To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Mencari Bantuan III



Zhen Yuan merasa lebih baik setelah sehari semalam bermeditasi, energinya telah pulih begitupula dengan tetua Huang dan tetua Kedua, sayangnya tetua Bai masih dalam perawatan.


“Saya merasakan krisis kekuatan saat ini! Setidaknya saya harus memutuskan untuk melangkah ke ranah mortal lebih cepat!” Zhen Yuan menceritakan niatnya pada mentri Yan Jie.


Karena ia telah menguasai teknik Badai Petir dan Sayap Kilat yang merupakan teknik mortal maka tidak akan menjadi masalah jika melangkah ke ranah mortal tanpa menunggu teknik- teknik lainnya.


“Saya akan menyiapkan tempat yang baik untukmu menerobos, apakah ada hal spesifik yang kau butuhkan?” tanya mentri Yan Jie.


Zhen Yuan menggeleng pelan, “Tidak ada yang saya butuhkan kecuali perlindungan anda. Peningkatan ranah kultivasi saya berbeda dengan semua orang, sejak mencapai ranah Jiwa saya harus melewati kesengsaraan surgawi agar dapat berhasil. Sebab itu saya mungkin perlu tempat yang sepi dan tidak ada seorangpun yang mengganggu atau akan sangat berbahaya”


Mentri Yan Jie terkejut, “Bukankah kesengsaraan surgawi hanya di dapatkan ketika seorang kultivator Mortal ingin melangkah menuju ranah Bijak Suci? Bagaimana bisa kau melewatinya?”


Ia tidak dapat membayangkan bagaimana cara Zhen Yuan untuk lolos dari kesengsaraan surgawi yang bahkan kultivator Mortal Puncak dahulu sangat ketakutan ketika mendengarnya.


“Jika itu tempat yang sepi dan bebas dari gangguan, alangkah baiknya jika melakukan terobosan di lautan. Selain tidak akan menghancurkan daratan dan menimbulkan kerusakan, di lautan hanya ada monster dan hewan buas.” Setelah berpikir sebentar, mentri Yan Jie memberi saran.


Zhen Yuan merasa saran dari mentri Yan Jie dapat diterima dan sedikit masuk akal sebab itu ia menyetujuinya. Hari itu juga mereka mulai menyiapkan hal- hal yang diperlukan. Zhen Yuan juga menyelesaikan pembuatan senjata ajaib berupa baju besi berwarna emas dan merah.


Baju besi itu mengandung formasi peredam guntur dan pertahanan bumi yang masing- masing merupakan formasi kelas 6. Sedangkan baju besinya terbuat dari kristal penyerap energi milik jendral iblis. Dengan begitu baju besi akan memiliki keamanan dan perlindungan berlapis.


Dua hari kemudian, tetua Bai telah pulih. Ia memutuskan untuk ikut serta dan membantu keamanan Zhen Yuan ketika terobosan. Ada kalanya ketika Zhen Yuan memperkenalkan mentri Yan Jie pada tetua Bai, yang terakhir begitu terkejut hingga kesulitan berbicara.


Tetua Huang menegur dan menyadarkan tetua Bai dari keterkejutannya, “Ada Apa?”


Namun pertanyaan tetua Huang diabaikan olehnya. Tetua Bai malah memberi salam dan membungkuk kepada mentri Yan Jie sambil berkata. “Qiubai memberi hormat pada pemimpin penjaga agung!”


Sontak mendengar perkataan Qiubai baik tetua Huang maupun tetua kedua tercengang, sambil menatap lurus mentri Yan Jie yang kini tersenyum kecut.


Zhen Yuan menepuk jidatnya, ia melupakan fakta bahwa Qiubai dulunya mantan pasukan penjaga Agung ketika masih berada pada ranah Jiwa. Sayang sekali ia memutuskan untuk keluar ketika telah berumur lanjut namun belum mencapai ranah Mortal.


Sebagai mantan pasukan penjaga agung, ia mengenali dan menghapal semua dari para penjaga Agung. Sebab itulah ketika ia bertemu dengan mentri Yan Jie, ia langsung teringat mengenai pemimpin penjaga agung yang lalu.


