To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Menerobos Ranah Mortal II



Keempat kultivator mortal di pinggir hanya bisa tercengang melihat daya hancur yang disebabkan oleh Zhen Yuan. Bahkan tetua Huang yang memiliki kekuatan tertinggi diantara ketiganya tidak yakin mampu membuat daya hancur seperti Zhen Yuan dengan kekuatan penuhnya.


Belum sempat Zhen Yuan bergembira karena kekuatannya itu, singa kecil dengan cepat memperingatkan jika petir keempat akan jauh lebih ganas. Zhen Yuan sontak menatap keatas, ia dapat melihat sebuah mata dikedalaman awan gelap tersebut.


Tiba- tiba petir keempat meluncur, petir kali ini berwarna hijau cerah dengan kabut sejauh lima ratus meter mengikutinya. Zhen Yuan yang ahli dalam racun langsung melesat menggunakan tubuh beracunnya, ia menghisap seluruh asap dan kabut beracun yang tersebar di sekitar petir  tersebut.


Namun ia terlambat dan membuat tubuhnya dihantam oleh petir berwarna hijau. Wajah Zhen Yuan seketika memucat merasakan petir kesengsaraan itu nampaknya membawa ratusan macam racun kelas 6.


“Cepat kerahkan serangga Kepik Surgawi! Ini bagus untuk perkembangan mereka” Singa Kecil berteriak khawatir. Mereka melupakan hal tersebut.


Segera Zhen Yuan memasukkan seluruh efek dan serangan petir itu kedalam dunia kecilnya. Entah apa yang terjadi di dalam dunia kecil tersebut, Zhen Yuan tidak memiliki waktu untuk memikirkannya karena ia segera mengambil banyak pill Cedera yang telah ia siapkan sebelumnya dan meminumnya bersamaan dengan Pill Armor Thunder yang telah ia siapkan.


Wajah Zhen Yuan dan energinya kembali pulih ketika pill tersebut meresap dan membuktikan khasiatnya. Singa kecil dan Zhen Yuan sama- sama menghela nafas legah sebab mereka akan sangat terluka jika terlambat memulihkan diri.


“Petir kelima berwarna biru, itu mengandung esensi murni yang jauh lebih kuat dan dapat membuat kultivator Mortal Puncak binasa ketika mereka melakukan kesalahan” Singa kecil menambahkan.


Zhen Yuan mengangguk serius. Ia tidak lagi berada diudara melainkan turun kedalam formasi. Namun ia tidak memasukinya, ia juga mengaktifkan baju besi yang merupakan barang ajaib kelas 6. Dengan Pill Armor Thunder dan Barang ajaib itu, ia yakin dapat melewati petir tersebut.


Dengan tekanan yang kuat, petir kelima tiba. Seluruh lautan mulai bergejolak kecil bahkan sebelum petir itu meninggalkan awan hitam. Saat ini juga suara gemuruh besar mulai terdengar hingga mencapai dataran Asal Mula.


Seluruh penghuni baik kultivator, manusia biasa, iblis maupun hewan buas terkejut mendengar gemuruh yang begitu keras.


Ia hampir menjerit kesakitan ketika sebuah energi yang besar menyelimuti jiwanya mengurangi rasa sakit yang ada. Bersamaan dengan itu baju besi mulai bersinar dan aktif, ia menyerap sisa- sia petir yang ada disekitar dan mulai menyimpannya.


Zhen Yuan menggigit bibir bawahnya, walau dengan semua itu ia masih merasakan sakit yang hebat jauh lebih hebat ketika terakhir kali ia merasakan hal seperti ini.


“Tidak! Kau harus bisa bertahan!” Singat kecil berteriak kesal ketika melihat Zhen Yuan perlahan kehilangan kesadarannya.


“Sialan” Singa kecil mempertimbangkannya dengan cepat, ia segera melepaskan energi jiwa yang ia miliki dan mulai menahan kesadaran Zhen Yuan. Energi jiwa dalam jumlah yang besar membuat kesadaran Zhen Yuan kembali. Karena ia berada di titik kritis, Zhen Yuan melepaskan Pedang Terbang dan Tombak Kaisarnya untuk membantu menghilang petir.


Energi petir yang tersisa segera tersalurkan ke dalam Pedang Terbang dan Tombak Kaisar. Keduanya perlahan berubah warna menjadi biru cerah akibat menyerap petir surgawi. Sayang sekali, mereka hanya bisa menyerap sedikit dan melepaskan sisa- sisa petir  itu keseluruh tempat disekitarnya membuat lautan sekali lagi kacau.


Gempa dan tsunami terjadi di sekitar, mentri Yan Jie dan ketiganya telah siap dengan hal ini. Mereka kemudian menahan tsunami itu untuk tidak menuju daratan. Baru ketika mereka menghabiskan separuh energi masing- masing, tsunami dan petir biru itu lenyap tak bersisa.


Zhen Yuan terjatuh, lalu memasuki formasi. Ia tidak memiliki keberanian untuk menahan petir yang terakhir. Ia juga mengeluarkan Dua telur dan tanduk Qilin disekitarnya berharap jika ketiganya mampu menyerap petir terakhir.


Petir terakhir tentu saja yang paling kuat diantara petir- petir kesengsaraan. Petir tersebut berwarna biru cerah dengan membawa gemuruh dan getaran yang hebat. Laut berguncang hebat bahkan hewan buas yang memiliki kekuatan dibawah ranah Jiwa seketika tewas akibat guncangan yang ada.


Mentri Yan Jian melihat petir terakhir hanya bisa menahan nafas, ia benar- benar jatuh dalam tekanan dan ketakutan melihat petir yang begitu hebat. Sadar bahwa tetap berdiri disana akan membawa kematian baginya, ia menarik tetua Huang, tetua kedua dan tetua  Qiubai untuk menjaga jarak sejauh mungkin.