
Kali ini giliran Shu Lian untuk menantang posisi kelima. yang ditempati oleh kultivator muda aliansi Jeritan Neraka. Lawannya berada di peringkat keempat diputaran pertama namun dikalahkan oleh Botak Kun membuatnya turun peringkat.
Belum selesai ia memaki Botak Kun, kini Shu Lian ingin menantang membuatnya semakin kesal. “Kali ini saya tidak akan kalah dan membuatmu membayar apa yang telah dilakukan teman kelompokmu itu padaku!”
Shu Lian tahu bahwa lawannya kali ini sedikit membawa dendam untuknya, tapi ia tidak terlalu memusingkannya. Ia menggunakan seluruh kekuatannya kali ini di langkah pertama, Shu Lian ingin menghemat banyak waktu untuk memulihkan tenaganya sebab di putaran selanjutnya ia mungkin akan menghadapi genius muda dari Kelompok Surga.
Genius muda dari kelompok surga tidak lain adalah salah satu genius terkuat dari aliansi. Ia berasal dari aula misi dan adminisitrasi, meski kekuatannya tidak sebanding dengan Baisheng dan yang lainnya dalam kelompok 10 besar, namun baik Shu Lian dan Botak Kun masih kurang percaya diri untuk menghadapinya.
“Genius muda dari aula Misi dulunya tidak sebanding dengan Baisheng namun kini ia harus berada dibawah Baisheng dan bertarung dengan Shu Lian dan Botak Kun.” Zhen Yuan menggeleng pelan, sedikit menyayangkan bakat yang dimiliki aula misi.
Di dalam seleksi pulau, Baisheng berada diurutan keempat sementara genius muda itu ada diurutan ketiga. Dua lainnya adalah genius muda aula Hukum yang kini menjadi kultivator Bijak Master dan anak dari penatua Yu berada di ranah Bijak Maju membuat keduanya melenggang dengan mudah di babak ketiga.
Kembali ke pertarungan, lawan yang dihadapi Shu Lian tercengang sebab dari awal ia telah mendapatkan tekanan yang kuat dari Shu Lian. Meski ia telah sekuat tenaga untuk melawan namun semakin lama ia bertarung semakin terlihat jarak kekuatan antara keduanya.
Ketika melewati menit kelima belas, ia berusaha untuk menjaga jarak dari Shu Lian sayangnya yang terakhir tidak begitu mudah dan terus membuat serangan yang kuat hingga akhirnya Shu Lian berhasil mematahkan tangan kanan lawannya dan membuatnya berteriak kesakitan.
“Saya menyerah!” ia tidak tahan lagi. Shu Lian tersenyum dingin, baru saja ia ingin mengampuni lawannya dengan cepat namun pesan telepati Zhen Yuan baru saja terdengar ditelinganya.
“Jangan beri ampun untuk mereka yang berasal dari Jeritan Neraka! Ingat bahwa mereka yang telah menghancurkan dataran Asal Mula kita”
Shu Lian teringat dendam mereka, sebab itu ia tidak mengampuni lawannya dan membuatnya menderita. Shu Lian menendang dengan keras tubuh lawannya hingga terpental ke pinggir arena.
Banyak orang mendesis pelan melihat perlakuan Shu Lian pada lawannya. Mereka semua berpikir bahwa bahkan jika lawannya masih dapat pulih untuk putaran selanjutnya, ia tidak akan bisa bertahan dalam posisi 10 besar bahkan jika lukanya parah maka ia mungkin akan terdepak dari posisi 100 besar.
Hal ini membuat banyak genius muda menantikan kemalangan yang lainnya, bagi mereka yang lemah itu adalah kesempatan melihat saingat kuat mereka bertarung dengan mati-matian satu sama lain.
Genius muda aula misi adalah seorang wanita yang sangat mirip dengan master Aula Yu Minghe. Orang- orang mungkin dapat berprasangka bahwa wanita itu adalah putri dari Master Aula Misi Yu Minghe.
“Kita pernah bertemu dalam seleksi genius muda, saat itu kau bukanlah tandinganku tapi kini kau berdiri sejajar dan ingin menentangku. Jika kau berhasil mengalahkan ku dalam 100 langkah maka kau bisa menantang tempat kedua diputaran berikutnya. Tapi jika tidak maka jangan harap untuk mendapatkan ketinggian yang lebih dari ini”
Ia diputaran pertama telah mencoba menantang posisi kedua yang diisi oleh genius muda dari pulau utama. Sayangnya ia gagal dan membuatnya tidak dapat menantang orang lagi sampai posisi kedua berpindah tangan.
Botak Kun mengangguk serius. Ia mengerahkan segala upayanya dan bertarung menghadapi lawannya.
Sementara itu tidak ada yang menyadari jika salah satu monster iblis yang berada dibelakang grand Elder Lin Xi telah menghilang. Mungkin hanya kapten pulau dan komandan Starry yang menyadarinya namun keduanya tidak melakukan apapun karena mengira selama tidak mengganggu turnamen tidak masalah bahkan jika semua rombongan monster iblis pulang kembali kepulau Jeritan Neraka.
Grand Elder memiliki senyum menyeramkan diwajahnya, hanya ia yang tahu bahwa kepergian salah satu monster iblis adalah untuk menemui Master Pemurnian Han Jin di pulau Kelompok Surga. Ia membawakan sebuah surat yang ditulis langsung oleh Grand Elder dan berisi tentang kesepakatan kerja sama.
“Pohon yang terlalu tinggi akan mudah diterjang oleh angin yang besar! Meski dimasa depan mungkin master Han Jin akan menjadi musuh saya tapi setidaknya ia masih membenci orang yang memiliki potensi untuk menggagalkan rencananya mengkudeta.”
Lin Xi tidak mungkin memiliki posisinya saat ini menjadi Grand Elder dan mendapatkan sumber daya yang melimpah dari pulau Jeritan Neraka tanpa alasan. Selain memiliki bakat yang tinggi, ia juga orang yang picik dan berpandangan tajam.
Pemimpin pulau bahkan tidak menyadari master pemurnian pill yang telah ia anggap sebagai seniornya selama ini telah berencana untuk mengkudeta dirinya selama bertahun- tahun. Ini bukan karena master Han Jin yang mengerjakannya terlalu rapi tapi pemimpin pulau kurang dalam pandangannya.
Berbeda dengan Grand Elder Lin Xi yang mendapatkan tempatnya saat ini dengan banyak tindakan kejam dan licik. Dengan begitu pandangannya dan pemikirannya lebih unggul dari pemimpin pulau. Grand Elder Lin Xi telah lama menyadari tindakan aneh master Han Jin yang membuat beberapa muridnya membangun kekuatan di pulau Kelompok Surga bukannya bergabung bersamanya dalam pusat pulau.
Karena penasaran, ia mengirimkan beberapa mata- mata disetiap kekuatan dan kemudian setelah bertahun- tahun mata- mata yang ia kirimkan kini menjadi petinggi setiap kekuatan. Mereka perlahan menyadari tindakan master Han Jin dan mengirimkan kabar tersebut pada Lin Xi.
~~