
“Teknik Neteer Mendalam! Pukulan Seribu Malam!” Sisa rotan yang terbakar segera dikendalikan oleh Hongyun dan mengarahkannya pada wanita terakhir.
Wanita itu dengan elegan memukul rotan terbakar itu kearah para pasukan tetua dibelakang. Serangannya begitu cepat seakan dapat melompati ruang dan tiba di depan para tetua yang tidak siap.
Kedua tetua yang dikelilingi api menoleh kebelakang dan mendapati beberapa tetua mereka mati seketika akibat serangan tersebut.
“Kalian telah melakukan langkah yang salah!” Tetua dari Muara Dalam kebetulan mendalami ilmu elemen Air. Ia menggunakannya untuk menghancurkan rotan berapi yang masih datang kearah para tetua dibelakang.
Tapi wajahnya seketika berubah ketika mendapati teknik airnya bahkan tidak dapat memadamkan api wanita itu.
“Kau tidak mungkin dapat memadamkan api saudari juniorku dengan airmu itu!” Wanita terakhir nampak sedikit barbar, meski dikepalanya tersangkut sebuah mahkota berlian hitam.
“Kekuatan dari saudari Yewan juga semakin kuat!” Qing Hongyun juga ikut memuji.
Ketiga wanita itu tersenyum tipis lalu kembali ke dalam barisan. Mereka menyerahkan serangan selanjutnya pada devisi yang lainnya.
Master Hayang tersenyum senang melihat kekuatan dari para wanita itu. Mereka sama sekali tidak kalah dengan para pria bahkan Qing Hongyun jauh lebih kuat darinya walau kultivasinya sangat rendah.
Devisi kedua yang bergerak adalah devisi Formasi Api dan Raja Senjata. Devisi dari Formasi Api hanya di pimpin oleh 2 orang pemuda. Yang pertama adalah pemuda berpakaian putih dengan pedang tersampir dipinggangnya sementara yang lain adalah pemuda berjubah hijau, keduanya tidak lain adalah Jian dan Gou Shan. Masing- masing dari mereka ada di lapisan awal seperti Qing Hongyun.
Keduanya bersama dengan 10 orang lainnya mulai membuat sebuah formasi dari tangan mereka lalu dengan cepat mengarahkan kesepuluh formasi itu kearah musuh. Segera kesepuluh formasi menjadi satu membentuk sebuah burung Vermilion dengan kekuatan setara dengan kultivator Jiwa puncak.
Kedua tetua itu mulai menganggap mereka serius. Keduanya memutuskan untuk sama- sama menyerang formasi tersebut sebab akan mengancam para tetua yang mereka miliki. Namun karena mereka dihalangi oleh lingkaran api yang tidak dapat dipadamkan membuat keduanya harus sedikit kerepotan dalam menghadapi formasi tersebut.
Master Hayang menggunakan kesempatan ini untuk menyerang musuh, kedua tetua paling kuat mereka telah sibuk menghadapi formasi beast.
“Serang! Buat jalan untuk pergi dari sini” Master Hayang memberikan perintah.
Tentu saja para tetua musuh tidak membiarkan master Hayang lolos. Mereka juga melakukan perlawanan membuat peperangan ditempat itu mampu menggetarkan bumi.
“Saudari Yewan, apakah anda ingin berlomba siapa yang paling banyak membunuh musuh kali ini?” Qing Hongyun nampak bersemangat, dari tubuhnya keluar gelombang api yang tak terlihat membuat Yewan Er sedikit menjauh takut jika terkena aura api tersebut.
Yewan Er mengangguk cepat, “Saudari junior, bersiaplah untuk kalah!” Ia segera menggunakan teknik Neteer Mendalamnya dan mulai menyerang musuh yang paling dekat dengannya.
Qing Hongyun tidak lagi menahan aura apinya yang kuat. Ia melaju seperti meteorit menuju kepungan musuh lalu membuat badai api yang sangat besar disana. Ia tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kekuatan sejatinya ketika mencapai ranah Jiwa. Kali ini adalah kesempatannya untuk melihat sebatas mana kekuatannya telah berkembang!
Qing Hongyun bagaikan dewa api yang membakar segala sesuatu yang mendekatinya. Bahkan pedang petir milik para tetua Pedang Petir segera hancur ketika menyentuh badai apinya.
Sementara itu, seorang pria yang berdiri diantara para biksu menatap yang lainnya dengan mata berbinar. Ia tidak sabar untuk turun dan bertarung. Seorang biksu tampan yang berada disamping mengetahui niat pemuda itu.
“Darma, ingatlah untuk tetap waras dalam membunuh! Anda tidak boleh seperti yang lainnya atau ketiga segel budha tidak akan mengakuimu lagi” Biksu itu tidak lain adalah biksu Ashwin, ia sama seperti Grand Elder Mei.
Darma mengangguk, lalu mulai memisahkan diri dari rombongan biksu dan menuju para musuh. Sementara itu Biksu Ashwin telah bergabung dengan tetua yang lainnya yang menjadi pasukan terdepan untuk membuat jalan keluar.
Walau pemahaman formasi Jian setinggi yang dimiliki oleh Gou Shan namun ia lebih menyukai menggunakan pedang daripada formasi. Pedang putihnya itu telah berubah menjadi merah karena dari musuh- musuhnya. Ketika ia melihat pedangnya itu, Jian menggunakan formasi pembersihan kelas 9 untuk membersihkannya membuat pedangnya kembali bersih seperti sedia kala.
Gou Shan tertawa melihat tindakan saudaranya itu. Ia mengendalikan formasi Yin dan Yang ditangannya untuk melarikan diri dan menghindari serangan musuh sedangkan ditangannya formasi kelas 7 berupa rantai telah beberapa kali membunuh musuh dan menghancurkan jiwanya.
Master Hayang dan kelima tetua telah bertarung habis- habisan dengan para tetua yang ada di pasukan musuh. Walau kekuatan dan jumlah mereka kalah tapi berkat teknik- teknik tingkat tinggi yang diberikan oleh Zhen Yuan membuat mereka semua dapat bersaing.
Terbukti ketika master Hayang dapat membunuh seorang kultivator lapisan 5 dengan menggunakan teknik Nafas Api. Teknik ini menjadi salah satu dari beberapa teknik Mortal yang diberikan, walau belum mencapai tahap Mortal namun kekuatan master Hayang telah berkembang pesat ketika menggunakannya. Ia bagaikan kobaran api yang menyala membakar banyak musuh dalam sekali serang.