To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Menunjukkan Kekuatan



Setelah dari istana Pill, Zhen Yuan segera membawa Baiseng menuju tempat berlangsungnya sayembara. Ia bergerak bagaikan hembusan angin membuat Baiseng terpana benda dan rumah yang tidak lagi dapat ia lihat dengan jelas. Semuanya berlangsung dalam sekejap, tidak sampai 15 menit mereka berdua sampai di aula besar dengan atasan yang terbuka.


Aula itu setidaknya menampung lebih dari 100 ribu orang yang telah terisi penuh. Diatasnya terdapat juga berbagai kursi penonton yang jauh lebih nyaman, tidak lebih dari 100 kursi berjejer disana. Zhen Yuan dapat merasakan kekuatan jiwa setiap orang yang duduk dikursi tersebut.


Dengan langkah ringan, Zhen Yuan berjalan menuju kursi atas. Para penonton yang datang lebih awal terkejut mendapati pemuda itu berniat naik ke atas. Seorang pria paruh baya dengan wajah ramah segera menegurnya.


“Nak, apa yang kau lakukan? Berhenti dan duduk dibangku bawah. Hanya kultivator jiwa yang dapat duduk disana” tegurnya dengan sopan.


Zhen Yuan tersenyum tipis, ia tidak mendengarkan perkataan dari pria itu. Terus melangkah naik hingga 2 penjaga disana segera menghalangi langkahnya. Kali ini nada suaranya sangat tidak sopan dan bersahabat.


“Kenapa saya tidak boleh duduk diatas sana? Banyak orang tua yang tidak kompeten duduk diatas, itu berarti sebagai generasi muda , saya juga boleh duduk diatas sana” ucap Zhen Yuan pada penjaga.


Suaranya tidak terlalu keras dan pelan tapi sebagian besar orang yang ada menoleh kearahnya, mereka tentu mendengarkan ucapan Zhen Yuan.


“Apa yang diucapkan anak itu? Ia benar-  benar bosan hidup” Wanita yang menggendong bayi dikursi penonton berkata dengan ketakutan.


“Anak itu tentu saja tidak mengetahui aturan disini. Tapi berkata tidak sopan seperti itu dan mengatakan pria tua yang tidak kompeten pada puluhan kultivator jiwa adalah hal yang paling buruk” Seorang kembali berkata.


“Kasihan, nasib anak itu telah ditentukan hari ini. Ia tidak akan bisa selamat”


“Ya kita juga tidak bisa begitu pasti. Anak ini sepertinya sangat percaya diri, apakah ia memiliki dukungan yang kuat dibelakangnya?”


Banyak pendapat penonton terdengar, Zhen Yuan sama sekali tidak menaruh perhatian pada mereka sebab 2 penjaga yang berdiri didepannya kini menatap Zhen Yuan dengan penuh amarah.


“Kau benar- benar berbicara buruk pada para master!”


Keduanya secara bersamaan memaki Zhen Yuan dan menyerangnya. Orang- orang kebanyakan menutup mata mereka, tidak sanggup melihat pembunuhan itu terjadi. Dua serangan dari kultivator Roh Puncak benar- benar akan membuat remaja berumur 17 tahun itu tewas tanpa bisa berteriak.


Tapi kemudian Zhen Yuan menaikkan alisnya, sambil tersenyum sinis ia menunggu serangan keduanya datang. Kedua penjaga itu melihat Zhen Yuan tidak berniat untuk melawan atau menghindar berpikir jika anak itu terkejut dan ketakutan setengah mati sampai tidak bisa berbuat apa- apa lagi.


Tepat ketika mereka semua mengira jika pemuda itu telah tewas ditangan para penjaga, Zhen Yuan telah menghilang dari tempatnya. Kedua penjaga dapat merasakan hembusan angin yang kencang melewatinya.


Sementara orang- orang yang berada dibangku penonton terkejut karena menghilangnya Zhen Yuan, orang yang berada di atas dapat sedikit melihat bayangan yang melewati dua penjaga itu, meski tidak terlalu jelas.


“Hmph! Jika saja kalian bukan berasal dari kerajaan Musim Semi, saya tidak akan membiarkan kalian hidup” Kemudian sebuah dengusan dingin datang dari tempat paling atas dikursi. Mereka semua serentak melihat ketempat tersebut, termasuk dua penjaga itu.


Betapa terkejutnya mereka melihat pemuda yang dihadang oleh dua penjaga telah berhasil duduk ditempat paling atas. Kedua penjaga itu segera menelan ludah mereka, sadar bahwa orang yang mereka singgung memiliki kekuatan yang besar.


“Tuan muda... Tolong maafkan kami. Kami benar- benar salah telah menghalangi jalan anda” ucap keduanya sambil berlutut meminta maaf.


Sementara para kultivator jiwa juga ikut terkejut, mereka sama sekali tidak percaya jika remaja belasan tahun itu dapat bergerak secepat itu. Zhen Yuan tersenyum sinis pada mereka, “Kenapa? Kalian juga tidak setuju saya duduk lebih tinggi dari kalian semua?!”


Perkataan Zhen Yuan membuat ketersinggungan mereka semakin besar. Seorang tetua berperut buncit berdiri dan menunjuk Zhen Yuan, “Nak, lebih baik kau turun dan meminta maaf setelah mengatakan kata- kata kurang ajar pada kami. Bahkan jika kau memiliki kecepatan yang luar biasa, kau tidak akan bisa menghadapi kami para kultivator jiwa” ucap pria itu dengan sombong.


Zhen Yuan menoleh kearahnya dengan malas, “Kalian menyangka jika saya hanya mengandalkan kecepatan yang luar biasa? lalu mengapa? kecepatan juga bagian dari kekuatan. Bahkan kalian kultivator jiwa yang sombong sama sekali tidak berdaya  untuk menghentikan saya duduk diatas kalian. Khususnya kau yang hanya bisa bermulut besar disana. Jika kau punya kekuatan maka turunkan saya dengan kekuatan yang kau miliki!” Setiap kata- kata Zhen Yuan mengandung jejak penghinaan bagi mereka semua.