To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Tamu Tak Terduga



Pemimpin pulau berada di atas singgasananya sebagai tuan rumah yang mana 10 eksekutif senior berdiri dibelakang pemimpin pulau. Adapun pemimpin rombongan aliansi Jeritan Neraka tidak lain adalah Grand Elder Lin Xi. Orang yang pernah menculik Liu dan mengirim Raja Iblis Zhizu untuk mencarinya.


Grand Elder Lin Xi ditemani oleh 10 monster neraka yang kekuatannya semua berada pada lapisan 9. Selain itu mereka membawa 150 tetua dan 200 genius muda. Adapun aliansi Budak Raja membawa lima budak emas yang memiliki kekuatan lapisan 9, ia juga dipimpin oleh Raja Hitam yang menjadi pemimpin aliansi sekaligus pemimpin pulau Budak Raja.


“Saya sungguh terkesan karena Grand Elder Lin Xi dan yang mulia Raja Hitam datang mengunjungi kami secara mendadak dimalam hari” Ucap pemimpin pulau sambil tersenyum. Meski ia berkata dengan senyuman, setiap kalimatnya memiliki sindiran mereka yang pintar pasti segera menyadarinya.


Raja Hitam dan Grand Elder Lin Xi sedikit mengerutkan keningnya mendapatkan sindiran dari Pemimpin Pulau. Keduanya tidak mengira akan mendapatkan sambutan seperti ini.


“Sebagai sesama pemegang aliansi, sudah sejawarnya bagi kita untuk saling mengunjungi. Lagipula kami kemari bertujuan untuk melakukan kesepakatan dengan anda” Grand Elder Lin Xi berbicara.


“Kesepatakan seperti apa?”


Kini giliran Raja Hitam yang berbicara, “Kami berdua sepakat untuk memulai kesepakatan. Sejujurnya pulau utama rutin mengadakan turnamen Kepulauan Terbuang karena satu alasan yaitu untuk mengetahui potensi dan kekuatan kita saat ini serta untuk menunjukkan kekuatan dan potensi mereka yang lebih tinggi! Anda pasti tidak akan membantah hal ini bukan?”


Pemimpin pulau mengangguk, ia memang menyadari niat tersembunyi ini. Lagipula sudah sewajarnya sebagai pemimpin, pulau utama harus mengetahui kekuatan dan pertumbuhan bawahannya jika mereka tidak ingin suatu hari nanti akan digulingkan dari kekuasaannya.


Pemimpin pulau terkejut, ia kemudian melihat Raja Hitam dan Grand Elder Lin Xi secara bergantian. “Baik Raja Hitam dan Grand Elder Lin Xi memiliki ambisi yang besar, ada yang ingin menjadi aliansi terkuat dan ada yang ingin menjadi Pulau Utama menggantikan kepemimpinan.  Tidak heran mereka akan membuat kesepakatan seperti ini” gumam pemimpin pulau. Sayangnya berbeda dengan yang kedua, pemimpin pulau tidak memiliki ambisi besar selain ingin memperkuat pulau Kelompok Surga. Ia tidak terlalu peduli menjadi aliansi terkuat ataupun memimpin kepulauan Terbuang.


“Saya tidak bisa setuju atau tidak sekarang. Tapi jika anda berdua dapat meyakinkan aliansi Dewa Api dan Istana Bulan serta salah satu aliansi di peringkat 6 sampai 10 maka kami akan setuju untuk melakukan kesepakatan” Pemimpin pulau sebenarnya ingin menolak namun ia tidak mungkin menolak keduanya secara langsung.


Grand Elder Lin Xi sedikit tidak senang dengan jawaban pemimpin pulau. Ia telah meluangkan waktunya untuk datang kemari namun mendapatkan jawaban mengambang seperti itu. Adapun Raja Hitam, ia tidak sepenuhnya keberatan.


“Kalau begitu kami akan melakukan yang terbaik. Namun akan sedikit sia- sia jika kita tidak memiliki pertunjukan malam ini, bagaimana jika kita melakukan dua hingga tiga pertandingan untuk saling berkenalan?” Raja Hitam berkata.


Pemimpin pulau tersenyum tipis, ia sudah lama menunggu tujuan kedua mereka. “Baiklah kita akan melakukan 10 pertandingan, karena kami menjadi tuan rumah disini maka kami akan melakukan 10 pertandingan sementara Jeritan Neraka dan Budak Raja masing- masing 5, bagaimana?”


Raja Hitam tertawa, “Baiklah itu saran yang bagus. Saya kebetulan membawa papan undian disini” Ia mengeluarkan kantong penyimpanan berwarna hitam. Dari sana keluar 20 papan yang saling berpasangan.


“Saya tahu sedikit dengan papan undian anda! Mereka memiliki kesadaran sendiri dan akan memasangkan mereka yang cocok! Saya serahkan pada anda untuk mengatur pertandingan hiburan kali ini” Pemimpin pulau tertawa kecil dengan kesiapan Raja Hitam.