Qiubai mengangguk, ia semakin terkejut selama perjalanan melihat Zhen Yuan dan mentri Yan Jie berjalan bersama dan bercanda bagai orang biasa. Suatu keberuntungan baginya dapat bertemu langsung dengan para penjaga agung apalagi pemimpin mereka.


Mereka tiba di sebuah pantai pesisir wilayah rendah. Itu berada di dekat kerajaan Daun Hijau yang pernah menjadi musuh kerajaan Neteer. Mereka memilih wilayah tersebut karena kekuatan dari para monster laut disaa sangat rendah.


Bahkan ketika mereka berenang hingga puluhan kilometer, monster dan hewan buas yang mereka temui hanya berada pada ranah Jiwa Awal hingga lapisan 5. Kelimanya akhirnya berhenti ketika mereka mencapai jarak 40 kilometer dari bibir pantai.


“Disini!” Zhen Yuan melepaskan formasi Four Deviden, memakai baju besi serta bersiap untuk memakan Pil Armor Thunder. Adapun Yan Jie dan yang lainnya mundur dari jarak 15 hingga 20 kilometer sambil mengawasi hewan buas yang memasuki wilayah tersebut.


Zhen Yuan duduk meditasi, ditangannya telah ada pill Esensi Jiwa. Dengan sekali telan, pill Esensi Jiwa dimurnikan dan menjadi energi yang kuat menyerang dantiannya. Ketika sampai disana, dantiannya mulai mengalami perubahan menjadi lebih besar hingga membentuk sebuah bola berukuran super besar.


Zhen Yuan terkejut mendapati perubahan dalam  dantiannya sangat besar. Luas dantian yang dimiliki kultivator Mortal tidak mencapai 1/100 dari miliknya. Adapun bola raksasa itu semakin membesar mengikuti perubahan dantian.


Namun yang mengejutkan  bola itu tiba- tiba meledak dan membuat sebuah dataran yang luas. Dari dataran itulah muncul rumput dan tumbuhan. Zhen Yuan mengerutkan keningnya, seharusnya yang tercipta adalah sebuah mahkluk hidup tapi anehnya ia menciptakan tanah dan rerumputan di dalamnya.


“Apa ini?”Zhen Yuan panik, tapi sebelum masalahnya selesai gumpalan awan hitam mulai menyelimuti mereka bahkan suasana di daerah itu menjadi gelap karena cahaya tertutup.


Kilat- kilat petir mulai terlihat di atas awan. Zhen Yuan menelan ludahnya, ia dapat merasakan atmosper tekanan yang kuat dari atas awan. Yan Jie dan para pengikut Zhen Yuan melihat dari jauh dengan khawatir.


“Kita hanya berharap Zhen Yuan dapat selamat dari cobaan ini!” Mentri Yan Jie berkata.


Sementara itu, Singa kecil kembali memperingatkan Zhen Yuan agar lebih banyak merasakan petir surgawi yang menghantam tubuh. Barulah ketika ia benar- benar tidak sanggup maka Zhen Yuan dapat memakai perlindungannya.


Di ranah jiwa, Zhen Yuan mendapatkan kesusahan petir surgawi yang paling mudah. Itu disebut sebagai Tiga Kesengsaraan Kecil. Meski begitu, kesengsaraan kecil hanya ditaklukkan oleh para kultivator Mortal Puncak yang sedikit lagi menjadi kultivator Bijak Suci. Ia mungkin menjadi yang pertama berhasil lolos dari kesengsaraan petir ketika berada ditahap Roh menuju Jiwa.


Sekarang adalah kesusahan petir surgawi tahap kedua. Sama seperti yang pertama, ia memiliki sebutan tersendiri yaitu Enam Kesengsaraan Besar. Kesengsaraan ini seperti namanya, memiliki 6 gelombang petir surgawi. Di kehidupannya sebagai dewa pengetahuan, ia juga berhasil melewati kesengsaraan ini ketika berada di puncak ranah Bumi.


Setiap kultivator yang ingin mencapai Ranah Langit harus melewati petir surgawi yang kedua. Kekuatan dari setiap petir mampu membunuh kultivator Langit dengan mudah.