
Ketika ia selesai menyiapkan hadiahnya, Yuwen telah memutuskan untuk berkhianat. Dari awal memang ia tidak setuju dengan tindakan Zhen Tian yang bekerja sama dengan bangsa iblis. Tapi karena sang raja telah menyetujuinya maka mau tidak mau ia harus setuju dengan itu.
Sekarang ia memiliki kesempatan untuk mengubahnya, segera ia memberitahukan hal tersebut pada para pejabat yang diketahui menentang kebijakan dan keputusan kerajaan. Diantarany tentu saja ada pejabat tinggi seperti mentri kerajaan, ayah dari Xiao Ning.
Meski begitu, sangat sedikit yang menentang keputusan raja setelah mengetahui kekuatan maupun manfaat jika bersekutu dengan bangsa iblis. Sehingga ketika mencapai tengah malam, Zhen Yuwen dan rombongannya yang berjumlah 30 orang keluar dari istana dengan alasan palsu yang dibuatnya.
Tidak ada yang mencurigai tindakan dari Zhen Yuwen bahkan sang raja sekalipun. Tepat lima belas menit ketika kereta dan rombongan Zhen Yuwen meninggalkan istana, keempat sosok berdiri di depan istana kerajaan Blue Moon.
Awalnya mereka terlihat namun tiba- tiba keempatnya berubah menjadi transparan. Dari sanalah, asap hijau kehitaman mulai menyebar dengan cepat kedalam istana. Para penjaga panik melihat asap hijau kehitaman yang muncul tiba- tiba tanpa ada api atau penyebabnya.
Salah seorang dari mereka memutuskan untuk mendekati asap hijau kehitaman, namun belum sampai lima detik ia berada di dekatnya, sebuah tangan yang terbuat dari asap transaprana menariknya masuk membuat penjaga itu menghilang ditelan kabut hitam.
Tidak ada suara teriakan dari penjaga tersebut, membuat semua orang tercengang. Mereka berpikir jika asap hijau tidak apa- apa disentuh dan akhirnya membiarkan asap hijau berkeliaran di istana kerajaan Blue Moon.
Mereka tidak menyadari jika perlahan asap itu mulai memasuki istana dan menyebar di dalamnya. Ketika para penjaga itu telah menyadari kesalahan mereka, semua sudah terlambat. Asap hijau telah menyebar keseluruh istana tanpa meninggalkan satu ruangan pun yang tersisa.
“Arrrgh!” Ketika asap itu mulai menyelimuti para penjaga, satu demi satu mulai berteriak kesakitan. Asap hijau itu rupanya mendatangkan perasaan tersiksa dan tekanan dan kemudian mulai mengikis tubuh para penjaga sedikit demi sedikit.
Penjaga lainnya yang melihat teman mereka perlahan meleleh merinding ketakutan. Mereka ingn keluar dari sana namun asap hijau lainnya menghalangi jalan mereka. Perlahan tapi pasti mereka juga terkena asap hijau dan menderita seperti teman mereka yang lain.
Kejadian itu bertahap hingga mencapai para pejabat istana. Mereka yang memiliki kultivasi lebih tinggi lebih waspada dan memiliki perjuangan untuk melawan asap hijau itu. Namun sayang sekali, selama mereka bukanlah kultivator Bijak Suci maka tidak akan bisa lepas dari racun asap hijau yang dilepaskan oleh Du Lian.
Sayang seribu sayang, raja saat ini sedang menghadapi masalah lain dan tidak memiliki waktu untuk membantu para pejabat kerajaan.
Kepergian Zhen Yuwen telah menimbulkan kecurigaan ketika asap hijau yang tiba- tiba muncul di seluruh istana. Raja sadar bahwa Zhen Yuwen dan beberapa pejabat lainnya telah memilih haluan yang berbeda dengan mereka sekarang.
“Pengkhianat!” Sang raja berteriak marah ketika seorang datang yang telah memeriksa kediaman dari Zhen Yuwen dan mengatakan jika tidak ada seorangpun disana.
Namun pengalamannya sebagai seorang raja membuatnya dapat kembali tenang setelah mengetahui ia telah dikhianati oleh Zhen Yuwen. Ia mulai memanggil semua pejabat tinggi istana yang tersisa bersama dengan seluruh keluarga mereka.
“Cepat tinggalkan istana! Kami telah diserang” Raja memberikan perintah. Ia sedikit berpengalaman dengan racun dan satu- satunya orang yang mengetahui jika kabut itu telah mengandung racun yang sangat berbahaya. Sebab itu ia tidak memberikan perintah untuk menghilangkan atau menghadapi kabut melainkan melarikan sejauh mungkin darisana.
Raja memimpin para pejabat dan keluarga kerajaan untuk melarikan diri. Mereka bahkan dengan tegas merusak beberapa bagian istana yang megah hanya untuk membuat mereka melarikan diri lebih mudah.
Tapi tepat ketika mereka telah meninggalkan istana, mereka dihadang oleh empat sosok berjubah hitam. Wajah sang raja dan pengikutnya berubah ketika keempatnya melepaskan tekanan seorang kultivator Mortal.
“Apakah kalian yang merencanakan semua ini?!” sang raja dengan gagah berani bertanya lantang pada keempatnya.
Tapi bukannya mendapatkan jawaban dari keempatnya, sang raja malah mendapatkan serangan tiba- tiba dari seseorang. Ia tidak mengharapkan hal itu terjadi, sehingga tidak sempat untuk melakukan perlawanan ataupun pertahanan yang kuat.
Hasilnya, ia terkena luka tusuk diperutnya dengan pedang yang kini melayang terbang meninggalkan lubang diperutnya yang menganga. Sosok bayangan dibelakangnya yang telah mengendalikan pedang itu kembali melesat ingin memenggal kepala sang raja.