
“Baiklah sekarang peringkat 174 bisa menantang”
Pria yang berada di peringkat 174 sedikit tidak enak saat ini. Ia sangat kesal karena mendapatkan peringkat paling akhir. Meski ia tahu bahwa meski menjadi peringkat terakhir ia masih menjadi orang terkuat dalam formasinya dibabak kedua.
“Saya menantang posisi 170!” Ia tidak bisa membiarkan posisinya terlalu rendah. Ia yakin akan menanjak hingga mencapai 10 besar!
Lawannya yang berada di peringkat 170 berkata dengan tak acuh. Ia juga agak yakin dengan kekuatannya. Pertarungan dimulai dan keduanya menggunakan kekuatan penuh mereka untuk bertarung.
Kekuatan keduanya sebanding dengan kultivator Bijak Maju, sayangnya yang berada di peringkat 170 sedikit lebih kuat. Ia berhasil mengalahkan penantang.
“Anda hanya memiliki kesempatan kalah sebanyak 3 kali! Setelah itu anda akan berada di peringkat terakhir kali. Selain itu anda tidak akan bisa menantang orang yang sama sehingga anda hanya bisa menantang mereka yang berada dibawahnya” Komandan Starry Night berkata.
Wajah kultivator muda itu memburuk ketika mendengar suara komandan Starry Night. Apakah ini artinya ia tidak akan bisa mendaki lebih jauh? Meski begitu ia bertekad dan menantang peringkat 171 dan akhirnya menang.
“Pulau utama menggunakan kunci dan pintu untuk memudahkan genius muda mereka. Jelas sekali bahwa mereka menempatkan genius muda yang kuat disetiap kelipatan 10 untuk mereka yang berada di bawah 100 besar.”
Kemudian penantang berikutnya datang, itu adalah nomor 171 yang kini mendapatkan peringkat terbawah. Ia menantang peringkat 170 namun sayang ia mengharapkan keajaiban datang. 171 dikalahkan lebih mudah kali ini dan harus puas menantang mereka yang berada diperingkat 172.
“Setiap putaran mereka hanya diizinkan untuk memenangkan 1 pertempuran. Jika batas kekalahan mereka habis, di putaran selanjutya mereka tidak mendapatkan hak menantang dan hanya bisa menjaga tempatnya untuk tidak jatuh.”
~~
Proses babak ketiga berjalan lebih lama, setidaknya Zhen Yuan dan semua orang disana telah menunggu selama 1 hari dan mereka baru mencapai nomor 120. Orang yang berada di nomor 120 adalah pria brandalan, ia memiliki luka di dahinya dan membekas membuatnya terlihat menakutkan. Ia merupakan wakil dari aliansi Jeritan Neraka.
“Saya ingin menantang 110!” ucapnya sambil menatap putri Embert dengan tatapan keji. Kebetulan Putri Embert berada di urutan ke 110, ia gagal masuk kedalam 100 besar. Di pertarungannya, putri Embert tidak menggunakan kekuatan penuhnya dan masih menahan, sama seperti yang lain ia menguasai kedalaman hukum namun tidak menggunakannya.
Meski begitu, putri Embert sangat tenang ketika menerima tantangan dari lawannya. “Seorang wanita yang memiliki aura putri kerajaan besar! Saya tidak akan melukaimu terlalu banyak jika kau tertarik menemaniku beberapa hari dikamar” ucap pria beringas itu, ia menjilati bibirnya dengan penuh nafsu.
“Keras kepala! Lihat bagaimana saya akan menaklukanmu” Pria itu menyerang dengan pisau melengkung ditangannya. Kekuatannya menyaingi kultivator Bijak Maju. Sayangnya kekuatan Putri Embert juga tidak bisa dipandang remeh.
Putri Embert menguasai sihir waktu, bahkan kehebatannya jauh lebih besar dibandingkan ratu Musim Semi, ibunya. Ia dengan mudah membaca arah serangan lawan lalu membuat celah sehingga menangkap kelemahan lawan dengan mudah.
Orang lain akan melihat jika putri Embert memiliki kecepatan yang tinggi, mereka tidak tahu jika ia memanipulasi waktu disekitarnya dan membuat tubuhnya bergerak lebih cepat dari waktu normal.
Pria itu kewalahan, ia mundur lalu kembali menyerang dengan teknik Bijak yang ia miliki. Putri Embert kini mengeluarkan pedangnya. Sama seperti sebelumnya, ia menggunakan pedang ditangan kanan dan tongkat sihir ditangan kiri.
“Tarian Pedang 4 Musim!” Kini ilmu dan teknik pedangnya tidak lagi bermuara pada musim semi, melinkan berubah menjadi 4 musim yaitu musim Semi, Gugur, Dingin dan Panas. Begitu pedangnya bergerak, ratusan daun berguguran.
Diselimuti dengan sangat baik, keduanya bergerak menghasilkan derit dan benturan pedang. Putri Embert nampak menikmati pertarungannya, ia merasa harus menggunakan kesempatan ini untuk mendapatkan pengalaman yang lebih dan mendorong tekniknya. Ia menyadari kekurangannya adalah teknik Pedang 4 Musim masih merupakan teknik Semi Bijak yang hampir menjadi teknik Bijak yang kuat.
Alasan mengapa putri Embert mampu mendominasi lawan di babak sebelumnya karena ia memiliki teknik meramal yang sangat kuat. Dengan bantuan itu kekurangannya dapat sedikit teratasi.
Pertarungannya berlanjut hingga satu jam lebih, Putri Embert tampak semakin bersemangat seolah ia tidak merasakan kelelahan karena pertarungan yang intens. Sebaliknya lawannya telah terengah- engah karena setiap serangannya menggunakan kekuatan penuh hingga mendorong tubuhnya mencapai batas.
Putri Embert menyadari hal tersebut, sebab itu ia segera berputar lalu mengakhiri perjuangan lawannya. Jika saja putri Embert tidak mengasihaninya, lawannya mungkin akan terbunuh oleh Pedang Musim Gugur.
Para genius muda yang memiliki rangking 111 hingga 119 awalnya ingin menargetkan putri Embert. Sayang sekali kekuatan yang ditunjukkan telah melebihi ekspektasi mereka, mereka tahu putri Embert akan menjadi juru kunci dan menghalangi mereka naik jika ia tetap berada di peringkatnya sekarang.
Beberapa jam kemudian, putri Embert mendapat gilirannya untuk menantang. Tanpa rasa ragu ia menantang peringkat ke 100.
~~