To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Melawan Keluarga Zhen II



“Teknik Pedang Musim Semi- Jurus kedua!” pola pedang Chun Jian berubah dan mencabik- cabik bonek itu dengan kejam. Dalam sekejap boneka tanah itu hancur lebur karena pedangnya. Adapun tetua yang mengendalikan dibelakangnya, jatuh terduduk dengan wajah tidak percaya.


“Tidak mungkin!” ia tidak percaya Chun Jian berhasil membuat bonekanya hancur.


“Yang kedua!” Chun Jian tentu tidak lupa dengan keberadaan tetua tersebut. Pedangnya dengan cepat diarahkan kearah tetua dan mendatangkan 5 tebasan pedang berturut- turut.


“Perisai tanah!” Tetua itu melihat 5 tebasan kearahnya segera membuat pertahanan cepat. Sayang sekali pertahanannya seketika hancur dihadapan 2 tebasan awal meninggalkan 3 tebasan lainnya membunuh sangt tetua ditempat.


Wajah Zhen Tian dan Zhen Ruo mengkerut melihatnya. Dua tetua mereka dibunuh dengan cepat tanpa membuat pihak lawan kesulitan. Hal ini sudah cukup mencoreng nama dan kesombongan yang mereka miliki.


“Siapa yang ketiga? Jangan pikir kami tidak akan melakukan apapun pada kalian hanya karena kalian berasal dari keluarga Zhen.” Chun Jian sangat  marah namun juga bersemangat, ia tidak menyangka jika dirinya sekarang jauh lebih kuat dibandingkan yang dulu.


Sekarang ia percaya mampu bertahan 100 gerakan dihadapan ratu Spring atau mungkin berhadapan dengan 5 tetua batu dari kerajaan Batu Mulia.


Zhen Tian melirik seorang tetua penjaga lapisan 8 yang menjadi tetua penjaga terkuat yang bersamanya. Tetua itu segera mengerti maksud dari tuan mudanya lalu mulai berjalan kedepan dan menatap Chun Jian dengan jengkel.


“Kalian benar- benar mempersulit diri! Sekarang rasakan penderitaan akibat perbuatan kalian”


Tetua itu meraung keras, ia tiba- tiba berubah. Tubuh dan wajahnya kini ditumbuhi banyak bulu berwarna putih serta telinganya yang nampak mengecil. Auranya juga semakin kuat. Ia menerjang Chun Jian tanpa menahan sedikitpun kekuatannya seolah ingin membunuh Chun Jian dalam sekali serang.


Sayang sekali Chun Jian bukanlah kultivator lemah, ia dengan cepat membuat gerakan lainnya. Kali ini gerakannya sangat gesit dan tidak dapat ditebak, Chun Jian berniat untuk menggunakan kekuatan penuhnya juga.


Perkelahian keduanya dimulai dengan Chun Jian memakai pedangnya dan tetua itu memakai fisiknya yang kuat. Baik Chun Jian dan lawannya sama- sama memiliki keunggulan dan kelemahan membuat mereka saling berimbang hingga ratusan pukulan.


Sayang sekali, tetua itu nampak kurang berpengalaman dibandingkan Chun Jian membuatnya memiliki celah ketika sampai pada ratusan serangan. Jika saja ia tidak memiliki tubuh yang sangat kuat maka Chun Jian telah berhasil memberikan belasan luka.


Zhen Tian tidak bisa membiarkan hal itu terjadi, ia dengan cepat memerintahkan 5 alkemis kelas 7 yang bersamanya untuk ikut campur dalam pertarungan. Walau kekuatan kelimanya tidak begitu kuat, namun mereka semua adalah kultivator jiwa lapisan 5 yang mana akan sangat merepotkan bagi Chun Jian.


Tindakan tidak tahu malu ini membuat Botak Kun sangat marah, sayang sekali kekuatannya saat ini masih sangat lemah. Ia bahkan tidak bisa mengalahkan salah satu dari kelimanya.


Tapi sebelum kelimanya mampu ikut dalam pertarungan sebuah pedang melesat dan merampas kehidupan salah satu dari mereka. Keempat alkemis yang tersisa berhenti, mereka sungguh terkejut melihat pedang terbang yang membunuh rekan mereka.


“Berani ikut campur ketika tidak mampu menang secara adil? Apakah begini keluarga Zhen menangani masalah mereka? Sunguh tidak terduga!” Zhen Yuan berjalan keluar dengan santai. Pedang terbang kembali ke tangannya.


Zhen Tian dan Zhen Ruo menatap tajam Zhen Yuan. Keduanya sama sekali tidak menyukai anak itu. Mungkin karena mereka tidak menyukai jika seorang anak yang lebih muda dari mereka memiliki keterampilan alkemis jauh lebih baik.


“Zhen Yuan, kau berani membunuh salah satu alkemis keluarga Zhen?” Zhen Tian berkata dengan penuh kebencian.


Zhen Yuan mengangkat bahunya tak acuh, “Lalu kenapa? Kau tidak suka? Bagaimana jika saya membunuh mereka semua?” Kemudian pedang terbangnya kembali bergerak menuju 4 alkemis yang tersisa.


Keempat alkemis itu sangat ketakutan, mereka bergerak secepat mungkin untuk berlindung di belakang Zhen Tian. Pedang terbang Zhen Yuan segera dihempas begitu saja oleh 3 master kelas 6 keluarga Zhen.


“Pengecut!” Zhen Yuan mencibir.


“Hari ini saya tidak menerima tamu seperti kalian, pulanglah sebelum masalah ini semakin panjang!” Zhen Yuan kembali berkata. Ia dengan terang- terangan mengusir keluarga Zhen, salah satu dari 10 keluarga besar.


Zhen Tian mengepalkan tangannya dengan marah begitupula Zhen Ruo, mereka berdua adalah jenius yang tinggi. Tidak pernah menerima perlakuan ataupun penolakan seperti hari ini, bagaimana mungkin mereka tidak marah?


Tapi Zhen Yuan hanya mengacuhkan mereka, perhatiannya kini tertuju pada Chun Jian dan tetua penjaga yang masih terus bertarung.