
Penginapan itu tidak memiliki papan nama dan juga tidak memiliki pagar. Pemuda itu hanya mengetahui jika itu adalah penginapan karena memiliki selebaran yang tertempel di pintu masuk. Zhen Yuan segera masuk ke dalamnya dan mendapati ruangan yang cukup lebar dan terdapat meja- meja bundar yang berantakan. Ada pula puluhan kursi kayu yang tidak teratur disana.
“Permisi!” Zhen Yuan sebenarnya agak ragu setelah melihat penampilan luar dan ruangan itu tapi ketika ia ingin pergi, seorang pria tua bungkuk tiba- tiba muncul dan membalas Zhen Yuan.
Sontak, Zhen Yuan terkejut melihat kedatangan pria tua itu yang tiba- tiba. Singa Kecil memicingkan matanya lalu memeriksa sang pria tua.
“Dia seorang kultivator Mortal Sejati!” ucap Singa Kecil setelah energi spritualnya yang kuat memeriksa.
Mendengar kekuatannya, Zhen Yuan menjadi lebih tenang dengan rombongan. Kekuatan mereka jauh lebih kuat bahkan Baisheng yang merupakan orang terlemah diantara mereka yakin mampu berhadapan dengan pria tua bungkuk itu dengan percaya diri.
“Bisakah kami menyewa penginapan ini untuk semalam saja?” Zhen Yuan kembali ke bisnis mereka.
Sang pria tua tersenyum lebar sambil mengangguk keras, “Tentu saja! Kalian bisa menyewa disini. Adapun harganya, kalian bisa menyewa semuanya dengan 1 kristal merah saja”
Zhen Yuan terkejut karena harganya yang begitu murah namun mengingat suasana dan keadaan disana, membuat harga 1 kristal merah sudah begitu mahal.
Zhen Yuan dan yang lainnya segera mengambil kamar mereka masing- masing sedangkan Badak Bercula memanfaatkan ruangan dibawah yang untuk tempat tidurnya. Mereka semua segera tertidur begitu berbaring, perjalanan pertama mereka menggunakan formasi teleportasi tentu membuat mereka berguncang dan merasa tidak enak. Sebab itu Zhen Yuan mencari penginapan agar mereka semua dapat beristirahat dan kembali pulih.
Hanya Singa Kecil dan Zhen Yuan tidak tidur, mereka saling berbicara lewat telepati mengenai keadaan dunia luar apakah masih seperti dulu atau tidak.
“Saya masih sedikit waspada dengan kakek tua itu, entah mengapa ada hal yang janggal dan aneh ketika saya memeriksa kultivasinya seolah- olah ada kabut yang menghalangiku.” ucap Singa Kecil.
“Apakah itu seperti ditahan oleh sesuatu?” Zhen Yuan menjadi lebih serius.
Singa Kecil mengiyakan, “Apakah kau curiga jika kakek tua itu menyembunyikan kultivasi yang sebenarnya?”
“Tentu saja kekuatan!” ucap keduanya secara bersamaan. Hanya dengan mengandalkan kekuatannya, kakek tua itu bisa bertahan sampai sekarang.
Keduanya semakin waspada dengan penginapan tersebut dan memilih untuk tidak membicarakannya dengan yang lain. Keduanya bergantian untuk beristirahat setelah beberapa saat.
~~
Sementara itu, di ruangan yang ada dibelakang penginapan, sosok pria tua bungkuk yang dilihat oleh Zhen Yuan yang lainnya kini berjalan dengan tegap. Keriput diwajahnya juga banyak menghilang dan menampilkan pria paruh baya dengan wajah yang cukup menakutkan. Terdapat banyak sayatan dan luka di wajahnya, entah itu ia dapat dari pertarungan atau apapun itu.
Di ruangan yang gelap itu, ia tidak sendirian melainkan bersama dengan bayangan hitam misterius. Pria itu segera membungkuk hormat pada bayangan misterius dengan wajah penuh ketakutan.
“Tuan, saya kembali mendapatkan tumbal bagi anda. Kali ini tumbalnya adalah yang terbaik! Mereka masih muda- muda dan juga memiliki bakat yang mengerikan” ucapnya.
Sosok bayangan hitam itu tersenyum lebar sambil mengeluarkan kikikan tawa yang membuat pria itu merinding. “Saya dapat merasakan mereka dari sini! Dengan memakan jiwa mereka, saya akan dapat menjadi lebih kuat dan melewati tahap Mortal ini dengan mudah! Bahkan petir surgawi tidak akan menghalangi saya”
Pria paruh baya itu semakin senang mendengarnya, ia kemudian mengatakan akan melakukan persiapannya dengan sebaik mungkin. Malam ini, mereka akan mendapatkan kekuatan yang baru dan dapat mengambil alih dataran Gurun Bandit.
Setelahnya pria paruh baya itu kembali ke bentuk aslinya yang seorang pria tua bungkuk dengan kekuatan yang lemah. Ia menuju dapur dan mulai menyiapkan hidangan istimewa bagi para tamunya.
Singa Kecil yang mendapat giliran menjaga segera menyadari pergerakan dibawah, ia mengirimkan energi spiritualnya dan melihat sesuatu di dapur. Ia melihat pria tua itu memasak dengan semangat dan memasukkan banyak bahan dan tanaman herbal berkualitas di dalam kuali.
Namun pria tua itu juga memasukkan banyak benda- benda aneh yang seharusnya tidak dimasukkan. Misalkan saja jarum dan jerami yang ia masukkan dalam jumlah yang cukup banyak. Tidak sampai disana, ia mengiris telapak tangannya lalu memasukkan darah yang mengalir dari telapak tangannya ke dalam kuali dan sukses membuat Singa Kecil mual.
“Semakin mencurigakan!” Singa Kecil terus mengamati pria tua itu, setelah belasan menit hidangan yang disajikan oleh pria tua itu telah selesai. Ia menyajikannya begitu baik dan seolah terlihat menggugah selera. Jika saja Singa Kecil tidak melihat prosesnya, ia pasti akan menelan ludahnya akibat tergoda.