
“Tetua tolong saya!” Zhen Yuan mengirimkan pesan telepati dengan panik pada ketiganya.
Ketiganya terkejut mendapati kondisi Zhen Yuan yang terlihat kurang baik, salah satu dari mereka segera menjawab dan bertanya apa yang terjadi.
“Kami diserang! Saat ini tetua yang bersama dengan saya sedang bertarung melawan beberapa leluhur Mistik, ia menyuruh saya untuk menghubungi anda dan meminta bantuan” Zhen Yuan berkata dengan panik.
“Bagaimana bisa kalian diserang? Apakah provinsi Ujung Pandan yang melakukannya?” Tetua itu kembali bertanya. Jika mereka telah disadari oleh provinsi Ujung Pandan maka satu- satunya cara yang tersisa saat ini bersembunyi dan menunggu Wakil Istana datang. Bagaimanapun pihak lain memiliki kultivator Mistik Maju yang tidak dapat mereka hadapi walau bergabung.
“Saya tidak tahu jelas, intinya tetua meminta saya untuk menjelaskan ini pada kalian bertiga. Ia meminta jika salah satu dari kalian untuk menyusul dan membantunya”
Zhen Yuan tentu tidak bisa menyebutkan apapun selain dari itu karena rencananya pasti akan terekspos. Para leluhur itu tidak bodoh dan mereka akan mencurigai sesuatu yang aneh dan janggal dari penjelasan Zhen Yuan dengan cepat dan pada akhirnya mencurigainya.
Akhirnya setelah beberapa diskusi antara ketiga tetua yang tidak diketahui oleh Zhen Yuan, seorang datang dan menemuinya.
“Pimpin jalan!”
Zhen Yuan dengan patuh berada di depan, tujuannya memancing salah satu dari mereka adalah untuk menghabisinya dalam formasi dan melemparkan tetua itu kedalam mansion Karaeng Tanra. Dengan begitu semua orang berpikir jika Karaeng Tanra yang telah membunuh sang tetua.
Karena Zhen Yuan yang memimpin jalan, ia dengan mudah menjebak sang tetua menuju formasi yang telah disiapkan. Sang tetua juga tidak mengetahui bahwa Zhen Yuan akan menjebaknya karena ia saat ini tidak terlalu memperhatikan gerakan anak itu, satu- satunya yang ia khawatirkan adalah kemunculan leluhur Mistik lainnya.
“Kami dikepung disini tetua, tolong anda periksa lebih dulu. Saya tidak bisa merasakan keberadaan tetua lainnya” Zhen Yuan berhenti tidak jauh dari titik pertemuan yang mereka tetapkan. Ia berlagak mencium sesuatu dan mencari jejak.
Sayang sekali ketika tetua itu sadar dengan tindakan Zhen Yuan, ia telah terjebak didalamnya. Ia berusaha untuk kabur dengan menggunakan kekuatan penuhnya, sayang sekali formasi itu adalah formasi kelas tiga yang tidak mungkin dipecahkan dengan mudah.
“Nak, kau mencoba untuk menjebak kami?! Kau pikir kami akan diam saja dengan tindakanmu ini? Apa kau tidak takut dengan Istana Formasi? Setelah kejadian ini kau akan dimasukkan dalam daftar hitam istana Formasi”
Zhen Yuan tersenyum tipis mendengar ancamannya, “Kalian pikir saya takut dengan kekuatan tertinggi? Kalau begitu saya akan membuat anda menyadari bagaimana saya membuat kekuatan tertinggi hanyalah sekedar esensi murni yang dapat saya manfaatkan!”
Setelah itu Zhen Yuan menyegelnya didalam dunia kecil sementara itu ia menuju salah satu provinsi tempat ketiga pasukan kematiannya berada.
Mereka telah memusnahkan satu provinsi yang sekuat provinsi Ujung Pandan dalam waktu yang singkat dan menangkap seluruh kultivator Mistik.
“Sangat baik! Saya pastikan kalian bertiga akan mendapatkan masing- masing esensi dari mereka”
Provinsi itu memiliki 2 kultivator Mistik Maju serta selusin kultivator Mistik Sejati. Jika Zhen Yuan memurnikan mereka semua maka ia yakin untuk menerobos ranah Mistik Master dalam sekejap. Namun Zhen Yuan baru saja menerobos belum lama sehingga ia perlu waktu untuk menstabilkan pindasinya.
Zhen Yuan menangkap mereka semua dan memenjarakannya didalam jeruji besi. Kultivator Mistik Sejati yang ia tangkap tidak salah lagi akan menjadi esensi yang ia murnikan karena kekuatan mereka tergolong lemah, sementara kedua kultivator Mistik Maju meski tidak sebanding dengan para prajurit kematian, mereka masih mampu mengalahkan kultivator yang setara sebab itu akan dijadikan sebagai prajurit kematian lainnya.
“Sekarang kita menuju provinsi Ujung Pandan!” Zhen Yuan memimpin ketiganya. Ia berniat untuk menghancurkan kubu Andi Luwu’ terlebih dahulu karena mereka relatif lemah, ia juga tidak dapat menyerang kubu Karaeng Tanra karena itu akan menghancurkan rencananya.