To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Update #3



Tidak lama sebelum ribuan daun itu mulai bersatu kembali dan membentuk dua belas helai daun hijau, sayangnya daun hijau itu tidak seperti pada umumnya karena setiap bawahan Zhen Yuan dapat merasakan kekuatan yang mengerikan disetiap helai daunnya.


Old Kasya dan pangeran Lucifer bahkan merinding merasakan kekuatan petir kesengsaraan Zhen Yuan. Mereka tidak bisa membayangkan bagaimana jika mereka ada di pihak Zhen Yuan.


“Saya selalu penasaran dengan kekuatan tuan Zhen Yuan yang tiada habisnya! Saya bahkan memimpikan dapat memiliki kekuatan seperti itu, namun jika setiap kenaikannya membutuhkan perjuangan seperti ini maka saya sangat bersyukur tidak  memilikinya” ucap pangeran Lucifer.


Zhen Yuan memiliki ekspresi khusuk diwajahnya, ia telah bersiap ketika merasakan petir kesengsaraan surgawi yang pertama datang dan menghujam bumi bersiap untuk meniadakan apapun yang dilaluinya.


Pemuda itu menutup matanya, ia bersiap untuk membiarkan beberapa petir surgawi untuk memurnikan tubuh dan jiwanya.


Old Kasya dan bawahan lainnya terkejut dengan tindakan Zhen Yuan, mereka berpikir jika Zhen Yuan akan menggunakan salah satu tekniknya untuk menghilangkan petir yang pertama. Namun jelas sekali bahwa Zhen Yuan tidak berniat seperti itu.


Ia menunggu dengan tenang ketika petir pertama memasuki tubuhnya. Petir yang berbentuk sehelai daun hijau menyentuh tubuhnya dan memancarkan sinar hijau dan ungu secara bersamaan. Zhen Yuan merasakan tubuhnya panas dan dingin ketika petir menyentuh tubuhnya.


Butir- butir es mulai muncul disebelah kiri sementara tubuh Zhen Yuan mulai memerah seolah terbakar disebelah kanan.


Zhen Yuan menggertakkan giginya, ia dapat merasakan jika tubuhnya mulai dimurnikan oleh petir kesengsaraan surgawi. Perlahan tapi pasti teknik Tubuh Racun Surgawinya mulai mengalami perubahan.


Sebelumnya Zhen Yuan sangat bingung karena tidak memiliki cara lagi untuk meningkatkan teknik Tubuh Racun Surgawinya, seolah itu telah mencapai batasnya. Namun berkat kesengsaraan ini, ia dapat meningkatkan konstitusi racunnya ke tingkat yang lebih tinggi.


“Petir kedua dan ketiga datanglah sekaligus!” Zhen Yuan membentak ketika petir surgawi pertama mulai memudar dari tubuhnya.


Seolah terpancing oleh provokasi Zhen Yuan, dua helai daun hijau turun secara bersamaan. Zhen Yuan tersenyum kecil, tangannya tiba- tiba terangkan dan mulai mengeluarkan lingkaran formasi yang kemudian formasi itu berubah menjadi tali yang kencang dan mencoba menangkap dua helai daun hijau.


“Saatnya membuat pengorbanan!” Zhen Yuan berniat untuk menyimpan energinya menghadapi petir kesengsaraan keempat dan kelima sementara ia mengarahkan dua helai daun itu menuju dunia kecilnya.


“Ratu kepik, anda harus menyerap sebanyak mungkin petir surgawi bahkan jika mereka menyakiti dan mengorbankan banyak bangsamu” Zhen Yuan memperingatkan ratu kepik surgawi sebelum memasukkan dua helai kesengsaraan.


Zhen Yuan dapat merasakan petir kesengsaraan itu meraung di dalam dunia kecilnya dan memporak porandakan segala sesuatu yang ada didalamnya sampai ketika kepik surgawi mulai turun tangan dan mencoba untuk mengendalikannya.


“Sekarang petir surgawi keempat!” Daun hijau jatuh dalam kecepatan yang tak terlihat, Zhen Yuan hampir tidak siap ketika petir itu menembus tubuhnya.


Zhen Yuan segera mengedarkan teknik tubuh beracun untuk mengatasi petir keempat. Tubuh beracun Zhen Yuan mulai mengembang hingga tak terkendali, wajah pemuda itu berubah pucat setelah merasakan teknik tubuhnya akan meledak.


Namun pemuda itu berusaha untuk tidak panik saat ini, ia tahu bahwa panik hanya akan membuat situasinya semakin buruk. Langkah pertama yang ia lakukan adalah melemparkan kedalaman petir yang ia kuasai hingga tahap kesempurnaan.


Petirnya yang kini berwarna biru segera beradu dengan daun petir berwarna hijau sebelum akhirnya meledak dan memasuki tubuh Zhen Yuan. Energi yang awalnya ingin meledak perlahan diredam oleh kedalaman hukum Zhen Yuan.


Namun itu saja tidak cukup untuk menghentikannya, ketika Zhen Yuan masih memikirkan cara lainnya, helai daun kelima mendadak jatuh dan membuatnya tersambar petir hijau sekali lagi.


Ia kali ini tidak memiliki persiapan sehingga energi yang awalnya mulai meredam kini kembali bergejolak malah semakin kuat. Zhen Yuan harus memuntahkan beberapa teguk darah hitam akibat petir kelima.


“Badai Kemarahan!” Zhen Yuan berteriak menggunakan teknik Mistik yang ia kuasai. Tekniknya berhasil menghancurkan setengah dari kesengsaraan petir kelima sementara sisanya memasuki tubuh Zhen Yuan dengan ganas dan meredam tulang dan dagingnya.


“Saya harus bisa menahannya!” Zhen Yuan bertekad. Petir surgawi keempat dan kelima kini bergelut didalam tubuhnya berusaha untuk menghancurkan bagian dalam tubuh Zhen Yuan. Rasa sakit luar biasa segera dirasakan oleh Zhen Yuan disekujur tubuhnya.


Zhen Yuan akhirnya bisa bernafas lega setelah lima belas menit berlalu, baik petir keempat dan kelima telah habis energinya dan mereka akhirnya berubah menjad energi yang dimurnikan oleh tubuh Zhen Yuan.