To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Medan Perang Antar Bangsa



“Pelindung Zhen, setelah turnamen berakhir cucu saya sepertinya ingin meminta beberapa saran dan wawasan dari anda terkait dengan pedang! Sayangnya Yun Meng terlalu malu untuk mengatakannya pada anda” wakil kapten Yun mengalihkan topik pembicaraan yang mana itu langsung dibantah oleh Yun Meng dengan wajah kesal.


“Kakek, saya tidak pernah mengatakan hal itu! Anda berbohong” ucapnya malu- malu. Ia hanya bisa menudukkan wajahnya saat ini, tidak berani menatap ataupun melihat Zhen Yuan.


Zhen Yuan tersenyum kecil, “Jika nona Yun Meng tidak keberatan untuk diajarkan oleh saya, maka kita bisa melakukannya di masa depan. Saya pasti akan kembali untuk mengambil hadiah dan berkultivasi di pulau utama dalam beberapa tahun, saat itu kita bisa berlatih bersama”


Menurut Zhen Yuan, potensi Yun Meng sangat baik, itu hampir sebanding dengan potensi yang dimiliki oleh nona Seven. Sayangnya ia kekurangan dalam kedalaman hukum sehingga tidak mampu mencapai potensi terbaiknya.


“Adik Zhen, sepertinya saya juga akan ikut. Bahkan hubungan kita sudah sangat dekat namun kau tidak pernah mengajariku satupun teknik pedang” Nona Seven mengadu. Ia tidak lagi memakai fasad dingin kali ini.


Zhen Yuan menaikkan alisnya, bingung dengan sikap nona Seven hari ini. Namun ia tidak ingin membawa beberapa perdebatan pribadi sehingga menyetujui nona Seven untuk ikut.


Yang tidak diperhatikan oleh semua orang adalah Yun Meng dan Nona Seven saling berpandangan satu sama lain. Yang terakhir memiliki senyum sinis diwajahnya.


Pembicaraan kembali berlanjut hingga akhirnya pemimpin pulau bertanya tentang kesempatan yang diberikan oleh pulau utama untuk aliansi Kelompok Surga untuk mencapai terobosan ranah Mistik.


Wakil Kapten ketiga nampak berubah ketika mendengarnya, namun ia dengan cepat memasang formasi peredam disana. Nampak wajahnya sangat serius.


Wajah semua orang menjadi serius mendengarnya, tidak ada yang berniat untuk memotong dan bertanya.


“Kesempatan yang dimaksud adalah Medan Perang antar Bangsa!” Wakil kapten Yun segera menjelaskan semua yang ia ketahui tentang medan perang antar bangsa.


“Jadi peluang itu datang dengan resiko yang besar? Bahkan pulau utama telah mengirimkan selusin kultivator Bijak Puncak namun berakhir kegagalan di beberapa waktu?” Pemimpin pulau awalnya senang, namun setelah mengetahui Medan Perang antar Bangsa ia menjadi ciut.


Medan Perang antar bangsa, seperti namanya deskripis telah terlihat jelas. Itu adalah anti dimensi yang berbeda dimana semua orang dari berbagai bangsa termasuk kepulauan terbuang bisa mengaksesnya. Disana mereka akan bertemu dan saling membunuh, setiap pembunuhan akan mendapatkan poin dan membantu kenaikan kultivasi secara bertahap. Semakin banyak pembunuhan maka semakin banyak pula peningkatan yang akan diterima.


Tapi tentu saja mereka yang dapat memasuki Medan Perang antar bangsa terbatas hanya pada kultivator Bijak Puncak kebawah, mereka yang berada diatasnya akan langsung dibunuh sebab itu ketika seorang berhasil mencapai ranah mistik, itu akan segera diangkut keluar oleh formasi besar.


Disaat yang lain ketakutan, Zhen Yuan merasakan antisipasi. Ia sangat ingin memasuki medan perang antar bangsa. Meski kekuatannya saat ini belum dapat mengalahkan kultivator Bijak Puncak namun yang terakhir juga tidak bisa mengalahkannya jika ia menggunakan semua kartu as yang ia miliki.


“Dimanakah medan perang antar bangsa itu? Apakah ia berada di pulau utama?” tanya Zhen Yuan.


Wakil Kapten Yun menggeleng, “Itu tidak berada di pulau utama melainkan berada di sebuah pulau kecil dekat perbatasan kepulauan terbuang dengan kepulauan Blue Smoke. Sejujurnya kita berbagai dengan kepulauan Blue Smoke.”