
Zhen Yuan dan ketiga pengikutnya duduk melingkar di dalam kereta roh. Ada sesuatu yang ingin diberikan Zhen Yuan pada ketiganya.
“Saya telah mengatakan sebelumnya pada kalian jika mengikuti saya tidak akan terlalu merugikan. Hari ini saya akan memberikan beberapa hal yang sangat berguna bagi kalian bertiga!”
Ketiga tetua itu saling memandang, mereka penasaran dengan apa yang akan diberikan tuannya itu pada mereka.
“Kalian bertiga adalah kultivator Mortal Sejati masing- masing dari kalian belum memiliki teknik Mortal sehingga kekuatan yang kalian miliki cenderung lebih lemah dibandingkan kultivator Mortal lainnya.”
Ketiganya mengangguk, mereka mengakui hal tersebut. Karena pill Esensi Jiwa, membuat mereka memiliki kemudahan untuk memasuki ranah Mortal dengan cepat tanpa memerlukan revolusi dari teknik yang mereka kuasai.
Jika ketiganya bertarung dengan kultivator Mortal dari keluarga Zhen saat di sekte Serangga Beracun, maka tidak diragukan lagi ketiganya dapat dengan mudah dikalahkan. Sejauh itulah perbedaan antara kultivator Mortal yang menggunakan teknik Mortal dan tidak.
Dengan sekali lambaian tangan, tiga gulungan terpampang jelas di depan mereka. “Saya mengetahui masing- masing dari kalian memiliki teknik kultivasi yang berbeda sesuai dengan keterampilan. Sebab itu saya telah menyiapkan teknik kultivasi beserta teknik beladiri yang cocok untuk kalian bertiga!”
Ketiga gulungan itu melayang sendiri lalu menuju ke tetua Huang, tetua Kedua dan tetua Qiubai seolah memiliki perasaan sendiri. “Periksa dan lihat apakah anda puas dengan keduanya atau tidak. Jika kalian memiliki masalah, tanyakan saja padaku secara langsung”
Ketiga teknik kultivasi tersebut adalah teknik tingkat atas, mungkin berada di peringkat Surga. Sedangkan tekniknya berada di peringkat yang sama. Teknik seperti itu mungkin tidak akan berharga di kerajaan Langit Suci namun di dataran Asal Mula, mereka adalah harta surgawi.
Ketiganya membuka gulungan itu dengan tidak sabar. Kemudian jatuh kedalam pemikiran mereka ketika membaca baris demi baris dari teknik yang tertulis dalam gulungan. Wajah tetua Huang dan yang lainnya mulai berubah serius, mereka tampak jatuh dan tersihir kedalam gulungan hingga beberapa menit hanya diam terpaku membaca setiap kalimat yang ada.
Zhen Yuan tersenyum kecil, ia dengan sabar menunggu ketiganya sadar. “Walau teknik itu bukanlah yang terbaik, tapi saat ini mereka membutuhkannya. Teknik kultivasi mereka akan lebih cepat berkembang sementara pemahaman mereka akan semakin tinggi.”
Tetua Huang menjadi yang pertama tersadar, ia menatap Zhen Yuan dengan penuh kejutan lalu kembali bersujud. Kali ini ia benar- benar bersujud hingga kepalanya menyentuh lantai kereta. Belum sempat Zhen Yuan menghentikannya, dua tetua lainnya ikut tersadar. Mereka melakukan hal yang sama seperti tetua Huang.
Dengan susah payah, Zhen Yuan berhasil membuat mereka duduk dengan tegak. “Kalian tidak perlu bersujud seperti itu untuk mengucapkan terimakasih. Jika kalian ingin berterimakasih maka tingkatkan kekuatan kalian dengan cepat dan menjadi kultivator terkuat di dataran Asal Mula.
“Kalau begitu kalian bisa berkultivasi dengan giat sekarang. Saya memiliki urusan yang penting untuk di selesaikan!”
Dalam sekejap Zhen Yuan menghilang dari sana. Ia telah memasuki dunia kecilnya yaitu dunia Kepik Hijau Surgawi. Pemuda itu dengan cepat menuju istana Kepik Surgawi yang dibangun di atas pohon yang sangat tinggi.
Zhen Yuan melebarkan sayap petirnya yang dengan secepat kilat, ia tiba di istana Kepik Hijau Surgawi. Melihat kedatangan Zhen Yuan, puluhan kepik surgawi berkekuatan Jiwa lapisan 5 dan 6 berlutut dan memberikan jalan bagi Zhen Yuan memasuki istana.
“Antarkan saya menuju orang itu!” ucap Zhen Yuan pada salah satu penjaga kepik disana.
Segera Zhen Yuan dibawa kesebuah lapangan yang luas. Disana ia melihat puluhan kepik surgawi berkekuatan jiwa lapisan 7 mengelilingi seseorang yang terikat di sebuah tiang yang tinggi.
Tangannya diikat dengan posisi badan yang tergantung membuat bahkan posisi seperti itu akan menyiksa seseorang untuk waktu yang lama. Pria itu tidak lain adalah Patriark Yiqian.
Tidak ada yang tahu kecuali Zhen Yuan dan Patriark Duchong jika patriark Yiqian tidak benar- benar mati melainkan dibawa pergi oleh Zhen Yuan. Ternyata ia di simpan di dalam dunia kecil Zhen Yuan.
Pria itu nampak menyedihkan, ada banyak luka lebam di wajahnya serta sayatan- sayatan senjata tajam di tubuhnya yang putih. “Tetua Yiqian, kita bertemu lagi” Zhen Yuan memasang senyum polos seakan tidak berdosa ketika ia membubarkan para serangga yang mengelilingi ketua sekte Seribu Pill tersebut.
.
.
.
Selamat Tahun Baru 2022 Masehi 🙇🙇