
“Kalau boleh tahu, siapakah yang memberikan racun itu pada mentri Chun? Apakah itu dari pihak aliansi lainnya?” tanya Zhen Yuan.
Chun Jian mengangguk, “Itu adalah aliansi Tiga Awan, mereka memang ahli dalam pengobatan dan juga ilmu racun.”
Chun Jian kemudian menjelaskan hubungan antara aliansi kerajaan. Di kerajaan tengah, kelima kerajaan terkuat mewakili aliansi mereka masing- masing. Dimulai dari Kerajaan Batu Mulia, Kerajaan Bendera Putih, Kerajaan Musim Semi, Kerajaan Tiga Awan dan Kerajaan Angin Panas.
Dari kelima aliansi, kerajaan Batu Mulia adalah yang terkuat diikuti oleh Kerajaan Bendera Putih. Sementara Kerajaan Musim Semi dan Tiga Awan memiliki kekuatan yang setara, dengan Kerajaan Angin Panas mungkin yang terlemah diantara kelimanya. Meski perhitungan seperti itu tidak selalu benar dan jarak antar setiap kekuatan tidak terlalu jauh.
“Sudah sejak lama kerajaan Tiga Awan dan Angin Panas selalu memiliki pertengkaran dengan kami. Jika bukan karena kekuatan Ratu yang mengalahkan mereka berdua maka kerajaan Musim Semi mungkin tidak lagi menjadi kerajaan saat ini.” ucap Chun Jian.
“Saya jadi penasaran dengan kekuatan sang ratu. Jika anda memiliki kesempatan untuk melawannya maka berapa persen kemungkinan anda bisa menang?” tanya Zhen Yuan. Ia telah sedikit menganalisis kekuatan dari Chun Jian sebab itu ia ingin membuat kekuatan Chun Jian menjadi patokan kekuatan Ratu Musim Semi.
Chun Jian tersenyum kecut mendengar pertanyaan Zhen Yuan. Ia menyarungkan pedangnya. “Saya takut jika bahkan menguasai seluruh teknik Pedang Musim Semi, saya tidak dapat mengalahkan Yang Mulia Ratu”
Zhen Yuan terkejut mendengarnya, “Sekuat itukah?”
Chun Jian mengangguk, “Karena kita akan menjadi keluarga dimasa depan maka saya akan memberitahukanmu rahasia. Kekuatan Ratu yang sebenarnya adalah meramal masa depan! Ia berhasil mempelajarinya secara tidak sengaja ketika saat masih menjadi seorang putri.
Saat itu kemampuan ramalan sang ratu tidak begitu hebat karena masih terbatas oleh kekuatan dan keterampilan. Tapi semakin hari kekuatan ramalannya menjadi lebih kuat dan mulai dapat dikendalikan. Tepat ketika ia berhasil menjadi kultivator Jiwa, teknik ramalannya berubah dan berevolusi menjadi beberapa teknik waktu yang hebat. Selain itu ramalannya juga semakin hebat dan tepat.”
Zhen Yuan menjadi lebih terkejut, kemampuan meramal berkaitan dengan waktu hingga wajar jika itu akan berevolusi menjadi teknik waktu. Tapi untuk mendapatkannya adalah hal yang sangat beruntung.
“Dengan menggunakan ramalannya, ratu dapat mengetahui pergerakan yang akan diambil oleh lawannya di medan pertarungan. Sebab itu akan selalu bisa menghadapinya lebih dulu dan menemukan kelemahannya dengan mudah. Selain itu, ratu juga memiliki teknik waktu yang terkenal. Itu adalah kekuatan kecepatan, yang dapat mengendalikan kecepatan suatu benda dalam beberapa detik.” lanjut Chun Jian.
Chun Jian baru saja ingin membanggakan ratu tepat ketika Zhen Yuan bertanya hal yang membuatnya malu. “Walau kemampuan ramalan ratu sangat hebat, tapi tidak semua serangan dapat ia patahkan! Meski ia mungkin dapat menghindarinya, mustahil bagi ratu untuk mengalahkan lawan yang jauh lebih kuat darinya.”
“Kekuatan dari Raja Bendera Putih dan Batu Mulia tidak diragukan lagi mencapai lapisan 8. Teknik yang dimiliki oleh kedua kerajaan itu juga sedikit lebih tinggi dari teknik Pedang Musim Semi yang dimiliki oleh Kerajaan kami sehingga bahkan jika Ratu dapat meramalkan gerakan dan serangan mereka, ia mungkin tidak dapat bertahan dan terluka karenanya” jawabnya.
Zhen Yuan akhirnya mengerti, mungkin Ratu Musim Semi akan bisa menjadi yang terkuat jika ia mendapatkan terobosan lagi dalam kultivasinya atau ramalannya menjadi semakin hebat. Chun Jian juga mengatakan bahwa Sayembara yang dilakukan kerajaan Musim Semi juga karena ramalan sang ratu.
Perjalanan itu akhirnya diisi oleh cerita dan penjelasan Chun Jian pada Zhen Yuan. Baik itu mengenai kekuatan dari setiap aliansi dan tokoh- tokoh terkuat dalam lima aliansi tersebut.
Zhen Yuan merasa bahwa Chun Jian adalah orang yang baik dan dapat diandalkan sebab itu ia berniat untuk membuat orang tua itu merasakan sedikit kemajuan dalam kekuatannya.
“Aliansi Angin Panas dan Tiga Awan pasti mengirimkan jagoan terbaik mereka untuk itu menghadapi keduanya secara bersamaan disana pasti akan membuat Chun Jian kerepotan. Tapi itu akan berbeda jika Chun Jian berhasil menguasai teknik ke 5 dari Pedang Musim Semi” pikir Zhen Yuan.
Zhen Yuan menoleh kearah Chun Jian ketika langit telah semakin gelap. Mereka memutuskan untuk tetap berada diatas sambil menikmati malam yang penuh bintang.
“Saya kebetulan memiliki sedikit pengetahuan mengenai pedang. Apakah saya bisa meminta Perdana Mentri Chun menemani saya untuk berlatih malam ini?” tanya Zhen Yuan. Ia tahu bahwa orang seperti Chun Jian akan mudah tersinggung jika ia memberikan nasehat pedangnya secara langsung. Tapi akan berbeda jika Chun Jian mendapatkannya secara tidak sengaja dari hasil latihan.
“Hahaha... Ini tidak buruk. Saya juga ingin melihat teknik Pedang Terbang yang anda miliki itu” Chun Jian tertawa. Ia melepaskan pedang dari sarungnya dan mulai melakukan gerakan dan teknik berpedang.
Zhen Yuan disisi lain mulai mengalirkan energi spiritual miliknya kepada Pedang Terbang lalu secara bersamaan dengan serangan Chun Jian, ia melemparkan jurus pertama Pedang Terbang.
Pedang Zhen Yuan melaju begitu cepat menuju Chun Jian yang kini memegang pedangnya dengan tenang. Dengan gerakan yang mengalir di udara, pedangnya mulai menahan tusukan pedang Zhen Yuan.