pada semua orang. Sama seperti saya menyembunyikan beberapa kultivator Bijak Puncak di pusat pulau Kelompok Surga. Sayangnya mereka cenderung tidak keluar dari dunia kecil terbaik yang dimiliki pulau sampai pulau mendapati krisis yang sangat besar. Pulau utama mungkin menyimpan sepuluh atau dua puluh kultivator bijak puncak dibaling bayang- bayang bahkan mereka mungkin memiliki beberapa kultivator ranah mistik !”  Sedikit pemujaan dan semangat terpantul dari ucapan sang pemimpin pulau.


Mereka kemudian tiba disalah satu menara, disana mereka disambut oleh dua orang kultivator lapisan 8 dan mengatakan bahwa mereka adalah pelayan disana.


Pulau utama nampaknya sangat mewah bahkan kultivator lapisan 8 di pulau kelompok surga dapat menjadi eksekutif senior. Tentu saja keduanya ingin menjadi pelayan karena tuan mereka tidak lain adalah wakil Kapten ketiga, wakil kapten Yun. Mereka lebih baik menjadi pelayan seorang yang lebih kuat dan memiliki jabatan yang tinggi.


“Wakil kapten Yun telah menunggu kalian didalam.” Mereka berhenti di depan ruang makan. Pemimpin pulau mengambil alih dan memasuki ruang makan itu, diikuti oleh Zhen Yuan dan yang lainnya. Adapun kedua pelayan itu, mereka kembali ketempat mereka sebelumnya.


Di ruang makan, terdapat meja makan panjang dengan belasan kursi disetiap sisi dan masing- masing dua kursi di depan dan belakang. Wakil kapten Yun berada di kursi depan dan disampingnya ia didampingi oleh seorang wanita tua yang tidak lain adalah istrinya.


Sementara itu sosok wanita cantik juga ikut duduk disebelahnya, wanita itu tentu saja adalah Yun Meng, cucu dari wakil kapten Yun.


“Pemimpin Pulau, saya harap anda tidak keberatan dengan undangan makan yang mendadak ini”


Pemimpin pulau menggeleng pelan, “Saya bahkan menunggu undangan ini senior” Meski kekuatan dari pemimpin pulau telah jauh melampauinya namun wakil kapten Yun berada di sisi senior dan pangkatnya lebih tinggi.


“Memberi salam pada wakil kapten Yun” Kemudian Zhen Yuan dan yang lainnya datang dan memberikan penghormatan mereka.


“Pelindung Zhen, duduklah anda tidak boleh merasa tidak nyaman disini” Wakil Kapten Yun menyambut mereka dengan ramah.


“Apakah tidakapa-apa jika saya membawa beberapa teman disini wakil kapten Yun?” Zhen Yuan bertanya. Ia tidak enak pada Chu Xingtian dan Nona Seven.


Wakil kapten Yun akhirnya memperhatikan keduanya, ia tertawa “Sungguh saya tidak menduga jika pelindung Zhen akan mengajak master Chu Xingtian dan nona Seven kemari, tentu saja saya akan menyambut mereka juga. Silahkan duduk”


Chu Xingtian mengambil tempat di antara Zhen Yuan dan pemimpin pulau, sementara nona Seven duduk berhadapan dengan Yun Meng. Dua eksekutif senior duduk saling berdampingan.


“Saya belum mengucapkan selamat secara pribadi pada pemimpin pulau atas kemenangan besarnya kali ini. Tidak seorangpun diantara kami bahkan kapten pulau utama memikirkan aliansi Kelompok Surga akan mendapatkan seluruh peringkat pertama”


Pemimpin pulau tersanjung, “Saya merasa sangat bahagia dan terhormat menerima ucapan selamat dari senior. Selain itu saya tidak mungkin akan mendapatkan kemuliaan ini jika bukan karena para tetua dan genius muda yang bekerja keras, mereka patut mendapatkan hasil yang baik” Pemimpin pulau tersanjung namun ia tidak lupa bahwa semuanya bukan karena usahanya pribadi.