
Sebanyak 4 pemimpin dari dataran lainnya hadir dalam acara tersebut. Mereka masing- masing adalah pemimpin dari dataran mereka sekaligus kekuatan utama dari dataran yang mereka pimpin. Diantara keempatnya hanya pria muda yang memanggil Zheng Cho sebagai sodara yang memiliki kekuatan Bijak Maju selain dari itu semuanya hanyalah Bijak Sejati seperti Zheng Cho.
Pesta berjalan dengan meriah sampai seorang tetua tinggi dari istana pusat melaporkan pada Frander bahwa rombongan tetua Pulau Utama telah datang untuk melihat Zheng Cho. Sebelumnya, Zheng Cho telah memberi Frander jabatan sebagai Penjaga Utama dataran Gurun Bandit, posisi seperti itu hampir setara dengannya.
Sebab itu Frander tidak lagi menyimpan cemburu dan iri pada Frander dan mengemban tugasnya dengan baik. Ketika acara dimulai, Frander bersama dengan para tetua lainnya menjaga dataran dengan maksimal, ia khawatir jika tetua pulau utama yang selama ini menjadi penjamin mereka datang dan tersinggung karena mereka tidak lagi membutuhkannya.
Betul saja apa yang dikhawatirkan Frander datang, tetua itu kini bersama dengan pengikutnya datang ke acara Zheng Cho. Frander dengan sigap datang dan menyambut sang tetua yang ditemani oleh 5 pengikutnya.
“Saya mendengar Zheng Cho mengadakan acara atas keberhasilannya menjadi kultivator Bijak Sejati tapi kenapa saya tidak diundang?”
Frander tersenyum kecut berusaha untuk menjawab, “Sebenarnya kami ingin mengadakan acara khusus untuk tetua yang telah menemani dataran Gurun Bandit selama bertahun- tahun sebab itu kami tidak mengundang tetua”
“Hmph! saya bahkan terkejut melihatmu begitu tunduk pada Zheng Cho sekarang. Kalian tidak perlu membuatkan acara khusus untukku karena hari ini telah tiba”
Mendengar ucapan sang tetua, Frander tidak lagi dapat berkelit. Ia dengan pasrah membimbing sang tetua dan 5 pengikutnya menuju acara Zheng Cho. Tidak lupa ia mengirimkan pesan pada Zheng Cho untuk bersiap.
Zheng Cho yang saat ini sedang menjamu keempat tamunya terkejut mendapati pesan dari Frander. Ia segera memberitahukan pada keempatnya bahwa tetua itu akan segera datang. Ia juga mengirimkan pesan pada kelima tetua lapisan 9 sekte Pencuri Bayangan.
Zhen Yuan yang baru saja tiba di ruang acara segera mendapat sambutan dari Zheng Cho. Wajah Zheng Cho yang awalnya panik kini mereda melihat Zhen Yuan datang.
“Tuan, akhirnya kau keluar. Saya tidak bisa menghubungimu dan seluruh kelompokmu selama 6 bulan ini” ucapnya khawatir.
Zhen Yuan menjelaskan lupa untuk memberi tahu Zheng Cho jika ia dan kelompoknya memasuki kultivasi tertutup. Kemudian, Zhen Yuan melirik empat orang dibelakang Zheng Cho. “Siapa mereka?”
Zheng Cho juga memperkenalkan keempatnya pada Zhen Yuan dan mengatakan jika Zhen Yuan adalah Master kelas 5 di bidang Pill dan ialah yang memberikan Pill Armor Thunder padanya untuk mempermudah Zheng Cho melewati kesengsaraan surgawi.
Keempatnya tercengang mengetahui identitas Zhen Yuan, mereka segera memberi hormat sambil menyanjung Zhen Yuan. Berharap pemuda itu juga memberikan apa yang didapat oleh Zheng Cho. Namun Zhen Yuan hanya memberi senyumannya sebab ia merasakan kekhawatiran pada Zheng Cho saat ini.
Pemuda itu merasakan sesuatu yang janggal segera bertanya, “Ada apa? Sepertinya ada sesuatu yang mengganggumu”
Zheng Cho kemudian menjelaskan jika tetua akan datang, ia takut acaranya akan rusak dan rencana mereka akan gagal. “Jika itu hanya tetua, saya dan keempat pemimpin lainnya akan dapat menghadapinya. Namun saya mengkhawatirkan orang dibelakangnya”
“Baiklah, saya akan mencoba membantumu” kata Zhen Yuan. Lagipula ia belum mencoba peningkatan kekuatannya setelah 6 bulan berkultivasi. Ia tidak sabar ingin menggunakan kekuatannya kali ini.
Tidak lama, Frander tiba diikuti oleh 10 orang lainnya dibelakang. Seorang yang berjalan di depan Frander adalah pria paruh baya seperti Zheng Cho dengan memakai brokat hijau yang mengkilat. Zhen Yuan dapat dengan mudah mengetahui bahwa pria paruh baya itu tidak lain adalah sang tetua yang dimaksud.
Diantara 10 orang yang dibawa oleh Frander, 5 lainnya adalah tetua yang dimiliki oleh Pencuri Bayangan dan sisanya pasti pengikut sang tetua karena Zhen Yuan agak asing dengan mereka.
Ketika tetua itu tiba, Zheng Cho dan keempat pemimpin lainnya segera memberi hormat. Meski tetua tersebut hanya setara dengan kultivator Bijak Maju namun ia tetaplah seorang tetua di Pulau Utama. Statusnya jauh lebih tinggi dari kultivator Bijak pada umumnya. Sebab itu semua orang, bahkan 5 kultivator Bijak pemimpin dataran harus menunjukkan rasa hormatnya.
Selain itu, sang tetua merupakan salah satu murid yang dimiliki oleh seorang Letnan Pulau Utama yang mengurus 10 dataran di kepulauan Terbuang yang mana dataran Gurun Bandit dan 4 lainnya merupakan bagian dari mereka. Sehingga secara tidak langsung tetua tersebut adalah atasan dari kelimanya.
“Tetua silahkan duduk!” Frander telah menyiapkan sebuah kursi lainnya yang sebaris dengan para pemimpin dataran. Suasana sedikit canggung ketika ia datang, bahkan kelimanya tidak lagi saling mengirimkan candaan dan lelucon membuat acara itu menjadi hening.