
Kultivator lapisan sembilan lainnya tercengang sekaligus ketakutan, ia ingin mundur namun ketika ia berbalik, sebuah kepala menggelinding tepat dibawah kakinya. Kepala itu membuat rasa yang ada dalam perutnya ingin kembali keluar.
Sebuah tatapan mata yang penuh keterkejutan dan wajah yang tak percaya menatap kultivator lapisan sembilan tersebut. Melihat kekalahan kultivator bijak puncak membuat kakinya lemas, ia tahu bahwa keduanya pasti tidak akan melepaskan dirinya.
“Saya mungkin akan menyelamatkanmu, tapi sebagai gantinya kau harus mengatakan asal dan latar belakang kalian”
Pria itu menggeleng pelan, “Bahkan jika kalian tahu, kalian berdua tidak akan bisa mengatasinya! Lebih baik untuk tidak membunuhku agar mereka tidak curiga jika kalian yang membunuh rekan saya yang lainnya.”
Zhen Yuan dan Fang Hua saling berpandangan sebelum keduanya tertawa kecil, di domain masing- masing, mereka adalah sosok yang tidak terkalahkan, mereka tentu tidak takut dengan beberapa kultivator Mistik yang lemah.
“Kau tidak perlu berpura- pura mengkhawatirkan kami! Lebih baik kau khawatirkan dirimu. Jika kau tidak berbicara dalam tiga detik maka saya akan membunuhmu sekarang juga!”
Pria itu terkejut dengan ketidakpedulian keduanya, merasa latar belakang dan asalnya tidak mampu menyelamatkan mereka membuat pria itu menyesal telah menargetkan mereka sejak memasuki restoran.
“Kami berasal dari kelompok yang bertugas untuk merampok orang- orang yang memasuki wilayah kota Bima! Kelompok kami adalah salah satu kelompok kecil yang diatur secara rahasia oleh organisasi Gagak Merah di setiap kota.”
“Selain itu setiap kelompok berjumlah dua hingga tiga lusin orang dengan pimpinan tertinggi kultivator Mistik Sejati hingga kultivator Mistik Maju”
Fang Hua mengerutkan keningnya. Kekuatan setiap kota mungkin setara dengn dinasti kecil dan menengah di domainnya sementara menurut Zhen Yuan, kekuatan kelompok itu sudah setara dengan kepulauan rendah di Wild Card Contingen.
Setelah mendapatkan informasi yang ia butuhkan, Zhen Yun membunuh kultivator yang tersisa dan kembali mengajak Fang Hua melanjutkan perjalanan mereka.
Sementara itu di sebuah markas terpencil di kota Bima, seorang kultivator Mistik dengan jubah merah terkejut melihat belasan mutiara jiwa milik bawahannya telah hancur hampir dalam waktu bersamaan.
“Siapa yang melakukan semua ini?” Ia bingung sebab menurutnya di kota Bima tidak ada yang bisa membunuh bawahannya semudah itu secara bersamaan kecuali mereka memiliki jumlah yang sangat banyak atau yang melakukannya adalah seorang kultivator Mistik.
Tapi hanya ada beberapa kekuatan saja yang memiliki kultivator Mistik dipihak mereka. Selain itu sebagian besar dari kekuatan ini sangat lemah karena hanya memiliki kultivator Mistik Sejati dan Maju sebagai penjaga.
Kecuali dua kekuatan yang bahkan tidak memiliki ketakutan dengan organisasi Gagak Merah, mereka adalah dua kekuatan lainnya yang sebanding, seperti Yan Bersaudara dan Perampok Malam.
“Jika yang membunuh mereka adalah keduanya maka Gagak Merah tidak akan tinggal diam! Tapi jika saya tidak melaporkan kabar seperti itu maka Gagak Merah mungkin akan menyalahkan saya dan mengirimkan seseorang untuk menggantikan saya!” Kultivator Mistik Sejati itu pada akhirnya memilih untuk mengirimkan laporan setelah menyelidikinya sendiri.
Zhen Yuan disisi lain memberikan seluruh harta yang terdapat pada kelompok perampok yang mereka habisi pada Fang Hua ketika wanita itu sama sekali tidak mau kalah.
“Harta mereka tidak buruk namun ini masih jauh dari cukup!” Fang Hua menggeleng pelan, ia sedikit kecewa.
Zhen Yuan menaikkan alisnya, “Mengapa kau begitu memperhatikan uang? Apakah kau telah bercinta dengannya dan tidak bisa hidup tanpa uang?”
Fang Hua tertawa kecil, “Saya memang tidak bisa hidup tanpa uang”
Pemuda itu menggeleng pelan sambil mempercepat larinya. Keduanya memutuskan untuk tidak memasuki kereta formasi karena kota yang harus mereka lewati tidak terlalu jauh dari kota Bima. Selain itu Fang Hua tidak bisa melihat Zhen Yuan melemparkan uang dengan mudah hanya untuk bahan bakar kereta formasi.
Karena keduanya tidak menahan diri dengan kecepatan terkuat merek, Zhen Yuan berhasil tiba di kota selanjutnya hanya dalam waktu dua jam. Keduanya berinisiatif untuk beristirahat di kota selanjutnya sambil menunggu rombongan perampok lainnya yang akan menyerang mereka.
“Kenapa mereka lama sekali? Apa kekuatan kita berdua telah terungkap dan membuat mereka ketakutan?” Fang Hua jelas khawatir ketika tidak ada lagi kelompok perampok yang ingin menyerang mereka. Ini artinya mereka tidak akan mendapatkan harta dan uang lainnya secara gratis.
“Tenang saja, saya kira rombongan selanjutnya akan ada kultivator Mistik Sejati”
“Hmph! Saya harap mereka memiliki banyak harta di kantong mereka”
Aktivitas yang dilakukan keduanya sama seperti yang dilakukan di kota Bima. Mereka menginap selama satu malam sebelum keluar di pagi harinya melanjutkan perjalanan.