To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Membalikkan Meja



Komandan Starry Night dan yang lainnya cukup terkejut, mereka tidak mengira jika Baisheng akan memulihkan energinya lebih dari setengah. Mereka tidak bisa bertanya- tanya tentang metode apa yang dilakukan keduanya dalam formasi.


“Apakah anda siap?” Komandan Starry Night bertanya.


Baisheng menggeleng, “Saya kira waktu 10 menit belum berakhir. Biarkan saya untuk lebih banyak istirahat”


Yang pertama tidak lagi mengatakan apa- apa, namun mencibir. “Usaha yang sia- sia”


Sementara itu wakil komandan kedua bertanya pada dua rekan lainnya. “Apa kalian pikir Baisheng akan memenangkan pertarungan ini?”


Wakil kapten Yun sedikit menggeleng, “Tidak, namun saya sedikit menunggu apakah ada kejutan” Adalah wajar bagi wakil kapten ketiga memiliki sedikit memihak pada Baisheng yang merupakan wakil dari aliansi Kelompok Surga.


Wakil kapten kedua mendengus, “Bagaimana kalau kita bertaruh?”


“Apa untungnya jika saya bertaruh dengan anda?” Namun wakil kapten Yun hanya tertawa menanggapinya.


Tapi tidak diduga wakil kapten pertama berbicara, “Aneh, sepertinya Baisheng mencoba untuk mengulur waktu sebanyak mungkin, tapi untuk apa ia berbuat seperti itu?”


“Dia mungkin ketakutan dan memikirkan cara untuk menyerah tanpa terlihat jelek” balas wakil kapten kedua.


“Bahkan jika dia kalah, tetap saja ia menduduki posisi ketiga. Ia berhasil mengalahkan genius muda teratas kita” Wakil Kapten Yun tidak terima.


Naluri wakil kapten pertama memang benar, Baisheng berusaha untuk mengulur waktu selama mungkin yang ia bisa. Sebab selain bubuk Awan Transparan, Zhen Yuan juga memberikan setetes darah Ratu Kepik Surgawi.


Namun bakat bawaan Baisheng sedikit tidak cocok disana sehingga ia tidak cocok mengolah teknik Kepik Surgawi. Meski begitu, Baisheng mungkin akan berada diambang terobosan kultivasi. Saat itu terjadi maka ia akan mampu mengalahkan lawannya yang bahkan berada di ranah bijak lapisan 2.


“Waktumu habis!” Komandan Starry Night mengingatkan.


Baisheng membuka matanya, ia tersenyum puas pada peningkatannya kali ini. Ia memandang lawannya lalu dengan penuh semangat berjalan menuju arena pertandingan. Pertarungannya ditakdirkan menjadi yang terhebat kali ini.


Baisheng melepaskan kekuatan penuhnya disaat awal pertarungan, ia tidak ingin menyia- nyiakan waktu yang mungkin tidak berpihak padanya. Kekuatan Baisheng kini setara dengan kultivator Bijak lapisan 2.


Hal ini membuat lawannya juga tidak bersantai, Ia mengaktifkan garis keturunan Kerajaan yang ia miliki. Berbeda dengan Baisheng yang memiliki bakat bawaan, ia memiliki garis keturunan. Yang mana keduanya adalah keistimewaan tertentu yang tidak bisa dimiliki oleh semua orang.


Berbeda dengan bakat bawaan yang terbagi dari Konstitusi Tubuh Rendah, Menengah, Atas Hingga Sempurna lalu diatasnya baru disebut sebagai bakat bawaan. Namun garis keturunan hanya digolongkan menjadi garis keturunan biasa, tuan, kerajaan, kaisar, Empire, Suci, dan Ilahi.


“Teknik Seribu Ular” Genius muda itu nyatnaya memiliki garis keturunan Raja Ular Hitam. Sebab itu teknik terkuatnya pasti berhubungan dengan garis keturunannya.


Ribuan ular hitam muncul dari kehampaan, itu bergerak sangat cepat menuju Baisheng. Meski ular itu agak lemah dan hanya berada di ranah Mortal Puncak namun karena jumlahnya yang sangat banyak akan membuat kultivator Bijak Awal sekalipun kesulitan.


Baisheng melepaskan dua kail pancingnya, ia menghancurkan satu demi satu ular kecil yang mendekatinya. “Trik murahan!” Baisheng melompat keatas lalu melepaskan teknik Bijak yang ia miliki.


“Istana Emas Bercahaya!”  Sekali lagi cahaya muncul dan menyinari medan pertarungan. Ribuan ular hitam segera musnah ketika bertemu cahaya terang milik Baisheng


Kali ini lawannya telah mengantisipasi tindakan Baisheng. “Pelindung Ular Hitam” Ia mengaktifkan garis keturunannya, sebuah cahaya hitam keluar dari dahi pemuda tersebut lalu menelan seluruh tubuhnya kedalam cahaya hitam. Orang kini dapat melihat bahwa sebuah titik hitam muncul di bidang cahaya yang terang.