
Selain itu, keluarga Xiao sungguh tidak memiliki penghormatan dan penghargaan pada master Zhen. Anda bahkan tidak membawakan hadiah kecil disini dan mengundang master Zhen hanya dengan diri anda? Setidaknya Grand Elder Xiao Boyun yang datang kemari meminta Zhen Yuan menjadi tetua kehormatan.”
Wajah Xiao Ning memucat, Ia menyadari kesalahannya. Dengan perasaan malu , Xiao Ning meninggalkan penginapan Pill Merah. Diikuti oleh para master alkemis keluarga Xiao yang memendam kekesalan pada putri Shen Yide.
Zhen Yuan sama sekali tidak menahan Xiao Ning membuat wanita itu semakin sadar jika pemuda itu setuju dengan Shen Yide.
Putri Embert kemudian mengajak Shen Yide untuk berbicang, meninggalkan Zhen Yuan dan yang lainnya disana. Mereka ingin membicarakan rencana kedepannya menghadapi 4 sekte utama di kerajaan Blue Moon sebab itu tidak baik membiarkan Shen Yide mendengarnya.
“Master Zhen, sepertinya dimasa depan saya harus membawa namamu untuk berlindung diistana Pusat. Jika tidak maka Yiqian pasti akan membuat tekanan bagi saya karena statusnya yang lebih tinggi” kekeh tetua Duyao.
Zhen Yuan tidak masalah tentang hal tersebut. Yang ia khawatirkan adalah jika Yiqian berhasil menarik hati para Master Yang Mulia dan membuatnya diangkat menjadi master yang mulia keempat.
Saat itu terjadi maka hanya dengan satu perintahnya saja, sekte Obat Mujarab, Serangga Beracun, dan dirinya akan dihabisi oleh istana Pusat.
“Saya yakin tidak akan lama bagi Yiqian diangkat menjadi alkemis utama dan setelah itu diangkat lagi menjadi alkemis mulia.” ucap tetua Duyao dengan khawatir. “Kita harus menggagalkan Yiqian bagaimanapun caranya.”
Zhen Yuan setuju, “Kalau begitu kita akan membuat rencana setelah memasuki istana pusat dan melihat keadaan disana. Jika memang kita tidak bisa menghentikannya dengan kekuatan kita sendiri maka saya hanya memiliki satu cara.”
Walau menyebutkan memiliki cara terakhir, tapi Zhen Yuan memilih untuk tidak mengungkapnya sekarang. Sebab menurutnya cara ini sangat beresiko dan mungkin saja gagal.
Sementara itu, di kediaman para keluarga besar sedang terjadi kegaduhan sebab patriark Duan Ling dan tetua Li Pinggo secara mengejutkan membuat pengumuman untuk membeli bahan- bahan yang mereka sebutkan dengan harga 2 kali lipat dari pasaran.
Adapun keluarga Xiao, sejak kepulangan Xiao Ning dan para alkemis, mereka memutuskan untuk kembali ke kerajaan Blue Moon secepatnya. Bahkan grand Elder Xiao Boyun telah meninggalkan kota Bintang Merah lebih dahulu dengan kecepatan penuhnya.
“Tetua Li, bisakah kau mengalah dan memberiku kulit binatang itu? Kau telah banyak mendapatkannya” Patriark Duan mengeluh.
Li Pinggo tertawa, “Maaf saja, walau kami memiliki pertemanan yang dekat selama ini, tapi untuk mendapatkan barang berharga seperti tas penyimpanan, kami bisa melupakannya lebih dulu.”
Patriark Duan cemberut mendengarnya, tetua Li memang jauh lebih banyak mendapatkan bahan yang mereka inginkan sebab ia seringkali menaikkan harga beli walau harus rugi banyak. Sedangkan patriark Duan kebetulan tidak membawa banyak uang membuat harga beli yang ia tawarkan lebih rendah.
~~
Di kediaman keluarga Zhen, seorang pria muda berpakaian bangsawan duduk di kursi utama, disebelahnya seorang wanita muda dengan paras cantik bak dewi berdiri mendampinginya.
“Kita sudah menganalisis dan mencoba resepnya berulang kali, tapi tetap saja tidak dapat membuat satu pill Esensi Jiwa bahkan dengan kualitas rendah sekalipun” Pria muda itu tidak lain adalah Zhen Tian, pangeran Pertama keluarga Zhen serta ahli alkemis muda nomor satu di dataran Asal Mula.
“Pangeran, sepertinya resep yang dimiliki oleh istana pusat itu tidaklah lengkap atau mungkin salah! Sebab itu kita tidak mendapatkan hasil apapun dan hanya kerugian semata!” Seorang alkemis kelas 6 berpendapat.
“Yang dikatakan master memang benar! resep itu pasti salah. Tapi jika resep itu salah? bagaimana mungkin Zhen Yuan itu dapat membuat pill Esensi Jiwa? Terlebih ia melakukannya hanya dalam sekali pemurnian” kini Zhen Ruo yang berbicara.
“Itu mudah saja! Master Zhen Yuan mengetahui resep aslinya dan ia sengaja membingungkan kita dengan memurnikan semua bahan dalam sekali waktu!”