To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Serangan Dari Musuh Lama



“Kami kehilangan 2 tetua penjaga yang menjadi tombak dan pertahan utama keluarga. Sebab itu saya rasa sebaiknya kita mulai melakukan persiapan penuh, saya takut sebentar lagi para musuh lama yang dibuat oleh kota Ciao akan tiba hari ini” Patriark Nan berbicara.


Kota Ciao maupun keluarga Ciao saat ini, mendapatkan posisinya sebagai kota terkuat tidak didapatkan dengan cara yang mudah. Sepanjang jalan, leluhur mereka telah memberikan banyak jasa juga musuh pada keluarga Ciao.


Tapi mereka selalu menahan dendam kepada keluarga Ciao walau tidak menunjukkannya. Ini karena setiap generasi, keluarga Ciao pasti dilindungi oleh 2 tetua lapisan tiga. Tapi kali ini mereka telah kehilangan perlindungan membuat para musuhnya bersiap untuk membalaskan dendam.


Grand Elder Bei terlihat gusar dan tidak terima, “Huh! Musuh- musuh itu hanya datang dan menunjukkan kekuatan mereka setelah kita berada diposisi yang lemah. Saya sangat ingin membuat mereka menerima kehancuran disurga” Ucap Grand Elder mengutuk.


Patriark Nan berusaha menenangkan grand elder, “Kita tidak boleh meremehkan mereka. Walau mungkin jumlah kekuatan kita lebih unggul jika menghadapi mereka satu persatu tapi ingatlah musuh kita setidaknya lebih dari 100 keluarga dan diantara mereka ada 4 yang termasuk kota besar. Kekuatan gabungan mereka jauh lebih banyak dan kuat dibandingkan keluarga Ciao”  


Grand Elder menghentikan kutukannya setelah mendengar ucapan Patriark Nan. “Tapi patriark, kita juga memiliki sekutu bukan? Ada lebih dari 300 keluarga berada dibawah perlidungan kita dan 2 kota besar juga memiliki hubungan yang dekat dengan kota Ciao. Kita  bisa meminta bantuan mereka”  


Patriark Nan tidak berusaha menyembunyikan keseluruhan fakta pada Grand Elder Bei, ia mulai mengungkapkan alasan 2 kota itu menjalin hubungan dekat dengan Ciao adalah karena beberapa hal. Salah satunya adalah mereka dapat memasuki kota Ciao dan membangun bisnis mereka di dalam kota.


“Pikirkan bagaimana sikap mereka jika kita menolak hal tersebut? Apakah mereka masih menjadi teman dekat? Jawabannya mungkin saja sebaliknya, mereka mungkin akan menjadi musuh. Mereka pasti telah melihat kesempatan untuk mendapatkan banyak bisnis lainnya di sini dan membuat 80% bagi mereka untuk bergabung dipihak musuh.” Patriark Nan tersenyum kecut.


Adapun 300 keluarga dibawah perlindungan keluarga Ciao, mungkin hanya sekitar 30 hingga 40 keluarga saja yang setia dan mengirimkan bantuan mereka, sementara sisanya lebih memilih untuk tetap diam dan menunggu hasil. Bagaimanapun juga keluarga- keluarga itu masih tergolong lemah bahkan sebagian besar dari mereka tidak memiliki kultivator jiwa.


Grand Elder ingin kembali bertanya ketika mereka berdua merasakan Kota Ciao kebanggaan mereka telah bergetar hebat. Grand Elder dan Patriark saling berpandangan sebelum keduanya bergerak secara bersamaan.


Kota Ciao memiliki luas hampir mencakup seluruh kerajaan Neteer, dengan jumlah populasi disana mencapai 10 juta orang. Hari ini, tanpa peringatan apapun, seluruh kota Ciao bergetar hebat membawa banyak kerusakan di kota tersebut.


Keduanya tidak lain adalah Patriark Nan dan Grand Elder Bei. Wajah mereka terlihat mengerikan ketika melihat dua ekor monster besar berdiri dengan buas di depan kota Ciao. Monster itu membawa kejuan dan ketakutan pada semua orang yang ada disekitar membuat mereka berlarian tunggang langgang menjauhi pintu utama kota.


“Saya bertanya- tanya siapa yang datang, rupanya itu adalah saudara Da Yuan dan saudari Heima.” Patriark Nan terkekeh pelan menyapa kedua bintang buas raksasa berbentuk Kera Besar dan Kuda Hitam di depannya.


“Hmph! Patriark Nan tidak usah memanggil kami dengan sebutan saudara. Hubungan kami tidak sedekat itu, lagipula alasan kami kemari juga kalian ketahui. Lebih baik menyelesaikan iini dengan cepat” Kera Besar raksasa dengan bulu merah  kecoklatan itu berbicara. Ia yang dipanggil Da Yuan.


Heima, sang kuda hitam tidak banyak bicara tapi kesunyiannya menandakan ia setuju dengan ucapan Da Yuan.


Wajah Patriark Nan dan Grand Elder Bei berubah menjadi kusam, mereka menatap marah kedua monster itu. Keduanya adalah salah satu dari musuh besar keluarga Ciao dan merupakan yang terkuat diantara semua musuh yang ada.


Dua binatang ini sebenarnya adalah mahkluk perkasa yang menjadi raja disatu wilayah hutan di dekat kota Ciao. Hutan yang menjadi kekuasaan mereka memiliki banyak sumber daya yang berharga.


Suatu hari, 2 tetua penjaga keluarga Ciao di beberapa generasi sebelum patriark Nan melakukan serangan besar- besaran pada kedua hutan tersebut menyebabkan kerusakan yang parah disana. Niat keluarga Ciao melakukan hal tersebut hanya untuk mengambil seluruh sumber daya yang ada di dalam hutan.


Patriark Nan mengguncang tubuhnya, keluarlah aura yang kuat dari tubuhnya itu.  “Keluarga kami saat ini sedang mengalami kesedihan, tapi itu tidak membuat kalian berdua bisa melakukan apapun di kota Ciao. Da Yuan dan Heima, pertimbangkan kembali niat kalian”


Da Yuan kembali tertawa terbahak- bahak mendengarkan ucapan Patriark Nan. “Apa kalian pikir bisa menghalangi kami berdua? Dulu, kedua iblis itu berani menghancurkan hutan dan tempat tinggal kami secara paksa dan membunuh banyak saudara dan keluarga kami yang tidak bersalah. Hari ini kami hanya ingin melakukan hal yang sama pada generasi mereka. Hahaha”