
“Kekuatan dari Pulau utama tidak bisa dipandang sebelah mata! Ia menjadi pusat sekaligus pemimpin dari kepulauan terbuang. Adapun kekuatan mereka” Zheng Cho berhenti sejenak lalu melihat kelompok Zhen Yuan.
Ia melanjutkan, “Bahkan kelompok kalian masih dikatakan sebagai yang paling rendah! Di pulau utama, kekuatan dibagi atas banyak tingkatan dimulai dari Prajurit Rekrut yang merupakan kultivator Jiwa kebawah.
Sedangkan diatasnya ada Calon Prajurit yang ditandai dengan kekuatannya mencapai ranah Jiwa Puncak. Adapun kultivator Mortal, mereka akan dibagi menjadi Prajurit, Kopral dan Sersan. Bagi mereka yang merupakan prajurit memiliki kekuatan Mortal Sejati hingga lapisan ke tiga. Setelah mereka mencapai lapisan 4 barulah dipromosikan ke tingkatan Kopral. Setelah mencapai puncak mereka akan dipromosikan menjadi Sersan.
Mereka yang berhasil melewati petir surgawi akan diangkat menjadi Letnan, saat itu kemuliaan akan menjadi milik mereka sebab akan memiliki kebebasan untuk memiliki pasukan dan mengembangkannya tanpa campur tangan pulau utama. Kekuatan tingkat Letnan jugalah yang menjadi syarat minimal untuk diterima oleh kepulauan Terbuang” Zheng Cho berhenti menjelaskan.
Singa Kecil sedikit mengerutkan keningnya ketika mendengar syarat minimal untuk diterima. “Apa kau mencoba membohongi kami? Jelas- jelas kau mengatakan jika dataran Gurun Bandit hanya di pimpin oleh 3 kekuatan terkuat yang masing- masing memiliki kultivator Mortal Puncak sebagai yang terkuat. Ini artinya Gurun Bandit tidak termasuk dari kepulauan Terbuang, tapi mengapa kami melihat bendera Pulau Utama di beberapa sudut dunia kecil?”
Zheng Cho panik, ia menggeleng dengan cepat dan berkata, “Ini karena kondisi istimewa yang kami ajukan!” Zheng Cho tersenyum pahit, ia terpaksa menceritakan bahwa ketiga kekuatan sepakat untuk mengirimkan 2x lipat bayaran pertahunnya untuk Pulau Utama asalkan mereka mendapatkan perlindungan.
“Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, bahwa ketika seorang mencapai tingkat Letnan ia dapat membangun kekuatannya sendiri tanpa campur tangan pulau utama. Dan untuk pengakuan pulau utama, dibutuhkan kekuatan tingkat Letnan minimal untuk diakui. Sebab itu kami telah membayar mahal seorang Letnan dari pulau utama untuk menjadi bagian dari kami sehingga syaratnya terpenuhi”
Zhen Yuan dan yang lainnya mengerti, ini artinya dataran Gurun Bandit membayar 2x lipat karena setengah dari mereka akan menjadi komisi dari sang letnan. “Letnan itu mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda! Disatu waktu ia mendapatkan ribuan kristal merah pertahun tanpa usaha yang berarti dan juga mendapatkan kekuatan yang dapat ia perintahkan dan kendalikan seperti Gurun Bandit.”
Zheng Cho hanya bisa tersenyum kecut mendengar kesimpulan Zhen Yuan. Ia membenarkan kesimpulan dari pemuda itu, “Kami melakukan itu hanya untuk tidak menderita invansi kekuatan luar yang kejam. Ada banyak kasus yang mana sebuah dataran yang tidak dilindungi oleh pulau utama hancur hanya dalam 100 tahun akibat invansi kekuatan luar.”
