To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
15/45



Sejak kepergian Zhen Yuan dan kelompoknya, dataran Asal Mula mulai membuat persaingan ketat diantara mereka. Ini karena Asal Mula menetapkan siapapun yang berhasil menjadi kultivator Mortal Puncak maka kekuatannya akan secara langsung menjadi kekuatan penjaga dan mendapatkan status kedua setelah pemimpin dataran.


Namun lambat laun mereka menyadari bahwa selain sumber daya, mereka juga harus memiliki kemampuan dan bakat untuk mendapatkan tingkat status yang begitu besar. Apa yang membuat mereka semakin terluka adalah beberapa sosok mulai secara bergantian menerobos menjadi kultivator Mortal Puncak.


Mereka adalah sosok yang dulunya di nobatkan sebagai tetua muda oleh sekte Obat Mujarab dan beberapa orang dari istana pusat. Hal inilah yang membuat pasukan tingkat satu menyadari kesenjangan bakat mereka dengan kekuatan tingkat penjaga. Tentu saja tidak menutup kemungkinan diantara mereka akan menembus belenggu ini dan menjadi salah satu diantara tingkat penjaga. Hal ini menjadi kerinduan bagi para leluhur untuk terus berkultivasi di dunia kecil.


“Tindakanmu untuk tidak muncul dan menunggu kami adalah hal yang pintar, Zhen Yuwen. Tidak salah orang- orang menyebutmu sebagai pengganti master Zhen Yuan” ucap Mentri Yan Jie setelah mendengarkan penjelasan singkat Zhen Yuwen.


“Saya tidak berani mendapatkan pujian seperti itu, master Zhen Yuan jauh lebih berbakat sedangkan saya hanya pasir dipantai yang tak terhitung jumlahnya” Zhen Yuwen segera menyangkal, di depan mereka ia sama sekali tidak berani mengudara dan mendapatkan pujian tinggi seperti itu.


Melihat kelompok itu bahkan tidak memperhatikan ketiga kultivator Bijak Sejati membuat Du Lian menggeleng pelan. “Bisakah kalian menghentikan pembicaraan yang tidak penting? masalah besar ada di depan kita” ucapnya dengan tenang.


Mendengar ucapan Du Lian, mereka semua kembali waspada. Adapun Zhen Yuwen dan kelompoknya yang baru saja tiba segera mendapatkan pesan telepati dari mentri Yan Jie tentang kekuatan kelompok yang datang menyerang dataran Asal Mula.


Mereka kemudian menatap ketiganya dan mendapatkan kulit kepala masing- masing merasa nyeri. Keberadaan kultivator Bijak Sejati adalah hal yang bahkan tidak berani mereka pikirkan. Kekuatan seperti itu dapat menghancurkan dataran Asal Mula dengan sapuan tangannya. Lalu ada 3 diantara mereka yang tersisa disana.


Awalnya mereka menyangka jika kekuatan keempatnya paling tidak sekuat para leluhur, itu diyakinkan ketika Du Lian mampu membunuh salah satu dari mereka dengan mudah. Ini juga alasan mengapa mereka percaya diri keluar dari formasi penyembunyian karena yakin kemenangan mereka terjamin. Sayang disayangkan perkiraan mereka salah.


“Hmph! Jadi kalian telah mengetahui kekuatan asli kami? Itu bagus! Sekarang jika kalian tidak ingin mati dan dataran Asal Mula ini musnah dari kepulauan terbuang maka kalian harus tunduk dan patuh pada kami bertiga!”


Wajah ketiganya berubah melihat keuletan mereka semua,  orang yang membunuh leluhur pasir besi sekali lagi maju dan ingin menggunakan kekuatan penuhnya untuk membuat tekanan. Ia mendengus dingin ketika aura yang ia miliki mulai mengguncang beberapa orang di kelompok kerajaan.


Namun kemudian aura berwarna hijau tua datang dan menghancurkan auranya dalam sekali serang. Ia terkejut dan dengan cepat menemukan asal aura tersebut tidak lain milik Du Lian. Yang mengejutkan adalah aura Du Lian tidak kalah dari auranya sama sekali bahkan sedikit lebih kuat.


Selain ketiganya yang terkejut, orang- orang dari dua kerajaan terkejut  sekaligus cahaya kekaguman mereka menyeruak keluar dari tatapan. Jelas mereka kini sangat mengagumi sosok Du Lian yang kini menjadi kultivator Bijak Sejati. Ini artinya mereka benar- benar resmi dan pantas disebut sebagai dataran oleh pulau utama.


Adapun Qing Hongyun, Mentri Yan Jie dan Darma mereka tidak terkejut sama sekali dengan kekuatan Du Lian. Ini karena mereka telah lama mengetahui tentang kekuatan asli Du Lian yang telah melangkah ke ranah Bijak Sejati.


Mereka jugalah orang- orang yang membantu menjaga dan melindung Du Lian ketika petir kesengsaraan surgawi datang dan untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun belakangan dataran Asal Mula mendapat kultivator Bijak Sejati.


“Apakah informasi yang dikirimkan kepada kami terdapat kesalahan? Mengapa terdapat kultivator Bijak Sejati di dataran ini?!” Seorang berkata dengan cemas.


“Mungkin ada kesalahan. Meski begitu kita tidak perlu takut karena ia hanya sendiri sedangkan kita bertiga! Apalagi ia seorang wanita yang lemah, orang bodoh itu hanya mati ditangannya karena ia lengah dan dikendalikan oleh hawa nafsunya. Sedangkan kita berbeda” satunya lagi berbicara dan meyakinkan rekan mereka.


Barulah setelah itu kedua rekannya mulai memiliki keyakinan, ketakutan dan kecemasan mereka di awal telah menghilang. Mereka kembali memasang front kejam pada kultivator dataran Asal Mula.