
Zhen Yuan dan leluhur Mistik sejati akhirnya sampai di provinsi Ujung Pandan, mereka kemudian bergerak menuju selatan tempat Karaeng Tanra tinggal. Bagian selatan juga adalah kota administratif bagi provinsi Ujung Pandan.
“Karaeng Tanra adalah kultivator Mistik Maju pertama sebelum muncul Andi Luwu’ sebab itu dari segi kekuatan, kubunya jauh lebih kuat dibandingkan kubu Andi Luwu’ namun tidak menutup kemungkinan Karaeng Tanra bukanlah orang yang mengambil harta itu.”
Zhen Yuan telah mengedarkan energi spiritualnya di seluruh kota ketika ia tiba, ia dapat merasakan di pusat kota terdapat beberapa kultivator Mistik Sejati dan seorang kultivator Mistik Maju. Ia yakin itu adalah Karaeng Tanra dan leluhur lainnya.
“Leluhur apakah anda memiliki rencana untuk menyelidikinya?” tanya Zhen Yuan.
“Yah saya akan menunjukkan diri sebagai perwakilan Istana Formasi, saat itu para leluhur Mistik akan berkumpul dan menyambut saya dengan semangat. Saat itu hanya tersisa beberapa kultivator Bijak Puncak yang menjaga, anda harus bisa menyelidikinya”
Zhen Yuan mengangguk, ia tidak keberatan dengan rencana sang leluhur. Ia akan memiliki waktu untuk membuat kericuhan disana bahkan setelah sang leluhur telah selesai berkunjung dan menyadari perbuatannya, Zhen Yuan sudah selesai melaksanakan rencananya.
Ia dengan mudah masuk menyelinap ke sebuah mansion besar tempat para ahli provinsi Ujung Pandan berkumpul. Karena semua leluhur Mistik telah menyambut kedatangan tetua istana membuat penjagaan disana sedikit melonggar.
“Akan memakan waktu untuk mencarinya satu persatu, lebih baik saya menangkap beberapa kultivator Bijak Puncak yang sedikit memiliki pengaruh. Mereka pasti mengetahui satu atau dua informasi”
Zhen Yuan akhirnya menyelinap ke ruangan para kultivator Bijak. Di waktu normal, kultivator Bijak yang akan muncul dihadapan publik dan melakukan pekerjaan sementara para leluhur yang memantau dari belakang, sebab itu ada banyak kultivator Bijak yang memiliki status disana.
Ia menangkap 7 kultivator Bijak Puncak yang nampak kuat lalu mengumpulkan mereka dalam dunia kecilnya.
“Apakah kalian tahu mengapa saya menangkap kalian disini?”
“Kami tidak tahu tuan, mohon ampuni kami jika telah menyinggung tuan” mereka tidak ragu untuk berlutut dihadapan Zhen Yuan.
“Saya akan melepaskan kalian jika kalian semua bisa membunuh beberapa lusin kultivator Bijak Puncak di provinsi Ujung Pandan. Selain itu saya ingin kalian menyebarkan rumor jika Istana Formasi datang ingin merebut harta terpendam yang dimiliki oleh Provinsi Ujung Pandan dan kerajaan Emerald.”
Mereka tercengang dengan permintaan Zhen Yuan, tindakan mereka tentu saja adalah sebuah bentuk pemberontakan. Mereka pasti tidak akan selamat jika beritan tentang ini tersebar, namun mereka akan segera tewas ditangan Zhen Yuan jika tidak mematuhi perintahnya.
Setelah mengirim mereka bertujuh kembali untuk melaksanakan misi, Zhen Yuan tidak lupa untuk mampir ke sebuah ruangan yang besar tempat harta berharga provinsi Ujung Pandan disimpan.
“Meski hanya kekuatan bawahan, namun provinsi Ujung Pandan jauh lebih kaya dari kepulauan Mirrorbloom. Saya juga harus mencari sebuah barang yang dapat digunakan untuk menipu tetua Istana Formasi”
Zhen Yuan mencari dan menemukan sebuah lentera kecil yang merupakan benda ajaib kelas 4! “Jika saya menulis sebuah lingkaran formasi kelas 3 tidak sempurna disini, tetua itu akan percaya!”
Dengan lambaian tangannya, Zhen Yuan menciptakan dua lingkaran formasi lalu menyulap mereka menjadi sebuah formasi kelas tiga yang tidak sempurna. Ia memasukkannya dalam sebuah kotak kecil dan menyimpannya dalam kantong penyimpanan terpisah.
Setelah itu ia keluar dan membakar gedung penyimpanan harta milik provinsi Ujung Pandan. Keributan segera terjadi ketika beberapa prajurit dan kultivatoryang ada disana menyadari jika gedung harta mereka terbakar.
Beberapa mulai membuat tindakan untuk memadamkan apinya, sayang sekali api yang membakar gedung adalah milik Zhen Yuan yang telah diilhami oleh kedalaman api. Itu tidak akan bisa dipadamkan sampai kultivator Mistik Sejati yang turun tangan.
Disaat para leluhur menyadarinya, Zhen Yuan telah pergi dan mengirimkan pesan pada tetua istana formasi jika ia berhasil mendapatkan barangnya. Sang tetua mengangguk senang, namun ia tidak bisa segera pergi karena itu akan menimbulkan kecurigaan.
“Tunggu saya di pertemuan kita, cobalah untuk tidak menarik perhatian!” kata sang tetua sambil mengikuti leluhur Ujung Pandan.
Zhen Yuan tersenyum sinis, “Setelah ini anda tidak akan bisa keluar dari sana!”
Orang- orang yang diculik dan diperintahkan oleh Zhen Yuan untuk berbuat keonaran sedang melakukan tugas mereka, ia yakin sementara para leluhur memadamkan apinya, leluhur lain akan mendengarkan rumor yang disebarkan dan mengepung tetua istana formasi.
Zhen Yuan meninggalkan beberapa petunjuk di titik pertemuan mereka lalu bergerak menuju utara provinsi Ujung Pandan. Di utara tempat Andi Luwu’ berada ada tiga tetua istana formasi yang menyelidikinya. Ia ingin memancing salah satu dari mereka dan berpura- pura meminta bantuan karena mereka diserang di wilayah selatan.
“Tetua tolong saya!” Zhen Yuan mengirimkan pesan telepati dengan panik pada ketiganya.
Ketiganya terkejut mendapati kondisi Zhen Yuan yang terlihat kurang baik, salah satu dari mereka segera menjawab dan bertanya apa yang terjadi.