
“Walau bakatnya tidak tinggi namun kerajaan Musim Semi adalah salah satu dari kerajaan terkuat diwilayah tengah. Banyak sumber daya yang pasti mengalir kepadanya mendukung bakatnya itu dan membuatnya naik. Sayang sekali ia mungkin tidak akan bisa memasuki ranah Mortal hanya dengan bakatnya yang kurang itu, kecuali ia meminum Pill Esensi Jiwa.” Zhen Yuan menganalisis.
Raja Shang melihat Zhen Yuan menatap putri itu begitu lama, ia menyenggol Zhen Yuan dengan pelan. “Master, apa kau jatuh hati pada putri itu? Jika ya maka kau bisa mengambilnya langsung dan menikahinya hari ini. Tidak akan ada seorangpun yang tidak setuju dengan itu”
Zhen Yuan menoleh kearah Raja Shang. “Pikiran raja ini benar- benar terlalu pendek.” Ia menggeleng pelan sebelum berkata, “Saya tidak tertarik, tapi belum tentu dengan dua murid sekte saya” ucapnya sambil tersenyum.
Raja Shang terkejut mendengar dua murid sekte disebutkan oleh Zhen Yuan. Ia menoleh dan hanya melihat anak 8 tahun dengan kultivasi Qi Maju berdiri dibelakang Zhen Yuan. “Master, dimana murid yang anda sebutkan? Saya penasaran ingin bertemu dengan mereka”
“Anda akan melihatnya sebentar lagi” Zhen Yuan tersenyum misterius.
Sementara itu Ratu kerajaan telah memulai pidatonya yang intinya adalah ingin mendapatkan calon menantu yang baik dan berbakat bagi putrinya. Ia ingin menantunya itu dapat melindungi putrinya dengan taruhan jiwa dan nyawa sekalipun.
“Hari ini penuh dengan kebahagiaan, saya tidak ingin membuang banyak waktu untuk berbicara kosong. Sebab itu marilah kita menyambut 10 talenta muda berbakat yang akan memasuki final untuk menghadapi para jenius kerajaan aliansi. Yang terkuat akan menjadi suami dari Putri Embert.”
Kemudian gerbang dibawah terbuka, menampilkan 2 baris pemuda dengan berbagai macam pakaian disana. Mereka berjejer rapi dengan masing- masing dipenuhi dengan wajah penuh kebanggaan diri. Zhen Yuan tersenyum melihat Botak Kun dan Shu Lian yang berada dibarisan terdepan.
“Mereka tidak membuat saya kecewa” Zhen Yuan tertawa senang melihat 8 pemuda lainnya seperti terintimidasi oleh keduanya.
Kelima perwakilan dari kerajaan Aliansi juga mulai memperhatikan hal ini. Mereka mulai mengamati seragam yang dipakai keduanya tidak asing. Barulah ketika seorang tetua dari keluarga Ciao menegur keduanya dengan sebutan ‘orang wilayah rendah’ mereka semua teringat asal keduanya.
Botak Kun dan Shu Lian telah menggemparkan panggung kemarin, mereka menunjukkan kekuatan yang tidak ada bandingannya untuk jenius kota- kota besar. Sebab itu banyak dari perwakilan kota besar tidak menyukai mereka dan menikmati pertunjukkan ketika keduanya dianiaya oleh sesepuh keluarga Ciao.
Wajah para penonton berubah menjadi ketakutan mendengar hinaannya. Jika itu sebelum Zhen Yuan tiba, maka mereka tidak akan bersikap seperti itu dan cenderung mencecar orang wilayah rendah. Tapi hari ini, seorang pemuda dari wilayah rendah telah tiba dan membuat Raja Shang harus memohon didepan banyak orang untuk nyawa Tetua Angin Jahat.
Tidak sampai disana, tetua lainnya ikut berdiri dan menambahkan makian dalam ucapannya. “Yang mulia ratu, Hamba meminta izin untuk menghukum keduanya hari ini, mohon anda memberi izin”
Belum sempat para tetua yang ada disana mengingatkan dirinya, tetua itu telah memohon pada sang Ratu.
“Apakah benar mereka berbuat kecurangan? Jika benar seperti itu maka mereka tidak pantas untuk mengikuti sayembara ini! Kau bisa membunuh mereka tanpa izinku” ucap sang ratu.
Raja Shang dan para tetua yang mengetahui kekuatan Zhen Yuan diam- diam melirik tindakan anak itu. Mereka menyadari bahwa asal dari keduanya sama seperti Zhen Yuan. Mereka bertiga sebenarnya berasal dari satu sekte.
Tapi kemudian mereka sama sekali tidak melihat kepanikan diwajah anak itu. Ia menonton dengan tenang seolah pertunjukan bagus disajikan dihadapannya. Zhen Yuan menyadari banyak pasang mata menoleh kearahnya, “Ada apa? Jangan melihatku seperti itu. Dan apakah tidak ada buah atau cemilan yang bisa dimakan? Saya sedikit lapar disini” ucap Zhen Yuan.
Wajah Raja Sheng benar- benar terdistorsi. Ia mulai menganggap Zhen Yuan mengalami kelainan mental. Bagaimana mungkin ia memikirkan makanan sementara anggota satu sektenya dalam bahaya.
Seorang penjaga membawa senampan buah- buahan, “Tuan.. Silahkan!”
Zhen Yuan tersenyum puas, “Ah ini baru bagus!” ucapnya sambil mengambil appel merah dan mulai menggigitnya. Raja Shang menggeleng pelan menyaksikan Zhen Yuan makan buah tanpa rasa khawatir sama sekali.