
“Mereka sangat lemah! Saya ragu memiliki banyak uang dikantong mereka” Fang Hua berkata sedikit tak berdaya.
Zhen Yuan menggeleng pelan, “Apa kau tidak mengetahui cara kerja perampok dan pembunuh? Ketika kawan ataupun anggota mereka ada yang dibunuh maka orang yang lebih kuat akan datang dan berusaha untuk membalaskan dendamnya. Sebab itu tidak perlu takut akan kekurangan uang selama perjalanan menuju domain selanjutnya, akan ada satu persatu orang yang memberi kita emas secara cuma- cuma”
Malam semakin larut, sudah banyak toko dan pedagang kecil yang menutup toko mereka. Pemandangan seperti ini cukup biasa di lingkungan manusia biasa namun untuk kota Bima yang merupakan salah satu kota terbesar dari organisasi Gagak Merah adalah hal yang aneh. Para kultivator tidak terlalu peduli siang atau malam untuk beraktivitas.
“Mereka rupanya cukup sabar” ucap Fang Hua sambil menutup mulutnya karena tertawa.
Zhen Yuan menggeleng pelan sebelum memimpin menuju bagian kota yang lebih gelap dan sepi. Baru pada saat inilah beberapa sosok muncul dari kegelapan dan mengungkapkan diri mereka pada Zhen Yuan dan Fang Hua.
Zhen Yuan terkejut mendapati beberapa sosok mulai menghadang jalannya sementara Fang Hua sudah gemetar ketakutan dibelakang.
“Apa yang kalian inginkan?” Zhen Yuan memegang ganggang pedangnya lalu menggertakkan giginya seolah bersiap untuk melakukan pengorbanan terakhir.
Kelompok itu tertawa lebar melihat aksi Zhen Yuan, mereka merasa lucu. Mereka tidak langsung mengancam Zhen Yuan namun mencoba untuk semakin menakut- nakuti keduanya. Sampai kemudian sosok paling tua yang juga merupakan satu- satunya kultivator Bijak Puncak menatap tajam Zhen Yuan dan Fang Hua.
“Hmph!” Tanpa aba- aba ataupun tanda, pria tua itu melepaskan serangan yang berbentuk energi yang luar biasa menuju Zhen Yuan dan Fang Hua. Kelompoknya terkejut, namun belum sempat mereka bertanya energi itu telah berada di depan Zhen Yuan dan membuat ledakan yang menciptakan badai debu dan pasir diudara.
Kelompoknya ketakutan melihat serangan pria sepuh itu, dua kultivator bijak lapisan sembilan menelan ludah mereka. Mereka yakin jika mendapatkan serangan seperti itu akan mendapatkan luka yang parah dan tidak akan bisa bergerak dengan bebas.
“Tuan mengapa Anda menyerang mereka?” Seorang kultivator lapisan sembilan bertanya. Ia berpikir bahwa mereka tidak perlu turun tangan sebab keduanya mungkin tidak terlalu kuat.
“Apa yang kau pikirkan? tidak ada orang yang gemetar ketakutan tapi memiliki kuda- kuda yang mantap dan mata yang fokus.” cibir pria tua tersebut.
Tidak sampai sedetik pria tua itu mengatakan alasannya, suara tepuk tangan terdengar dari kejauhan tepatnya pada tempat Zhen Yuan dan Fang Hua.
“Sepertinya kau harus berlatih berakting lebih giat lagi” Zhen Yuan tertawa.
“Zhen Yuan, kau tidak melakukannya dengan baik sebab itu mereka menyadarinya”
Pasukan mereka nampak bersiaga ketika melihat Zhen Yuan maupun Fang Hua tidak terluka setelah menerima serangan dari kultivator Bijak Puncak.
Zhen Yuan yang merasa bosan segera melambaikan tangannya yang seketika itu juga sebuah tangan dari sebuah formasi muncul dan menyerang pasukan yang ada. Seketika itu juga kultivator bijak lapisan delapan ke bawah terluka parah.
“Ambil ini!” Pria sepuh itu tidak membiarkan Zhen Yuan berbuat sesukanya, ia juga melepaskan serangan untuk menghancurkan formasi Zhen Yuan, sayangnya serangannya disambut oleh sebuah pedang yang terbuat dari cahaya.
“Pak tua, anda benar- benar menggagalkan kemampuan sandiwaraku, sepertinya saya harus memberimu beberapa pukulan hari ini.”Fang Hua berkata.sambil melepaskan tendangan yang dipenuhi energi pada sang pria tua.
Sementara Zhen Yuan kini menghadapi dua kultivator bijak lapisan sembilan beserta selusin kultivator lapisan delapan yang tersisa.
Zhen Yuan menahan diri untuk tidak melepaskan serangan yang mengandung teknik mistik dan terus menggunakan kemampuannya dalam tiga aspek. Berkat pertarungannya, ia dapat lebih ahli dalam menggunakan tombak dan menggunakan kemampuan dan keunggulan tombak untuk mencapai musuh yang jaraknya tidak dapat diatasi oleh sebuah pedang.
Zhen Yuan menusuk salah satu kultivator bijak lapisan delapan disana ketika ia berhasil dipukul mundur. Tidak sampai disitu, Zhen Yuan bergerak maju dan melemparkan tombaknya kedepan yang kemudian tiga kultivator yang tidak siap harus menerima mata tombak yang super berkekuatan itu menembus tubuh mereka dan merenggut napas terakhir didunia.
Seolah tidak terganggu dengan kematian mereka berempat, anggota perampok lainnya tetap maju dengan penuh kekuatan. Zhen Yuan tersenyum sinis pada kedua kultivator lapisan sembilan. Meski ia telah beradu beberapa kali dengan keduanya, nampak bahwa keduanya masih menyimpan energi mereka dan tidak bertarung dengan sungguh- sungguh.
“Kalian berniat untuk membuat saya kehabisan energi dengan mengorbankan mereka?” Zhen Yuan tersenyum sinis, ia ingin melihat bagaimana rencana yang mereka susun ini akhirnya gagal.
Zhen Yuan meladeni sembilan kultivator lapisan delapan yang tersisa. Ia tidak sekalipun berkeringat dan berpindah tempat terlalu banyak ketika berhadapan dengan mereka. Ia tidak seperti telah menggunakan banyak energi ketika sembilan kultivator itu mulai kelelahan menyerang Zhen Yuan.
“Kalian terlalu lemah” Zhen Yuan menggeleng pelan sebelum melepaskan gerakan memutar pada tombaknya yang seketika itu juga tombaknya memanjang dan memberikan luka yang parah pada mereka masing- masing.
Setelah itu Zhen Yuan menerjang kearah dua kultivator bijak lapisan sembilan, kali ini ia menggunakan sepuluh persen kekuatannya yang cukup membuat salah satu dari mereka tewas dalam sekejap.
Kultivator lapisan sembilan lainnya tercengang sekaligus ketakutan, ia ingin mundur namun ketika ia berbalik, sebuah kepala menggelinding tepat dibawah kakinya. Kepala itu membuat rasa yang ada dalam perutnya ingin kembali keluar.