To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Menjadi Pelayan



“Nak, apakah kau ingin menjadi pelayanku?” tanya Zhen Yuan secara tiba- tiba setelah ia selesai memeriksa bocah itu.


Botak Kun dan Shu Lian terkejut dengan pertanyaan Zhen Yuan sementara bocah itu nampak gembira namun juga ragu. Bocah itu tahu bahwa Zhen Yuan dan yang lainnya adalah orang yang baik dan berasal dari kalangan kaya, menjadi pelayan Zhen Yuan akan membuat hidupnya terjamin. Ia tidak perlu lagi mencuri dan menderita kelaparan tiap harinya.


“Hei nak, bagaimana? Apa kau mau?” tanya Zhen Yuan sekali lagi.


Bocah itu berpikir keras untuk beberapa detik sampai kemudian ia mengangguk, “Terimakasih tuan. Saya bersedia menjadi pelayan anda” jawab bocah itu tulus.


Zhen Yuan sangat senang mendengarnya, ia kemudian mengalirkan energi jiwa pada anak itu membuat badannya yang semula gemetar menjadi lebih tegap serta warna wajah anak itu menjadi cerah.


“Tuan sangat hebat!” anak itu kagum dalam hatinya, ia dapat merasakan sentuhan Zhen Yuan membuat tubuhnya menjadi lebih kuat dan ia tidak lagi merasakan kelaparan.


“Baiklah, sekarang sebutkan namamu dan masa lalumu padaku” ucap Zhen Yuan dengan ramah.


Bocah itu kemudian menjelaskan bahwa namanya adalah Baiseng, ia berumur 8 tahun. Merupakan anak yatim piatu sejak lahir dan sekarang hanya tinggal bersama neneknya. Neneknya sudah sangat tua hingga ia tidak lagi bisa bekerja, kehidupan Baiseng dipenuhi dengan kelaparan dan kesusahan. Membuatnya harus mencari makan sendiri, beberapa kali ia mengemis dan jika terpaksa ia akan mencuri seperti sebelumnya.


Botak Kun dan Shu Lian sangat tersentuh mendengar kisah Baiseng. Mereka menatap Zhen Yuan, dan berpikir bahwa tindakan Zhen Yuan untuk menjadikan Baiseng pelayannya hanya untuk membantunya. Keduanya kini sadar bahwa Zhen Yuan memiliki hati yang penuh belas kasih sayang pada sesama.


Mereka tentu saja tidak mengetahui bahwa pikiran mereka sangat jauh berbeda dengan kenyataannya. Zhen Yuan pernah memiliki murid seperti Baiseng dimasa lalu sebab itu ia sangat senang ketika melihat Baiseng disini. Serta Zhen Yuan dapat merasakan jika Baiseng memiliki bakat bawaan yang tidak kalah dengan Liu.


Bedanya, Baiseng memiliki bakat bawaan yang dapat dikendalikan dengan begitu ia hanya akan terbangun dengan sendirinya dan tidak akan menimbulkan ancaman yang besar seperti Liu. Meski Zhen Yuan tidak mengetahui pasti bakat bawaan apa itu, tapi ia yakin itu akan berguna dimasa depan.


“Antarkan kami menuju kediaman nenekmu itu. Mungkin saya akan mengirimkannya untuk menjadi pelayan di keluarga Zhen.” kata Zhen Yuan lagi.


Mendengar permintaan Zhen Yuan semakin membuat Baiseng tersentuh, ia segera mengantar ketiganya menuju sebuah gubuk di pinggir kota. Gubuk itu sangat kecil sebab ketika mereka bertiga masuk dari pintu depan, mereka sudah melihat luasnya hanya bisa menampung 5 tempat tidur sedang yang dijejer bersampingan.


“Tuan, saya minta maaf. Nenek saya biasanya tidak tidur sebelum saya membawakannya makanan, sebab itu saya akan membangunkannya dulu.”


Zhen Yuan menggeleng, “Tidak usah, nenekmu telah tiada” ucapnya.


Baiseng tersentak ketika mendengarnya, seolah tidak percaya, ia berlari menuju neneknya itu lalu memeriksa kedua lubang hidung neneknya untuk memastikan apakah masih bernafas atau tidak. Nyatanya, ia dapat merasakan seluruh tubuh neneknya telah dingin dan kaku. Baiseng jatuh terduduk ketika mendapati neneknya tidak lagi bernafas. Zhen Yuan mengajak Botak Kun dan Shu Lian untuk keluar sebentar, ia ingin memberikan waktu bagi Baiseng untuk menerima kenyataannya. Sangat sulit untuk anak berumur 8 tahun untuk mendapatkan tekanan seperti itu.


Tapi belum sempat Zhen Yuan melangkah keluar, Baiseng memanggilnya dengan lirih. “Tuan... Bisakah saya meminta waktu anda sebentar?”


“Menangislah untuk sementara, kami akan kembali beberapa saat lagi untuk menjemputmu” kata Zhen Yuan.


“Tidak tuan... Saya hanya ingin meminta waktu agar dapat memakamkan nenek saya sebelum ikut pergi bersama anda”


Perkataan Baiseng membuat Zhen Yuan dan yang lainnya terkejut, mereka bertiga seketika menoleh melihat Baiseng yang telah berdiri tegak dengan sisa air mata dipipinya.


“Anak ini memiliki ketegaran hati yang sangat tinggi. Bahkan setelah kematian neneknya, ia hanya memerlukan waktu sesaat untuk bersedih sebelum menerima kenyataanya dengan tegar. Mentalitas seperti ini bahkan tidak dimiliki oleh kultivator yang hebat sekalipun” Zhen Yuan berseru kagum dalam hatinya.


“Baiklah, kami akan membantumu” ucap Zhen Yuan.


“Terimakasih tuan” Baiseng membungkuk hormat sebelum kembali ke mayat neneknya. Ia melakukan penghormatan terakhirnya dan menceritakan bahwa dirinya akan pergi bersama Zhen Yuan. Walau tahu neneknya tidak lagi bisa mendengar perkataannya, tapi setidaknya Baiseng telah mengatakannya secara langsung.


Setelah itu, Zhen Yuan bersama dengan Botak Kun dan Shu Lian membantu pemakaman neneknya. Ia juga memberikan beberapa formasi tak kasat mata disana agar makamnya tidak diganggu oleh hewan buas atau dirusak oleh orang- orang.


Setelah pemakaman, Baiseng telah kembali ceria. Ia seolah telah menyimpan kesedihannya di dalam hati paling dalam dan tidak membiarkan siapapun mengetahuinya. Hal ini membuat ketiganya sekali lagi terkejut.