
“Nak jaga ucapanmu!” Ia mengerahkan badai air raksa yang besar menyelimuti seluruh bagian formasi. Yi Shang mau tidak mau harus menjaga jarak dan kembali membuat perlindungan. Kekuatan mereka seimbang saat ini, tidak ada yang bisa melukai ataupun membuat dominasi dalam 10 menit pertama.
Raja Hitam yang menjadi juri tidak sabar melihat genius muda terkuatnya seperti itu. Orang- orang baru saja mengejek lawannya bahkan tidak lolos dalam kualifikasi namun hari ini ia bermain imbang dengan genius terkuat mereka.
“Lakukanlah dengan cepat, waktu kalian tersisa 10 menit!” Agar setiap pertandingan tidak berjalan alot dan lama, mereka dibatasi hingga 30 menit untuk para tetua dan 20 menit untuk para genius muda.
Genius besar dari aliansi Budak Raja menjadi tidak sabar, ia segera menggunakan kekuatan penuhnya menciptakan 10 bola raksa dan mulai menyerang dengan ganas. Yi Shang tidak memiliki waktu untuk membuat serangan balik dan hanya bisa terus mundur menghindari bola- bola raksa yang memiliki daya hancur yang besar.
Yi Shang terpojok hingga ia membentur dinding formasi, tidak ada lagi jalan mundur baginya sementara lawan dihadapannya semakin dekat dan seperti tidak ingin mengampuni Yi Shang.
“Mati kau!” Sepuluh bola raksa menerjang tanpa ampun kearah Yi Shang yang telah terpojok. Bahkan jika ia melepaskan kekuatan penuhnya sekarang ia akan keluar dengan cedera dan luka parah.
Zhen Yuan melihat bahwa kelima budak emas yang memegang formasi sekaligus menjadi wasit tidak bertindak bahkan disaat seperti ini. Ia benar- benar tidak bisa membiarkan keadilan menimpa Yi Shang.
Zhen Yuan melepaskan beberapa sulur lotus kedalam tanah dan merambat menuju kedalam formasi. Sulur lotus yang telah dilengkapi oleh formasi kelas 4 itu tidak akan terdeteksi oleh siapapun disana kecuali dengan seorang master formasi kelas 4 sekelas Master Ye.
Ia tidak melepaskan dan menyelamatkan Yi Shang dengan segera tetapi melihat tindakan yang akan diambil oleh kelima wasit. Sayangnya hingga serangan itu hampir mengenai Yi Shang, mereka seolah tidak melihatnya dan tidak mengambil tindakan apapun. Barulah kali ini Zhen Yuan mengendalikan sulurnya dan menarik Yi Shang kedalam tanah.
Yi Shang menghilang secara mengejutkan membuat serangan lawannya membentur dinding formasi. Zhen Yuan memunculkan Yi Shang kembali tepat diseberang yang jauh dari lawannya.
“Tidak perlu menahan diri! Jika perlu kau lukai dia dengan berat, mereka ingin melukaimu dengan sengaja. Saya yang bertanggung jawab jika itu terjadi” Zhen Yuan mengirimkan pesan telepati pada Yi Shang.
Yi Shang awalnya ingin menyimpan kartu truf yang ia miliki untuk turnamen nanti, tapi kali ini ia harus mendapatkan kemenangan demi menyelamatkan muka faksi Asal Mula serta menendang wajah aliansi Budak Raja. Ia juga akan menghapus ejekan dan cap buruk semua orang tentang dirinya yang mendapatkan hak istimewa.
Setelah serangan lawannya mereda, Yi Shang membangkitkan bakat bawaannya serta menggunakan teknik Amarah. Dengan bantuan buff dari keduanya serangan Tombak Kaisarnya menjadi sangat kuat hingga mampu membunuh kultivator Bijak Master.
“Rasakan ini!” Serangan tombak menerjang lawannya dengan gelombang yang dahsyat. Lawannya juga tidak kalah, ia membuat sebuah bola kecil berwarna putih. Bola itu melesat menuju serangan Yi Shang. Kekuatannya tidak kalah dengan serangan tombak Yi Shang karena
Namun sebelum kedua serangan itu bertemu, Yi Shang telah berlari kearah lainnya. Ia melontarkan teknik Amarahnya dan membuat tubuhnya terbang keatas tepat dibelakang lawan. Tidak sampai disana, Yi Shang menggunakan teknik Tombak Kaisar lainnya yang kali ini disertai dengan sedikit pemahamannya tentang unsur kehancuran.
Lawannya terkejut dengan serangan lainnya dari Yi Shang, ia segera membentuk ratusan lapisan dinding raksa untuk menahan serangan kedua Yi Shang. Sayangnya dinding tersebut tidak mampu menahan serangan Yi Shang dan hancur seketika.
Kelima wasit yang merupakan budak emas segera turun tangan. Dengan lambaian tangan dari salah satunya serangan Yi Shang dan lawannya menghilang. Di dalam formasi hanya tertinggal Yi Shang yang sudah kelelahan dan lawannya yang bergidik ketakutan.
Ia hampir saja terluka parah akibat serangan Yi Shang. Jika saja budak emas tidak turun tangan maka serangan Yi Shang akan menengai dirinya.