To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Dihadang?



Zhen Yuan telah dijelaskan oleh tetua Huang bahwa hanya tetua tinggi saja yang mendapatkan perawatan seperti ini. Para tetua tetap yang berhasil masuk dalam 10 besar harus menggunakan kekuatan mereka sendiri untuk pergi ke istana Pusat dan mendapatkan kediaman mereka disana.


Selama perjalanan, tetua Huang dan rombongan Zhen Yuan semakin akrab. Dari tetua Huang, Zhen Yuan menyadari ada 12 penjaga Agung yang masing- masing memiliki kekuatan Mortal. Kedua belas penjaga agung berasal dari 3 istana yang berbeda- beda serta mereka merupakan para master yang tidak diragukan lagi keterampilannya.


Mereka akan menjadi kekuatan utama istana pusat dibawah para master istana. Kedudukan mereka sangat tinggi bahkan menyamai para alkemis, pemurni maupun formasi mulia setiap istana. Yang mengejutkan adalah dua belas penjaga agung ini bukan dibentuk secara resmi oleh istana Pusat melainkan oleh seorang tetua yang kemudian menjadi pemimpin mereka.


“Kekuatan dari pemimpin 12 penjaga Agung tidak diragukan lagi sangat hebat, bahkan rumor mengatakan bahwa 3 master istana tidak yakin memiliki kemampuan untuk mengalahkannya. Sayang sekali beberapa puluh tahun yang lalu, pemimpin penjaga agung memutuskan untuk mundur dari 3 istana pusat dan menghentikan semua hubungannya. Setelah itu tidak ada lagi yang mengetahui dimana dan bagaimana kondisi dari pemimpin penjaga agung.” Tetua Huang menjelaskan dengan semangat.


Zhen Yuan ingin kembali bertanya mengenai sosok dari pemimpin 12 penjaga agung itu, sayangnya singa kecil yang ada di dalam jiwanya tiba- tiba memperingatkan sesuatu yang berbahaya pada Zhen Yuan.


Dengan cepat ia menggunakan energi spiritualnya untuk mengecek seluruh wilayah berjarak 3 kilometer darinya. Ia sangat terkejut mendapati sosok yang terdeteksi oleh energi spritualnya. Belum sempat ia memperingatkan tetua Huang, yang terakhir juga telah berhasil mendeteksi sosok tersebut. Ini karena kecepatan kereta roh kelas 6 tidak dapat dibayangkan, hanya dalam sekejap jarak 3 kilometer terlewati.


Zhen Yuan terkejut mendapati sosok tersebut tidak lain adalah sosok Iblis Pemakan Bayi. Apalagi kekuatan yang dipancarkan adalah kekuatan Jiwa Puncak membuatnya sangat berbahaya bagi manusia.


“Mengapa iblis ini dapat sampai diwilayah pusat? Apakah pergerakan mereka telah mencapai kota- kota besar?” Zhen Yuan sangat bingung.


Ia awalnya berpendapat bahwa bangsa iblis yang bersembunyi di hutan Magical Beast hanyalah sisa- sisa iblis yang lolos dari penyegelan di masa lalu. Kekuatan mereka tidak terlalu kuat sebab masih memilih bersembunyi di dalam hutan Magical Beast.


Namun melihat sosok iblis yang berada diwilayah pusat telah membuat Zhen Yuan yakin jika kekuatan Iblis ini sebenarnya telah menyamai kekuatan bangsa manusia. Ini akan jauh lebih merepotkan dibandingkan sebelumnya.


“Kami dari istana Pusat! Saya adalah tetua Huang, tetua tetap pertama istana pusat” Tetua Huang Gu memperkenalkan dirinya, ia berpikir jika sosok itu tidak mengenal siapa mereka.


Sosok itu tertawa mendengar identitas Huang Gu, “Bagus sekali! Saya tidak menduga akan mendapatkan tangkapan besar kali ini. Kalian pasti adalah para tetua tetap yang mengawal tetua tinggi baru istana Pill bukan?”


Wajah tetua Huang berubah suram, ia tahu bahwa pihak lain berniat buruk pada mereka. Ia segera mengirimkan pesan pada 2 tetua lainnya. “Orang ini ingin melakukan sesuatu yang buruk pada para tetua tinggi! Kita harus membunuhnya dengan cepat”  


Tetua Huang dan dua tetua lainnya segera keluar dari kereta roh mereka dan berhadapan dengan sosok tersebut.


“Saya akan membunuh kalian bertiga lebih dulu lalu menculik 3 tetua tinggi”  Sosok itu segera melesat memberikan seranga pada Tetua Huang dan yang lainnya.


“Membunuh kami? itu tergantung kau memiliki kemampuan atau tidak” Tetua kedua mendengus, ia melesat memberikan serangan balik pada sosok iblis.


Iblis itu tertawa terbahak- bahak, ditangannya kini muncul sebilah  pedang berwarna merah kusam. Sementara tetua kedua juga mengeluarkan sebuah rantai dengan bola berdua di ujungnya. Keduanya menggunakan kekuatan mereka yang dahsyat pada serangan pertama.


Bola berduri milik tetua bertabrakan dengan pedang sang iblis. Secara mengejutkan bola itu segera terhempat kearah tetua yang mengendalikannya.


“Sial!” Tetua kedua melompat menghindari pantulan bolanya. Namun tepat ketika itu, ia dapat merasakan sebuah pukulan yang sangat keras menghantam dadanya.