
Setelah berpikir lama, master Han Jin menyuruh untuk membuat aula hukum bertindak demi keadilan.
“Kalian harus mengorbankan salah satu dari 5 pulau pendukung kalian dan seorang dari kalian juga harus menjadi korban disini” Master Han Jin berkata dengan tegas.
Ketua aula dan yang lainnya juga langsung mengerti, mereka ingin bertindak di depan umum seolah- olah telah menemukan pengkhianat dalam aula dan kemudian mengeksekusinya dihadapan umum. Dengan begitu walau pemimpin pulau dan faksinya ingin menjatuhkan mereka, faksi netral yang ada akan menentang dan mempertanyakan keadilan bagi aula hukum.
Ketua aula melirik ketiga bawahannya, ia merasa tidak mau untuk mengorbankan salah satu diantara ketiganya. Sampai kemudian pria gemuk itu memilih seorang tetua yang paling tua diantara ketiganya.
“Tetua Ko, maafkan saya. Demi aula hukum dan faksi, anda dan seluruh pulau Ahli akan dijadikan kambing hitam. Saya berjanji, hari dimana aula hukum kita berhasil, anda akan menjadi pahlawan terbesar dan memiliki jasa yang tak terhingga”
Tetua Ko tetap diam, ia telah menduga dirinya akan dipilih sebagai kambing hitam. Diantara ketiga bawahan ketua aula, dialah yang paling tua namun kekuatannya yang paling lemah, sangat wjar jika ia yang akan dikorbankan.
“Saya menerimanya dengan sepenuh hati tuan! Maafkan atas semua kesalahan saya dimasa lalu. Saya dan pulau Ahli siap menjadi tameng dan perisai untuk faksi”
Ketua Aula hukum tersenyum sedih, tetua Ko mewakili 2 tetua inti lapisan delapan dan 5 tetua inti lapisan tujuh. Dengan mengorbankan tetua Ko, aula hukum akan kehilangan 8 tetua inti sekaligus. Belum lagi menghitung kehilangan mereka atas 4 tetua inti yang gagal membuat ada selusin tetua inti.
Mereka kemudian pamit dan meninggalkan istana itu secara diam- diam. Tepat dihari berikutnya, aula hukum membuat pengumuman besar dan membuat gempar seluruh pulau dan kekuatan yang ada dibawahnya.
Ketua aula hukum terlihat bermartabat dengan tubuhnya yang gemuk diatas singgasana. Ia mengumumkan dengan wajah dingin bahwa tetua Ko, seluruh pengikut dan keluarganya serta pulau Ahli adalah tersangka atas pengkhianatan terhadap pulau Kelompok Surga!
Tetua Ko dan yang lainnya dijatuhi hukuman mati dengan mayatnya dihancurkan dan dibuang di dasar pegunungan paling menakutkan yang ada dipusat pulau. Nasib pulau Ahli juga tidak kalah buruk, mereka yang memiliki kultivasi diatas ranah Roh akan dimusnahkan menyisakan ranah Roh kebawah. Status ‘pulau’ mereka juga akan dicabut oleh pulau utama jika tidak mendapatkan kultivator Bijak dalam waktu 10 tahun.
Orang harus tahu bahwa pulau Ahli masih merupakan pulau yang berada diantara 50 besar, mereka dulunya dipimpin oleh keluarga Ahli, asal dari tetua Ko. Patriark mereka memiliki kekuatan setara dengan tetua inti lapisan 8.
Zhen Yuan menerima berita tersebut melalui kaisar iblis, ia tidak memiliki waktu untuk keluar dari kediaman Chu Xingtian setelah tiba sebab yang terakhir nampak bersemangat dan terus mencoba untuk memurnikan pill Esensi Mortal.
Meski pill Esensi Mortal hanyalah pill kelas 6 teratas namun ia memiliki tempat yang istimewa dihati Chu Xingtian. Ini karena ia mendapatkan resep gulungan asli pill Esensi Mortal yang merupakan warisan turun temurun dari keluarganya.
Mungkin selain Zhen Yuan, hanya master Ye dan pemimpin pulau yang mengetahui bahwa Chu Xingtian memiliki darah seorang kultivator ranah Bumi. Sosok kultivator seperti itu adalah kekuatan utama di luar kepulauan terbuang.
Kepulauan Terbuang hanyalah sebagian kecil dari kawasan yang luas. Selain itu kepulauan Terbuang hanya dikategorikan sebagai yang terlemah diantara kawasan tersebut. Ada banyak kultivator Bijak Puncak seperti pemimpin pulau di sana bahkan seorang kultivator ranah Mistik hanya akan menjadi seorang penatua biasa dikekuatan utama. Dikepulauan terbuang, kultivator ranah Mistik telah menjadi Admiral, atau penguasa tertinggi yang biasa disebut sebagai leluhur atau wali.
“Ini sangat sulit, apakah kemampuan saya hanya terbatas seperti ini?” Chu Xingtian berkata dengan depresi. Ia telah mencoba hampir seratus kali namun tetap saja tidak mampu membuat satu buah pill peringkat rendah.
“Kakak Chu, anda harus bermeditasi dan menstimulasikan semuanya disana. Ketika anda yakin barulah anda mencoba untuk membuatnya” Zhen Yuan sebenarnya tidak ingin menegus Chu Xingtian dan ingin mencoba melihat batas kemampuannya. Namun melihat tumpukan bahan yang terbuang sia- sia membuatnya sangat tidak enak. Jika itu Zhen Yuan, maka ia mungkin akan menghasilkan lebih dari seribu batch pill Esensi Mortal.
Seakan mendapat pencerahan Chu Xingtian mengangguk. Ia menyadari dirinya terlalu gegabah dan terburu- buru untuk mencapai tujuan. Padahal semuanya memiliki proses yang panjang dan membutuhkan kesabaran.