
“Sangat lemah!” Zhen Yuan tersenyum sinis memandangi mayat yang memiliki lima lubang ditubuhnya.
“Apakah saya masih bisa menantang?” Tanya Zhen Yuan pada komandan Starry Night.
Komandan Starry Night tidak bisa bereaksi tepat waktu ketika ditanya oleh Zhen Yuan, ia dan semua orang yang menyaksikannya terkejut ketika Zhen Yuan berhasil membunuh lawannya dengan satu langkah. Mereka benar- benar tidak menduga hal itu akan terjadi.
“Ya, anda bisa menantang yang lainnya” Komandan Starry Night baru tersadar beberapa menit setelahnya.
Ia melirik Zhen Yuan yang kemudian pemuda itu menantang kandidat peringkat 10! Orang yang ia tantang berasal dari pulau utama dan seorang wanita! Apalagi orang itu telah saling kenal dengan Zhen Yuan.
Di atas langit Komandan Starry Night melirik wakil kapten Yun, “Rupanya Zhen Yuan berniat untuk menjadi 10 besar, dia harus mengalahkan cucu anda untuk menjadi bagian dari mereka”
Wakil kapten Yun mengangguk, “Dia memiliki kekuatan untuk 10 besar kali ini” Berbeda dengan harapan mereka, wakil kapten Yun terlihat sedikit setuju dengan tindakan Zhen Yuan.
“Apakah anda tidak takut jika adik Yun Meng menderita kekalahan ditangan Zhen Yuan yang kejam itu?” Komandan Sarjana itu sedikit panik melihat kurangnya antusias wakil kapten Yun.
“Perbedaan umurmu dengan cucuku, Yun Meng lebih dari 100 tahun. Anda sedikit tidak pantas memanggilnya adik” wakil kapten Yun berkata dengan sedikit bercanda.
Di arena pertandingan, Yun Meng menatap kesal Zhen Yuan. Dari pertukarannya hingga sampai sekarang Yun Meng sadar bahwa pria dihadapannya belum habis- habisan. Meski begitu ia masih ingin mencobanya setelah menerobos lapisan 6 baru- baru ini.
Zhen Yuan tersenyum tipis, “Kita bertemu lagi, saya harap anda tidak terlalu memburuk”
“Itu tergantung apakah kau bisa melakukannya” Zhen Yuan dan Yun Meng bertukar kata sejenak sebelum masing- masing melemparkan pukulan pertama.
Baik Zhen Yuan dan Yun Meng sama- sama kuat dipukulan pertama namun mereka melanjutkannya dengan pukulan kedua, ketiga hingga ratusan serangan. Kekuatan yang ditunjukkan oleh keduanya kini setara dengan lapisan 7.
Ketika mencapai serangan ke tiga ratus, Yun Meng mulai menggunakan pedangnya sementara Zhen Yuan mulai mengendalikan Teratai Api dan Air. Namun sekali lagi mereka berada di kompetisi seri bahkan setelah Zhen Yuan memasukkan formasi kelas 4 kedalam teratainya untuk menambah kekuatan dari serangan. Sekali lagi mereka seri.
“Apakah ini batas kemampuan anda?” Zhen Yuan sekali lagi berbicara ditengah- tengah pertarungan mereka.
“Huh! Makan ini!” Yun Meng melepaskan kedalaman hukum yang ia kuasai. Meski itu hanya mencapai permukaan paling dasar namun sudah cukup membawa kekuatan serangannya ketingkat yang lebih tinggi.
Zhen Yuan sedikit familiar dengan kedalaman pedang Yun Meng, ia sedikit mengangguk karena kedalaman pedang Yun Meng telah banyak meningkat setelah beberapa hari.
Namun bukan Zhen Yuan namanya jika ia harus kalah dengan tingkat seperti ini, ia juga menggunakan dua kedalaman sadar yang ia kuasai dari hukum api dan air untuk menambah daya serangan dari teratai. Keunggulan Yun Meng sekali lagi berkurang.
Karena kesal, Yun Meng melepaskan pedang berukuran 6 kaki dari kantong penyimpanannya. Pedang itu memiliki aura kelas 4 yang merupakan senjata tertinggi untuk kultivator Bijak. Tidaklah aneh bagi Yun Meng untuk memiliki pedang kelas 4 sebab ia merupakan perempuan dalam 5 tetua muda terkuat, selain itu kakeknya juga wakil kapten ketiga yang sudah cukup jelas bagia semua orang.
Kekuatan Yun Meng melesat dengan penuh ketika memakai pedang kelas 4, bersama dengan energi bijaknya, pemahaman tentang hukumnya serta bakat bawaannya membuat serangan Yun Meng menyamai serangan para tetua atau komandan lapisan 9. Banyak orang berduka cita atas Zhen Yuan karena memilih lawan yang begitu tangguh.
Zhen Yuan menggeleng pelan, wanita itu sungguh memaksanya untuk membuat lebih banyak trik- trik terbuka. Karena pedang terbang telah ia gunakan sebelumnya, ia akan menggunakannya lagi kali ini.