
Tetua keluarga Zhen terkejut, ia terpaksa menghancurkan serangannya sendiri lalu menatap tetua kedua dengan ganas. Sedikit kebingungan juga terlihat dimatanya, kekuatannya saat ini setara denga Mortal Maju dan tetua kedua hanya Mortal Sejati, namun yang terakhir dapat memantulkan serangannya dengan mudah bahkan tanpa mengerahkan teknik mortalnya sekalipun.
“Kau bahkan tidak bisa melukaiku disini namun berbicara besar. Jika kalian memiliki kemampuan untuk membawaku pergi dari sini silahkan lakukan, saya menunggunya dengan sabar” Bagia menambah garam pada luka, minyak pada api, Zhen Yuan semakin memprovokasi tetua mortal keluarga Zhen.
Ia ingin kembali menyerangm tapi dihentikan oleh patriark Xiao Myor. “Kita tidak boleh gegabah! Yang mulia raja telah memerintahkan untuk berhati- hati menghadapi Zhen Yuan”
Wajar saja ia sebagai pemimpin keluarga Xiao, sikapnya jauh lebih tenang dari yang lain dan hanya fokus pada tujuannya tidak sedikitpun terpengaruh pada provokasi.
“Zhen Yuan, apa kau ingin bersikap keras kepala? Saya tahu keluarga Xiao dan anda memiliki sedikit hubungan dimasa lalu dan Xiao Ning sangat dekat dengan anda. Sebab itu jika anda ikut kami ke kerajaan Blue Moon maka keluarga Xiao akan menikahkanmu dengan Xiao Ning” Xiao Myor berkata.
Pemuda itu diam mendengar tawaran dari Xiao Myor, ia tahu bahwa alasan patriark dari keluarga Xiao itu tidak melakukan paksaan padanya karena belum mengetahui kekuatan penuh dari kelompok Zhen Yuan. Bahkan jika kekuatan kelompok Zhen Yuan tidak terlalu kuat, ia masih khawatir dengan para penjaga agung. Mereka telah mendengar insiden di barak tentang Leiying bertarung dengan 3 penjaga agung yang melindungi Zhen Yuan.
“Kau ingin menikahkan ku dengan Xiao Ning? Apakah itu benar?” Zhen Yuan berbinar,
Xiao Myor mengangguk pelan, “Ya, kau adalah pemuda yang ideal bagi Xiao Ning, sudah sewajarnya jika kalian bersama”
Zhen Yuan bersemangat “Benarkah?” Tapi sesaat kemudian wajahnya berubah dengan ekspresi jijik. “Saya memang ideal bagi Xiao Ning tapi apakah Xiao Ning atau keluarga Xiao ideal bagi saya? Patriark Myor tidak usah berpura- pura, saya bukan anak kecil yang bisa kau jebak dengan mudah”
Xiao Myor berhenti ia menatap tajam Zhen Yuan, sebelum ia berbicara Zhe Yuan telah mendahuluinya. “Ternyata patriark keluarga Xiao yang agung memiliki sifat penakut! Ia bahkan takut dengan sesuatu yang belum pasti! Tenanglah, disini tidak ada penjaga agung yang melindungiku kalian bebas menyerang dan menggunakan cara paksa, itupun jika bisa”
Aura yang kuat dari patriark Myor segera terpancar keluar setelah Zhen Yuan selesai berbicara, diikuti oleh aura kuat dari 3 kultivator lainnya. “Anak yang bodoh!” gumam kultivator keluarga Wen.
Begitupula dengan tetua kedua, ia menciptakan dua pusaran api besar lalu mulai bertarung dengan kultivator keluarga Zhen dan Xiao di dalamnya. Meski pertarungan itu terlihat tidak adil tapi tetua kedua sama sekali tidak terlihat menderita, ia bahkan menikmati pertarungannya dan mulai mengambil posisi mendominasi.
“Babi!” Patriark Xiao mengumpat, tidak mengira jika kedua pengikut Zhen Yuan akan begitu kuat bahkan unggul walau lawan mereka menang dalam jumlah. Karena seluruh bawahannya juga telah bertarung, patriark Xiao tidak bisa tetap diam.
Ia maju dan menyerang Zhen Yuan. “Teknik Lumpur! Pondasi Hancur!” Patriark Xiao mengerahkan tekniknya.
Zhen Yuan seketika berteriak pada tetua Huang “Lompat!” bersamaan dengan itu ia melemparkan teknik Sayap Petirnya untuk terbang. Tetua Huang mendengarkan, ia melompat kesamping sejauh 15 meter dari semula.
Sedetik kemudian, tanah yang ada dibawahnya ambruk dan menjadi lubang yang besar dengan lumpur dibawahnya. “Hati- hati, lumpur ini sangat kuat dan bahkan tidak ada jaminan jika kita bisa keluar dari cengkramannya jika jatuh.”
Tetua Huang bersyukur mengambil tindakan dengan cepat, jika tidak ia akan jatuh kedalam lubang berlumpur. “Tetua Huang, saya serahkan padamu!” ucap Zhen Yuan ketika ia kembali turun.
“Baik!” Tetua Huang kembali bersemangat, ia mulai menciptakan gelombang angin yang kuat menuju patriark Xiao.
“Teknik Lumpur! Tembok Coklat!” Patriark Xiao kembali menciptakan tekniknya yang lain. Kali ini lumpur tercipta dengan mudah di tanah lalu dengan secepat kilat membentuk sebuah dinding yang tebal.
Tepat ketika dinding itu tercipta, gelombang angin menghantamnya dan membuat kedua serangan itu hancur bersamaan. Tapi ketika dinding itu hancur, Patriark Myor tidak melihat tetua Huang di depannya.