
Qing Hongyun secara terus menerus mengerahkan teknik- teknik hebatnya yang berasal dari teknik papan atas yang diberikan Zhen Yuan padanya. Diantara mereka, secara mengejutkan Qing Hongyun memiliki 2 teknik yang telah dipahami hingga tingkat Bijak.
Dengan kedua teknik terkuatnya itu, lawannya perlahan mulai frustasi melihat kekuatan dan berbagai macam tekniknya dihancurkan oleh Qing Hongyun.
Pertarungan Du Lian yang paling spektakuler, entah berapa banyak kabut hijau diterbangkan angin di udara. Mereka bahkan mulai menciptakan awan- awan kecil yang membuat para kultivator lemah gemetar ketakutan. Satu sentuh dari kabut tersebut akan membuat tubuh mereka meleleh menjadi cairan.
Sementara itu lawannya adalah kultivator yang menggunakan dagger atau pisau kecil untuk menghadapi lawannya. Sejujurnya ia adalah spesialis pembunuh diam- diam sehingga menghadapi seorang dengan kemampuan seperti Du Lian adalah musuh alaminya juga.
Ia tidak bisa bergerak sembarangan atau bahkan maju menyerang Du Lian tanpa perencanaan. Lawanya mungkin akan menunggunya melakukan gerakan sebelum mengubah udara menjadi racun mematikan.
Meski begitu, Du Lian juga tidak bisa dikatakan memiliki keunggulan berarti karena ia tidak dapat bertahan jika melakukan konfrontasi langsung seorang ahli pisau memiliki pertarungan jarak dekat yang hebat. Sebab itu ia mempertahankan jarak dan terus menyerang dari jarak yang aman.
“Nona, kau begitu hebat dan juga berbakat. Kami adalah anggota dari pulau Jeritan Neraka, pulau terkuat ketiga di kepulauan terbuang. Di sana kami bahkan hanyalah seorang pelayan dan murid luar, ada banyak orang yang lebih kuat dari kami. Jika kau membunuh kami semua disini maka orang yang jauh lebih kuat akan datang dan memusnahkan kalian” Orang itu mulai mengancam ketika semua rencana dan serangannya dipatahkan oleh Du Lian.
Pikirnya, Du Lian akan ketakutan dan tidak akan meneruskan pertarungan, ia mungkin akan melepaskan mereka. Namun wajahnya berubah ketika Du Lian melepaskan kabut hijau dan menghilang dari pandangan.
Ia memasang ekspresi waspada penuh dan memperhatikan sekeliling. Ketakutan tumbuh di dalam hatinya dan itu cukup mengejutkannya yang merupakan pembunuh bayaran. Seorang yang biasanya membunuh orang lain dalam keadaan yang gelap kini memiliki ekspresi ketakutan akan kematian.
Tiba- tiba sebuah jarum kecil meluncur di belakangnya, momentum seperti itu tidak akan bisa dilepaskan oleh orang lain dan membuat mereka terkena serangan Du Lian. Namun ia adalah seorang pembunuh dan memiliki insting yang jauh lebih peka dari orang lain.
Pisau yang ia lemparkan tertahan di udara begitu pula dengan jarum kecil Du Lian. Namun kemudian pisau itu mulai meleleh tanpa sebab begitupula dengan jarumnya. Pembunuh itu berkeringat dingin melihat pisaunya yang berharga meleleh.
“Apakah kau tidak takut jika seorang lebih kuat dari kami datang dan menghancurkan dataran ini?! Biarkan kami pergi dan semuanya akan selesai disini” Orang itu ketakutan.
Namun Du Lian seolah tidak mendengarkan, ia malah melemparkan puluhan jarum lainnya dari segalah arah. Pembunuh tetap pembunuh, meski ia dalam ketakutan tapi indra dan instingnya tetap terjaga. Begitu serangan Du Lian kembali ia mengambil beberapa pisau lainnya dan melemparnya sesuai dengan arah yang ia rasakan. Kini keduanya beradu untuk melihat siapa yang memiliki lebih banyak pisau dan jarum adalah pemenangnya.
Di pertarungan lainnya, terlihat Mentri Yan Jie mengeluarkan potensi terbesarnya dari teknik bayangan miliknya. Selama ini, lawan terkuat yang ia hadapi adalah kaisar iblis yang memiliki kekuatan Petir Merah. Namun di pertarungan itu, sedikit ia mendapati kelemahan dalam tekniknya dan jatuh kedalam kebimbangan kultivasi.
Hal inilah yang membuat kultivasinya melambat dan sulit untuk naik. Jika bukan karena tempat awalnya yang lebih tinggi dari orang lain dan potensinya yang cukup tinggi, Mentri Yan Jie mungkin tidak akan bisa menjadi kultivator Mortal Puncak.
Namun kini ia kebetulan dapat memaksimalkan potensi teknik bayangan yang ia miliki. Membuat sedikit simpul dihatinya terbuka.
Darma memainkan segel Budha dengan sangat mahir, ia menjelma seperti seorang budha yang mengirimkan hukuman dari neraka pada seorang iblis.
Jika seorang melihat kerja sama antara Darma dan mentri Yan Jie, bahkan kultivator Mortal Puncak tidak akan bisa bertahan dari keduaya. Namun sayang lawan mereka adalah kultivator Bijak Puncak yang memahami teknik air.
Ia memiliki keunggulan untuk memadamkan api milik Darma, jika saja segel Budha milik Darma bukanlah teknik setengah Bijak dan diresapi oleh sedikit kekuatan Budha maka mungkin apinya akan segera padam ketika bertemu air.