
Zhen Yuan mengangkat bahunya acuh seolah tidak terlalu menganggap sang wanita, “Itu urusanmu! Lagipula kami terlibat hanya untuk menolongmu. Adapun sekte Muara Dalam? Saya bahkan ingin melihat bagaimana mereka berurusan dengan kami” ucap Zhen Yuan pergi meninggalkan kerumunan seolah tidak terjadi apa- apa.
Diikuti oleh Baiseng yang telah mengambil dan memahami pelajaran bermakna malam itu dan juga Shu Lian yang kini berpikir untuk merangkai kata- kata manis agar mereka tidak keluar sebagai musuh oleh salah satu kekuatan besar di wilayah pusat.
Adapun Botak Kun, ia menangkupkan tinjunya pada sang wanita lalu berbalik pergi menyusul Zhen Yuan. Sang wanita tidak menyangka jika ia akan ditinggalkan sendirian, ia menghentakkan kakinya beberapa kali ditanah sebelum berteriak, “TUNGGU!”
Dijalan, Zhen Yuan menggunakan tekanannya yang hebat pada Botak Kun membuat tetua muda sekte Obat Mujarab membungkuk ketakutan.
“Apa kau mengetahui kesalahan yang telah diperbuat malam ini?” tanya Zhen Yuan dengan nada yang tajam.
Botak Kun berpikir sejenak lalu menjawab pelan, “Karena saya, sekte Obat Mujarab harus berurusan dengan Sekte Muara Dalam. Jika saya dapat mengendalikan diri untuk tidak ikut campur dalam urusan orang lain, mungkin hal ini tidak akan terjadi”
Tapi kemudian wajah Botak Kun memucat dikarenakan tekanan yang diberikan oleh Zhen Yuan padanya. “Saya pernah berkata untuk tidak pernah menyesali apa yang telah kita perbuat dimasa lalu. Dan dengan menyebutkan hal seperti itu kau telah membuat sekte Obat Mujarab jatuh lebih dalam.”
Botak Kun tidak mengerti begitupula dengan Shu Lian, membuat Zhen Yuan semakin kesal, “Ini yang mungkin orang- orang dari wilayah pusat dan tengah selalu merendahkan kita dari wilayah rendah. Ini karena pikiran kalian yang sudah terbentuk menjadi pesimis sejak awal.
Bagaimana kita bisa menjadi lebih kuat jika selalu merasa takut untuk menghadapi orang- orang yang lebih kuat dari kita? Wilayah rendah akan terus menjadi wilayah rendah jika mereka tidak pernah mencoba untuk keluar dan berhadapan dengan orang- orang wilayah tengah dan pusat dengan wajah yang terangkat.” ucapan Zhen Yuan membuat Shu Lian dan Botak Kun gemetar, mereka tersadar dengan perkataan Zhen Yuan.
“Sekarang ulangi jawabanmu sebelumnya”
Kini wajah Botak Kun sedikit terangkat, “Karena saya meminta maaf telah membunuh lawan dan membiarkan seorang dari mereka lari. Semua orang yang berani melawan saya harus mengetahui bahwa saya bukan orang yang lemah dan dapat digertak. Sekali kami diserang dan dihina maka kami akan membuat mereka tahu bayaran apa yang akan mereka dapatkan dengan melakukan hal itu” ucap Botak Kun tegas.
Shu Lian maupun Botak Kun mengangguk mengerti. Zhen Yuan kembali melanjutkan langkahnya dengan pelan, ia memimpin kelompok orang itu menelusuri jalanan. Tidak ada yang melihat senyum kecil diwajah Zhen Yuan, ia telah berhasil menanamkan prinsip- prinsipnya pada Shu Lian dan Botak Kun.
“Botak Kun, jika saya tidak ingin membunuhnya maka kau harus mengurusnya” ucap Zhen Yuan menghentikan langkahnya. Botak Kun sedikit bingung dengan perkataan Zhen Yuan tapi kemudian sebuah suara akhirnya menyadarkannya. Ia buru- buru berbalik dan memberikan aba- aba pada sang pemilik suara untuk berhenti berteriak.
“Ada apa?” Botak Kun bertanya dengan tidak sabar.
“Huh! Setelah membunuh kalian pergi begitu saja seolah tidak ada yang terjadi meninggalkanku sendirian bagai seorang tersangka” wanita itu berkata dengan kesal.
Botak Kun tersenyum canggung, ia ingin berkata bahwa semua ini ada karena membantu dirinya tapi ia menahan untuk tidak mengatakannya.
“Sekarang, sekte Muara Dalam akan mengetahui bahwa murid- muridnya telah dibunuh. Kita harus pergi dari sini dan mencari tempat sembunyi yang aman!” ucap wanita itu mengajak rombongan Botak Kun.
“Tidak dibutuhkan! Kami tidak takut dengan Muara Dalam” tapi kemudian suara tajam Zhen Yuan memotong wanita itu.
Wanita itu menoleh dan melihat Zhen Yuan dengan tidak senang, “Siapa kau? Beraninya berkata sombong sepertimu? Orang biasa sepertimu tidak akan mengerti dunia ini” Ia menunjuk Zhen Yuan. Karena Zhen Yuan dari awal menyembunyikan kekuatannya, maka wanita itu menganggap Zhen Yuana adalah manusia biasa atau paling tidak salah satu murid yang baru belajar kultivasi.
Botak Kun, dan Shu Lian berkeringat dingin. Mereka jelas tidak menduga sang wanita akan berkata seperti itu pada Zhen Yuan.