
Dengan nada menghina Zhen Yuan sekali lagi berkata, “Perintahkan penjaga kalian untuk berhenti jika ia tidak ingin menjadi yang selanjutnya ke alam baka!”
Jelas terlihat bahwa saat ini Chun Jian perlahan mendapatkan keunggulan atas lawannya. Pengalamannya sebagai panglima perang selama bertahun- tahun tidak mengecewakannya hari ini, berkat itu ia bisa mengungguli kultivator kuat yang memiliki kultivasi jauh diatasnya.
“Zhen Yuan, mari kita bicara. Saya memiliki penawaran untukmu!” Zhen Tian telah berhasil menenangkan emosinya, ia juga telah memerintahkan bawahannya untuk berhenti bertarung.
“Penawaran? Saya ingin melihat penawaran apa yang ditawarkan oleh tuan muda ini”
Zhen Tian menawarkan pada Zhen Yuan untuk menjadi bawahannya, dengan imbalan bahwa kebutuhan Zhen Yuan dan sumber daya akan terus mengalir dan disediakan untuknya.
“Zhen Yuan, kau berasal dari keluarga Zhen pasti mengetahui bahwa asal keluargamu juga sama dengan kami. Sebab itu kau seharusnya merasa beruntung Kakak Tian datang kemari dan ingin menjadikanmu bawahannya!” Zhen Ruo menambahkan.
Zhen Yuan menaikkan alisnya lalu tertawa keras untuk beberapa saat. “Kalian sungguh pandai membuat lelucon! Tolong serius, saya memiliki banyak urusan sekarang dan tidak memiliki banyak waktu untuk meladeni lelucon kalian ini”
“ZHEN YUAN! berhentilah bermain- main. Terima saja tawaranku dan hari ini nyawamu terselamatkan” Kali ini Zhen Tian telah kehilangan kesabarannya, ia datang dengan ancaman.
“Oh jadi kalian serius?” ucap Zhen Yuan sambil berpura- pura kaget. Tapi kemudian ekspresinya berubah menjadi tegas, “Saya tidak berpikir jabatan seorang tetua tinggi diistana pill lebih rendah dari seorang bawahan orang bodoh”
Zhen Tian dan yang lainnya terkejut mendengar ucapan Zhen Yuan, terlebih ucapan tersebut sangat jelas menghina Zhen Tian sebagai orang bodoh.
“Kau sungguh berani mengatakan hal tersebut pada tuan muda kami!!” Ketiga master kelas 6 itu maju menyerang Zhen Yuan, kekuatan ketiganya berada pada lapisan ke 9.
Tapi tepat ketika ketiganya berjarak beberapa meter dari Zhen Yuan, tiga sosok lainnya keluar dari dalam penginapan. Ketiganya dengan mudah membuat tiga master kelas 6 terdorong mundur dengan luka yang cukup parah.
“Berani melukai master Zhen tepat dihadapan kami? Kalian sungguh mencari kematian”
Ketiga sosok itu tidak lain adalah Patriark Duan, Tetua Li dan tetua Duyao. Zhen Tian dan Zhen Ruo tercengang melihat tiga sosok itu berdiri di depan Zhen Yuan dan melindunginya.
“Zhen Tian, sepertinya semakin hari kau semakin seperti wanita. Apakah itu karena gelarmu sebagai jenius muda alkemis telah diambil oleh orang lain hari ini?” Sebuah tawa wanita mengikuti. Putri Shen Yide juga memunculkan dirinya dihadapan keluarga Zhen.
“Hmph! Zhen Yuan, anda hari ini bisa selamat. Tapi tidak dengan hari lainnya, termasuk keluarga dan kerabat anda! Tapi jika anda memberikan resep pill Esensi Jiwa pada keluarga Zhen, maka masalah hari ini akan kami lupakan” Zhen Tian tidak lagi dapat bersikap sombong dihadapan Shen Yide. Ia meninggalkan ancaman terbuka bagi Zhen Yuan sebelum pergi dari sana dengan wajah penuh kekesalan.
Tentu saja tidak ada yang melihat saat ini diwajah Zhen Yuan terukir senyuman tipis. Tidak ada yang menyadari jika sedari tadi Zhen Yuan telah melakukan sesuatu pada keluarga Zhen, terutama pada ketiga master kelas 6 yang mencoba untuk melukainya.
“Keluarga Zhen, kalian pasti akan menyesal telah melakukan ancaman terbuka pada saya, Zhen Yuan! Lihat saja bagaimana satu demi satu kesengsaraan yang akan kalian terima jika berani melukai kerabat maupun keluarga saya” ucap Zhen Yuan pelan.
Setelah itu ia kembali seperti sedia kala dengan wajah penuh senyuman dan mempersilahkan para tamunya untuk kembali masuk menikmati hadiah yang ingin diberikan ‘gurunya’
Tetua Li, Patriark Duan dan Duyao sangat menantikan hal ini, mereka awalnya tidak ingin ikut campur tapi melihat kesempatan datang pada mereka, ketiganya segera muncul dan menolong Zhen Yuan. Berharap pemuda itu dapat mengingat karunia ini dan memperlakukan mereka di masa dengan dengan baik.
Hadiah yang disiapkan oleh Zhen Yuan tidak lain adalah pill Esensi Jiwa. Sebelumnya, ketika ia membuat pill Esensi Jiwa di hadapan semua orang, Zhen Yuan berhasil membuat 10 butir pill, yang kemudian satunya telah diberikan kepada Master Dan Jian sementara 9 lainnya masih berada pada Zhen Yuan.
“Guru berharap hadiah kecil darinya dapat sedikit memuaskan para tamu terhormat” ucap Zhen Yuan.
Tetua Li, Patriark Duan dan Duyao terlihat sangat senang sampai gemetaran menerima pill Esensi Jiwa. Pill tersebut jika digunakan dengan baik maka akan memberikan keuntungan tak terhingga bagi keluarga mereka. Adapun Shen Yide, ia menerima pill Esensi Jiwa dengan santai.
“Kalau begitu kami akan pamit lebih dulu.” Tetua Li dan Patriark Duan begitu bersemangat, mereka tidak sabar ingin menggunakan pill Esensi Jiwa dan melangkah ke ranah yang lebih tinggi.
“Putri, apakah anda ingin ikut bersama kami atau masih ingin tinggal disini?”
“Baguslah jika kalian tidak lagi melupakan keberadaan putri ini!” Shen Yide berbalik melihat Zhen Yuan, sambil tersenyum tipis ia ikut berpamitan. Tidak lupa berpesan agar Zhen Yuan dapat berkunjung di kerajaan Shen jika ada waktu.
Putri Embert dan Shu Lian mengantar ketiganya pergi lalu menunggu keluarga yang terakhir.