
Kultivator Mistik dihadapannya segera berputar kesamping, berniat untuk menghindari tapak beracun Zhen Yuan. Sayangnya ia bergerak kearah yang salah sebab Zhen Yuan mengirimkan teknik Mistiknya, Pedang menusuk mangsa, yang merupakan salah satu jurus dari Pedang Terbang.
“Tidak!” Kultivator Mistik itu terpaksa menahan serangan Zhen Yuan menggunakan kedua tangannya yang mana membuat keduanya tangannya terputus setelah menerima serangan Zhen Yuan.
Ketakutan menyelimutinya ketika merasakan kekuatan Zhen Yuan mungkin sebanding kultivator Mistik Maju. “Saya harus melarikan diri!” Sayangnya Zhen Yuan tidak memberinya kesempatan, sepuluh tapak beracun secara beruntun menyerang membuat kultivator tersebut terpaksa harus menghadapinya secara langsung.
Ia merupakan kultivator yang memahami hukum bumi, sayangnya ia tidak memahaminya hingga tahap kesempurnaan sehingga sangat mudah bagi Zhen Yuan untuk membunuhnya. Jika saja Zhen Yuan tahu bahwa kultivator tersebut merupakan salah satu kultivator terkuat yang ada di Dinasti Su.
Sama seperti sebelumnya, Zhen Yuan memberikan mayat kultivator mistik pada bangsa Kepik Surgawi. Sementara ia melanjutkan perjalanannya, ia berharap tidak lagi memiliki hubungan dengan dinasti Su.
“Lebih baik mencari dinasti lainnya untuk mencari tahu tentang pusat domain atau jika beruntung saya dapat menemukan petunjuk sehingga dapat melanjutkan perjalanan ke domain lainnya.”
~
Zhen Yuan akhirnya tiba pada sebuah dinasti lainnya setelah melewati lebih dari dua puluh kekaisaran. Kali ini Zhen Yuan mengumpulkan informasinya sendiri setelah berhasil membuat identitas dari salah satu perampok yang ia habisi diperjalanan.
Dinasti tempatnya sekarang berdiri adalah Dinasti Fajar, yang dikenal sebagai salah satu dinasti yang kuat. Zhen Yuan telah memeriksa seluruh kota menggunakan energi spiritualnya dan menemukan seorang kultivator Mistik Maju dan beberapa kultivator Mistik Sejati.
Pemuda itu mencari selama tiga hari di dalam Dinasti Fajar demi mendapatkan informasi tentang pusat domain ataupun peta lengkap domain Negeri Seribu Dinasti. Tepat dihari terakhir Zhen Yuan berpikir untuk menuju dinasti lainnya, sebuah lonceng amat keras berbunyi diseluruh kota disusul dengan teriakan panik orang- orang.
“Saudaraku apa ada sesuatu yang terjadi?” Zhen Yuan menghentikan salah satu pria yang berlari kearahnya.
“Saudaraku tidak ada waktu lagi untuk berpikir! Dinasti Fajar diserang oleh kawanan iblis gunung! Kau harus berlari dan meninggalkan dinasti ini secepatnya jika tidak ingin dibunuh oleh kawanan iblis gunung!”
“Saya kira dinasti fajar dijaga oleh beberapa kultivator Mistik! Bagaimana kita diserang jika mereka bergerak?”
“Apa yang kau ketahui? iblis gunung juga memiliki kultivator dipihak mereka, bahkan jumlahnya lebih banyak dari Dinasti Fajar!”
Zhen Yuan akhirnya mengerti mengapa semua orang panik. Mereka berpikir jika kultivator yang menjaga dinasti Fajar pasti akan dikalahkan oleh suku Iblis Gunung.
Pemuda itu melompat ketempat yang paling tinggi disana, ia tidak berniat untuk melayang dilangit karena itu akan menimbulkan perhatian yang tidak perlu.
Berkat Mata Dewa yang telah mencapai tingkat 10 membuatnya dapat melihat dari jarak yang jauh dengan jelas. Zhen Yuan dapat melihat belasan kultivator Mistik sedang bertarung dengan kelompok iblis yang jumlahnya hampir dua kali lipat.
Meski beberapa iblis hanya mencapai ranah Bijak Puncak namun jika dua hingga tiga iblis mengepung kultivator mistik sejati maka kekuatan mereka akan sedikit lebih kuat.
Yang menarik perhatian tentunya tiga pertarungan yang kini membawa kabut hingga gelombang energi yang besar dilangit.
Terlihat seorang pria sepuh sedang bertarung dengan sesosok iblis yang kultivasinya berada di ranah Mistik Maju. Terlihat pria sepuh itu unggul beberapa saat diawal namun kemudian mulai terdesak saat iblis menggunakan kekuatan garis keturunannya.
“Jika saja pria itu mengusai teknik Mistik ataupun kedalaman hukum hingga tahap kesempurnaan maka mungkin ia dapat menandingi sang iblis saat menggunakan garis keturunannya.” Zhen Yuan menggeleng pelan, hanya menunggu waktu bagi iblis itu mengalahkannya dan membunuh kultivator Mistik Maju.
Sementara dua pertarungan lainnya menampilkan seorang wanita yang sedang bertarung dengan sosok iblis dan seorang pria paruh baya yang juga bertarung dengan sekuat tenaga menghadapi dua iblis pada kultivasi yang sama.
“Pantas saja semua orang panik berlarian menyelamatkan diri. Tidak ada satupun yang optimis dapat memenangkan pertarungan”