
Membuat formasi yang begitu megah tentu saja membuat Zhen Yuan sangat lemah. Apalagi ia menaruh semua kekuatan formasi yang ia dapat berikan pada formasi Four Deviden. Pemuda itu nampaknya tidak terlalu percaya diri untuk menghadapi kesengsaraan petir surgawi untuk kenaikannya kali ini.
Selain itu Zhen Yuan juga berencana untuk membuat sebuah pill yang disebut sebagai Armor Thunder. Pill ini dapat melindungi seorang kultivator Mortal dari serangan petir Surgawi pada satu kesempatan. Tapi kali ini, Zhen Yuan berniat untuk memakainya ketika ia menerobos ranah mortal.
Hanya tersisa satu lagi yang perlu disiapkan oleh Zhen Yuan, yaitu senjata pelindung yang dapat ia andalkan. Mungkin saja ia dapat membuat senjata ajaib dengan beberapa formasi lainnya disana.
Sebelumnya, Zhen Yuan juga dibantu oleh sebuah senjata ajaib berupa lampion yang ia dapatkan setelah membunuh anggota sekte Pedang Petir.
Tentu saja Zhen Yuan masih berharap jika telur dan tanduk kilin akan kembali aktif dan membantunya ketika semua persiapannya telah dihancurkan.
Singa kecil menggerutu di dalam tubuh Zhen Yuan, “Cobalah untuk menyerap petir itu sebanyak- banyaknya. Kekuatanmu saat ini telah berkembang pesat, satu- satunya yang tidak mengalami perkembangan adalah tubuh Pagoda Surgawi. Jika kau menyerap banyak petir mungkin saja itu akan mengalami kemajuan yang pesat dan juga Kemarahan Petir itu akan berubah menjadi teknik Mortal dalam sekali waktu.”
Selama ini Singa Kecil jarang berbicara atau mengatakan pendapatnya pada Zhen Yuan, tapi hari ini ia datang dan menyarankan hal ini.
“Saya sedikit ragu! Apakah itu berbahaya? Bagaimana jika ketika saya menyerap petir- petir itu, tubuh ini tidak bisa menanggungnya?”
Singa kecil seketika membantah, “Pengecut! Kau bisa menyerapnya ketika menembus ranah Jiwa, sekarang kekuatanmu juga telah meningkat pesat, kau pasti bisa menyerapnya”
Zhen Yuan tersenyum pahit, ia tidak lagi membantah ucapan Singa Kecil.
Tiga hari kemudian, Zhen Yuan telah bersiap untuk melakukan terobosan. Namun, tekanan yang kuat tiba- tiba ia rasakan dari jarak 10 kilometer dari tempatnya. Karena tekanan itu mengandung energi iblis yang sangat kuat, Zhen Yuan segera memperingatkan ketiga pengikutnya untuk waspada.
Dalam sekejap, sesosok iblis tiba di depan mereka berempat. Ia memiliki 5 tanduk di kepalanya dengan wajah berwarna merah darah. Zhen Yuan mengernyitkan dahinya ketika menatap iblis tersebut.
Begitupula dengan ketiga pengikutnya, mereka bergidik ketakutan ketika melihat sosok iblis yang mendatangi mereka.
“Jendral Iblis!”
Zhen Yuan segera menenangkan dirinya, ia juga mengingatkan pengikutnya untuk tetap tenang. “Jendral iblis memang kuat, tapi kita juga tidak lemah! Ada 4 diantara kita, pasti dapat menahan iblis itu” mencoba menyemangati ketiga pengikutnya.
Sementara itu, jendral iblis juga memperhatikan keempatnya. Ia telah diperintahkan untuk mencari seorang pemuda yang bernama Zhen Yuan bersama dengan ketiga pengikutnya. Selain itu, ia juga diberikan detail tampilan Zhen Yuan yang selalu memakai baju berwarna putih dan hijau.
“Apakah anak ini setangguh yang terdengar?” Jendral iblis menatap Zhen Yuan tidak yakin. Ciri- ciri yang diberikan kepadanya sama seperti keempat orang ini. Namun ia bingung karena di deskiripsi tidak tercantum kekuatan dari keempatnya.
Pemuda yang berdiri didepannya memang memiliki aura untuk sombong walau sedikit tapi kekuatan yang dipancarkan oleh pemuda itu hanya berada pada ranah Jiwa puncak, ia bahkan bukan kultivator Mortal.
“Saya bertanya- tanya siapa yang tiba, ternyata itu adalah mahkluk pengganggu” Zhen Yuan tersenyum jijik menatap sang iblis.
“Zhen Yuan!” Sang iblis menatap pemuda itu. Ia akhirnya yakin ketika menyadari Zhen Yuan adalah tokoh utama dari masalah ini setelah mendengarkan ejekan Zhen Yuan.
Ketiga pengikut Zhen Yuan segera berdiri di depan ketika sang iblis mengeluarkan auranya yang kuat. Mereka bertiga memang ketakutan ketika berhadapan dengan jendral iblis namun itu tidak membuat mereka melupakan Zhen Yuan.
“Master Zhen, kami akan mencoba menahannya” Tetua Huang menjadi yang pertama maju dan menyerang sang jendral iblis.
“Angin Spiral!” Tetua Huang mengeluarkan jurus andalannya. Ia mengendalikan angin yang ada disekitarnya lalu mulai membentuk pusaran yang sangat besar. Beberapa pohon dan batu beterbangan akibat pusaran angin yang dibentuk tetua Huang. Ia melemparkan pusaran angin tersebut pada sang iblis.
Tapi sang jendral iblis hanya mengendalikan telapak tangannya yang kemerahan. Dalam hitungan detik, ratusan petir muncul dari telapak tangannya membentuk sebuah monster petir raksasa. Pusaran angin dan monster petir sang jendral iblis bertabrakan.
Hasil dari tabrakan kedua serangan tersebut sempat membuat badai yang besar, untungnya tetua Huang dan yang lainnya telah menemukan tempat perlindungan. Sementara itu jendral iblis hanya menyaksikan badai itu dengan santai bahkan tidak terpengaruh sedikitpun.
Ketiganya tercengang, namun mereka segera kembali sadar. Kini giliran tetua kedua yang membuat serangan. Berbeda dengan tetua Huang, kekuatan tetua kedua berbasis elemen api. Ia membuat sebuah ratusan cincin api yang membara lalu menembakkannya membentuk sebuah medan berapi pada sang jendral iblis.
Sang sekali, dengan teknik yang sama, jendral iblis mampu membuat medan berapinya tidak berefek sedikitpun padanya. Disaat yang sama, tetua Bai ikut menyerang. Ia tiba- tiba berubah menjadi asap putih yang tebal.