Pemuda itu setuju dengan alasan Zheng Cho, ia rela melepaskan beberapa ribu kristal merah untuk kedamaian dan perlindungan. Kemudian Zhen Yuan memiliki ide, ia melirik Zheng Cho sejenak. “Kami bisa membantumu mencapai ranah Bijak Suci dalam sekejap, asalkan kau menjalankan apa yang kami inginkan, kau tertarik?”
Zhen Yuan merasa mendapatkan beberapa dukungan tidak terlalu buruk, melihat Pencuri Bayangan adalah salah satu dari 3 kekuatan terkuat disana akan sangat menguntungkan. Apalagi jika dataran Gurun Bandit dan Asal Mula dapat bekerja sama dan membentuk aliansi maka keamanan dari kedua dataran akan semakin besar.
“Bagaimana cara kalian melakukannya?” Zheng Cho skeptis. Wajar saja jika reaksinya seperti itu mengingat kultivator Bijak Suci bukanlah sembarangan orang dan sulit untuk dicapai oleh orang sepertinya jika tidak maka ia telah lama berkuasa di Gurun Bandit.
“Apa kau pernah mendengar tentang Pill Esensi Jiwa?” Zhen Yuan tersenyum kecil.
Zheng Cho yang awalnya skeptis kini terkejut, ia menatap Zhen Yuan dengan penuh harapan. “Pill yang ada membantu seorang kultivator Jiwa mencapai kultivator Mortal dalam sekejap. Meski pill itu begitu berharga dan langka namun itu tidak berguna bagi kami”
“Apa itu?”
“Ini bernama Pill Esensi Mortal! sebuah formasi pill yang setingkat lebih tinggi dibandingkan Esensi Jiwa. Sesuai dengan namanya, ia mampu membuat kultivator Mortal mencapai ranah Bijak Suci dalam sekejap”
Mata Zheng Cho menyala, ia begitu buas menatap ketiga pill yang dipegang oleh Zhen Yuan. “Dimana kau mendapatkan pill seperti ini?”
Zhen Yuan tidak menjawab, ia menyimpan kembali ketiga pill kedalam kantong penyimpanannya. Kali ini singa kecil yang berbicara, “Kami bisa memberikannya padamu tapi kau harus membuat dataran Gurun Bandit menjadi pengikut dari dataran Asal Mula!
Zheng Cho menggeleng, “Meski saya setuju tapi saya ragu dua kekuatan lainnya tidak akan setuju! Kecuali jika mereka mendapatkan pill Esensi Mortal juga”
“Kau tidak perlu khawatir! Kami akan membantumu menjadi pemimpin dari dataran Gurun Bandit, setelah menjadi pemimpin kau tidak perlu mendengar saran atau penentangan dari yang lainnya dan bebas memutuskan keputusan”
“Kalian?” Zheng Cho terdiam, “Walau kalian berhasil membuatku terpojok dan tersiksa seperti sekarang tapi akan berbeda jika menghadapi kekuatan penuh dari 2 kekuatan terkuat di dataran Gurun Bandit”
Singa Kecil menampar Zheng Cho, “Itu lah sebabnya kau harus ikut bersama dengan pasukanmu. Dengan begitu kita akan menang”
“Baiklah tapi setidaknya kalian harus melepaskanku bukan?” Zheng Cho meringis pelan ketika bilah angin tetua Huang mengiris lengan kirinya.
Zhen Yuan memberi tanda pada ketiga tetua untuk melepaskan Zheng Cho. Setelah itu Zhen Yuan memberi Zheng Cho pill Cedera Emas tingkat Mortal, dengan begitu luka- luka yang ada ditubuhnya mulai pulih dan seperti sedia kala.
“Baiklah, kapan kalian ingin menyerang mereka?” Zheng Cho yang telah pulih kembali bersemangat, ia tahu kejayaan dataran Gurun Bandit akan berada di tangannya setelah ini.
“Sekarang juga bisa!” Zhen Yuan berkata pelan, baginya bertindak lebih cepat akan lebih baik.