
Formasi yang dikerahkan pertama adalah formasi Tujuh Keheningan yang mana dulunya formasi tersebut adalah salah satu karya cipta Zhen Yuan sebagai dewa Pengetahuan. Meski formasi Tujuh Keheningan yang sekarang jauh lebih rendah daripada formasi Tujuh Keheningan yang sebenarnya tapi kekuatannya tidak dapat dianggap remeh.
Formasi ini harus dikendalikan setidaknya oleh satu orang yang pandai dalam formasi yang kemudian dibantu oleh 6 orang lainnya untuk menyediakan sumber energi jiwa untuk pusat formasi. Disebut sebagai Tujuh Keheningan sebab formasi ini memiliki 7 serangan yang mana akan menyerang target dengan ganas.
Meski kelihatan megah, namun formasi ini memiliki kekurangan yaitu menggunakan terlalu banyak energi. Sebab itulah Zhen Yuan meminta keenam orang lainnya bergabung membantunya mengirimkan serangan.
“Serangan Pertama!” Zhen Yuan mengaktifkan serangan pertama dari formasi Tujuh Keheningan. Pada serangan pertama ini, Zhen Yuan menciptakan sebuah pedang besar raksasa diatas langit. Pedang itu bersinar dengan cahaya agung menuju kultivator Mortal yang bersiap melakukan serangannya.
Patriark Yiqian yang terlihat waspada segera menyadari serangan tersebut. Ia dengan cepat menggunakan kekuatannya menciptakan sebuah perisai yang terbuat dari kumpalan rotan yang besar dan kuat.
Perisai itu dengan cepat melindungi kultivator Mortal seolah tidak ingin ada gangguan menimpa padanya.
“Saya tahu itu! Kalian berusaha untuk membuat tetua itu terganggu sehingga formasi Seribu Serangga kalian tidak dapat dihancurkan oleh kami! Sayang sekali tindakan kalian telah membuatku yakin jika formasi itu telah menurun dan kultivator Mortal dapat menghancurkannya” senyum tersungging dibibir patriark Yiqian ketika ia berhasil menahan serangan pedang raksasa dari formasi Tujuh Keheningan.
Patriark Duchong dan yang lainnya tidak berharap itu akan terjadi, mereka menoleh kearah Zhen Yuan dan berharap jika anak itu akan melemparkan serangan kedua dan ketiga. Mereka seolah telah meremehkan kekuatan dari Tujuh Keheningan.
“Tenanglah! Walau patriark Yiqian sangat kuat, ia tidak dapat menahan formasi itu begitu lama” Zhen Yuan tersenyum kecil sebelum ia mengendalikan pedang besar itu kembali.
Sulur- sulur tersebut kemudian menyatu membentuk sebuah tangan yang kembali lagi menghalangi pedang raksasa. Tidak mau terulang untuk kedua kalinya, Patriark Yiqian kembali mengerahkan ratusan sulur lainnya untuk membentuk sebuah jaring super besar dan menyelimuti pedang besar.
Pedang besar bergerak tak karuan ketika jaring itu menangkapnya, Zhen Yuan sedikit serius ketika patriark Yiqian berhasil melihat kelemahan dari formasi serangan yang pertama.
“Memang pantas untuk menjadi patriark sekte besar dan tetua utama. Dalam segi kekuatan dan pikiran, ia memiliki keduanya!” Zhen Yuan memuji. Untuk dapat menghalangi Pedangnya untuk kedua kalinya adalah kekuatan sedangkan untuk mengetahui kelemahan serangan adalah pikiran.
“Karena kau ingin mengendalikannya maka kau harus menanggung ledakannya!” Meski begitu, Zhen Yuan jauh lebih licik. Karena serangannya kini mampu dijerat dan dikurung oleh Yiqian membuatnya mengambil keputusan dengan cepat. Membiarkan tidak seorangpun diantara mereka yang mengambil keuntungan dari serangan pertama.
BOOMM! Ledakan yang super kuat terjadi, patriark Yiqian terdorong mundur ketika pedang raksasa yang ia tangkap tiba- tiba meledak menjadi sebuah energi jiwa yang murni. Itu segera menghancurkan jaring maupun tangannya yang terbuat dari sulur super kuat.
Disaat yang sama, tetua Mortal itu melemparkan serangannya pada formasi Seribu Serangga. Patriark Duchong dan kelima tetua berteriak khawatir, sementara Zhen Yuan membuat serangan kedua dan ketiga untuk menghadapi serangan tetua Mortal.
Serangan ketiga Zhen Yuan membentuk sebuah Singa Perak dengan belang hitam ditubuhnya. Sementara serangan ketiga berupa mawar berduri. Singa Perak mengaum dan mengacungkan keempat kakinya yang memiliki cakar super kuat dan tajam kearah serangan tetua Mortal.
Serangan dari tetua Mortal tidak lain adalah sebuah bayangan Pembunuh khas milik keluarga Zhen. Segera bayangan itu bertabrakan dengan Singa Perak membuat ledakan energi yang dahsyat. Singa Peraknya seketika hancur diikuti oleh bayangan pembunuh yang menjadi lebih transparan.