To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Penyusup III



Ia menerjang salah satu kultivator yang ada sementara yang lainnya ikut membantu untuk menahan serangannya. Sayangnya beberapa saat kemudian terdengar dua suara angin dari arah yang berbeda, dua kultivator menoleh kearah sumber suara yang kebetulan menuju kearah mereka.


Namun tepat ketika mereka menoleh, dua serangan yang super kuat menghantam keduanya menjadikan mereka segera menjadi kabut darah. Kultivator yang tersisa histeris, mereka mengenali kedua serangan itu mirip dengan serangan yang dilemparkan lawan mereka sebelumnya. Tidak ada yang berpikir jika serangan itu akan kembali dengan tempo dan kekuatan yang lebih besar.


Disaat mereka masih bingung, kultivator Aula Besar berhasil membunuh seorang kultivator lainnya yang membuat jumlah mereka semakin berkurang. Disatu sisi kultivator aula besar mulai semakin leluasa karena jumlah musuh yang menyerangnya tidak sebanyak dari awal.


“Terima ini!” pemimpin penyusup melepaskan serangan terkuatnya, ia ingin mencari celah agar dapat melarikan diri bersama dengan bawahannya. Ia telah menerima luka dalam akibat serangan tapak lawannya, ia tidak bisa terus meladeni sebab akan berakhir buruk bagi lukanya.


Kultivator Mistik dari Kuil Sublime terkejut, tidak butuh waktu lama sebelum ia menyadari niat lawannya. Tanpa menahan diri, ia juga melepaskan kekuatan penuhnya, meski pada akhirnya kultivator Mistik dari kuil Sublime harus terpukul mundur hingga beberapa meter. Akibat pertarungan ini, ia juga mendapatkan luka yang tidak sedikit.


Keduanya saling bertatapan satu sama lain, lalu tidak menunggu lama sebelum kultivator Mistik kuil sublime kembali melesat ketika melihat lawannya berniat untuk melakukan pelarian.


Tentu saja ia tidak bisa membiarkan lawannya melarikan diri tepat dibawah hidungnya, itu akan mencoreng namanya dimasa depan.


“Kau tidak akan kubiarkan melarikan diri” Kultivator Kuil Sublime melemparkan tongkatnya dengan keras yang membuat senjatanya itu mengenai punggung lawan dan membuatnya jatuh tersungkur.


Lawannya yang telah menderita luka dalam harus kembali bertarung karena tidak memiliki pilihan lain. Ia tidak mungkin dapat melarikan diri setelah lawannya bertekad untuk menjaganya.


Pertarungan keduanya kembali dilanjutkan, kali ini daya rusak semakin kuat karena kultivator Kuil Sublime telah mengirimkan berita menggunakan jalur rahasia dan tinggal menunggu seorang kultivator Mistik Master dari kerajaan Emerald yang menjaga salah satu kepulauan.


Pemimpin Suci memang membawa lebih dari separuh perwakilan kultivator kepulauan tertinggi, namun untuk berjaga- jaga ia tetap memberikan perintah pada tiga kultivator Mistik Master untuk kembali bersembunyi di dua pulau yang berbeda.


Kultivator dari Kuil Sublime menggunakan semua kekuatan yang ia miliki dan tidak lagi khawatir jika energinya habis karena telah mengirimkan pesan pada rekannya. Ia harus menunggu dan terus menjaga agar pemimpin penyusup ini tidak melarikan diri.


Pimpinan penyusup semakin heran melihat kuil sublime sepertinya semakin lepas dan tidak lagi khawatir menggunakan banyak energi untuk jurus tingkat tinggi. Ia mau tidak mau juga harus meladeninya dan menggunakan jurus tingkat tinggi sebab jika ia menggunakan jurus yang lebih rendah maka bisa saja ia mendapatkan lebih banyak luka ditubuhnya.


Adapun para bawahannya, ia hanya bisa pasrah karena mereka hanya tersisa empat orang yang juga telah mengalami luka- luka yang tidak sedikit. Meski begitu kultivator Mistik Master juga mendapatkan luka dalam yang membuat kekuatannya melemah hingga tahap ia tidak bisa melumpuhkan empat orang yang tersisa. Mereka saling terikat satu sama lain namun tetap saja tidak ada yang mau mengalah, keempatnya bersiap untuk melarikan diri namun kemudian lawannya melemparkan dua serangan yang sama seperti diawal untuk mengecoh mereka.


Sayangnya trik yng sama tidak mampu melumpuhkan orang untuk kedua kalinya. Melihat ia melepaskan jurus yang sama diawal, keempatnya telah memasang sikap waspada. Mereka membentuk dua sisi. Satu menjaga dari belakang sementara dua lainnya bertarung dengan sengit melawan kultivator Mistik Master.


“Trang! Trang!” Dua bunyi serangan dihentikan oleh dua kultivator Mistik Maju. Mereka memandang sinis kultivator Mistik Master yang mulai kelelahan.


“Kita harus membunuhnya untuk membalaskan dendam rekan- rekan kita!” Dua lainnya semakin beringas saat melihat lawannya mulai melemah.


“Bahkan jika saya terluka, jangan berharap untuk dapat membunuh saya dengan mudah” Kultivator Mistik Master tentu tidak bisa membiarkan dirinya terbunuh ditangan kultivator yang berada dibawahnya.


Ia melepaskan semua kekuatannya yang tersisa dan menyerang dengan ganas pada salah satu kultivator yang paling lemah. Kultivator itu tidak siap dengan gerakan lawan, ia mampu menangkis dua serangan pertama namun serangan ketiga membuat pedangnya patah dan akhirnya tinju kultivator Mistik Master berhasil membuat lubang didadanya.


“Rekan ketiga!” Tiga lainnya menjerit pelan melihat satu orang lainnya jatuh dipihak mereka. Ketiganya tidak basa- basi lagi dan menyerang kultivator Mistik Master dengan semua yang mereka miliki.


.


.


.


Mohon maaf lahir dan batin 🙏