To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Serangan Dari Musuh Lama II



Da Yuan dan Heima merupakan tiran beast yang mendapatkan keberuntungan surga. Beratus- ratus tahun yang lalu, mereka tidak sengaja memakan manik surgawi yang membuat mereka dapat berbicara kepada manusia dan memiliki umur yang sangat panjang. Sayangnya mutiara surgawi itu tidak mampu meningkatkan bakat keduanya sehingga walau telah  berumur lebih dari ratus- ratus tahun lamanya, mereka berdua hanya mencapai lapisan 3 diranah jiwa. Meski begitu, ketiganya masih memiliki pengalaman yang panjang sehingga masih sangat sulit untuk ditaklukkan.


Patriark Nan dan Grand Elder Bei merinding dalam hati, bahkan 2 tetua penjaga mereka tidak memiliki kekuatan untuk menahan keduanya secara maksimal apalagi sekarang keduanya telah tiada.


Melihat sedikit ketakutan diantara keduanya membuat Da Yuan maju. Ia menepuk- nepuk dadanya dengan keras dan menghasilkan suara yang mengguncang lebih dari 300 meter. Wajah Patriark Nan berubah, ia membentuk mantra tangan dengan cepat dan seketika ratusan panah dengan kekuatan masing- masing ranah Jiwa melesat menuju Da Yuan.


Da Yuan melihat ratusan panah itu, ia mencibir keras lalu dengan ekornya yang panjang seluruh panah Patriark Nan jatuh berserakan karena dihantam dengan keras. “Hanya seperti ini kemampuanmu? Hahaha... Bersiaplah untuk menerima seranganku”


Da Yuan tertawa lantang, ia membuka mulutnya lalu perlahan Patriark Nan dan grand elder Bei melihat gumpalan partikel berwarna hitam berkumpul membentuk sebuah bola hitam kecil. Tepat ketika ukuran bola itu telah mencapai sebesar bola sepak, Da Yuan melemparkannya kearah Patriark Nan.


Patriark Nan telah siap, ia melambaikan tangannya tiba- tiba ribuan panah muncul dan membentuk sebuah perisai tebal di depan. Tidak sampai disana, Patriark Nan juga telah memegang erat busur berwarna emas ditangannya.


Bola partikel itu memiliki kecepatan yang tinggi. Dalam sekejap, ia telah menghantam perisai tebal patriark Nan. Awalnya perisai itu tidak mengamali kerusakan tapi sedetik kemudian, bola partikel itu meledak dengan kekuatan yang sangat besar.


Patriark Nan terkejut namun masih bisa menghindar, ia menarik tali busurnya yang kosong untuk menciptakan gaya tolak ke tanah dan membuatnya dapat melompat tinggi menghindari ledakan itu. Wajah Patriark Nan berubah pucat melihat ledakan itu menghancurkan perisai kesayangannya juga membuat lubang besar dengan lebar lebih dari 50 meter.


Da Yuan tertawa terbahak- bahak melihatnya, ekornya yang panjang mencoba menghantam Patriark Nan yang kini masih berada diudara. Patriark Nan sadar dengan gerakan Da Yuan buru- buru mengucapkan mantra sambil menarik busurnya.


Sebuah panah tercipta perlahan dari unsur keemasan bersamaan dengan pelafalan mantra. Ia menutup matanya sebelah mencoba fokus dan Shhht, panah ditembakkan kearah ekor yang sebentar lagi menerjangnya.


Patriark Nan terbukti masih sangat kompeten, terbukti ketika ia berhasil membuat ekor Da Yuan terluka oleh panahnya meski menyerang ketika masih sementara melompat.


Da Yuan meraung marah melihat ekornya terluka. Ia menjadi lebih ganas dan kali ini mulai menyerang Patriark Nan dari jarak dekat.


Sementara pertarungan keduanya menggetarkan kota Ciao, Heima masih menatap kota Ciao dengan mata penuh niat pembunuhan.


“Begitukah?” Suara merdu keluar dari sosok kuda hitam besar dihadapan grand elder Bei. Meski memiliki suara yang merdu, tidak membuatnya terlihat cantik.


“Saya ingin melihat bagaimana kau akan menahan seranganku ini agar tidak merusak kota” Suara itu kembali terdengar. Heima melengking keras sambil mengangkat kedua kakinya yang ada di depan. Sosok kuda hitam yang gagah memberi tekanan pada grand elder Bei.


Tidak lama, Heima membuat momentum yang keras, kedua kakinya yang terangkat kedepan segera menjatuhkan diri ketanah. Saat itu gempa mulai terjadi jauh lebih dahsyat dibandingkan getaran sebelumnya.


Grand Elder Bei bahkan harus melompat tinggi karena getaran itu membuatnya hampir terjatuh. Ia menoleh kebelakang mendapati semakin banyak bangunan kota yang roboh bahkan pintu utama kota mulai terlihat retakan yang mengkhawatirkan.


“Heieeekk....” Heima menjelma bagai iblis. Ia berlari menuju grand elder Bei dan berniat untuk menginjak manusia itu.


Tapi grand elder menunjukkan kekuatannya, air bergelombang cukup besar tiba- tiba terbentuk dan menghantam Heima dari belakang. Menoleh, Heima mengangkat kedua kakinya dibelakang lalu menendang gelombang air yang seketika pecah menjadi butiran air kecil diudara.


Wajah grand elder bei memerah sebelum mengerahkan jurus lainnya. Kali ini bola- bola air yang berdiameter dua meter sebanyak 5 buah terbentuk dan mengelilingi Heima. Kelima bola air itu merupakan salah satu jurus andalan grand elder.


Tapi Heima tidak terlihat takut. Ia menaikkan satu kakinya lalu menghantam tanah. Seketika itu juga puluhan kuda terbentuk dari tanah dan menyerang bola- bila air grand elder. Bola air itu seketika terserap kedalam kuda- kuda Heima yang kini membuatnya semakin kuat.


Grand Elder awalnya berpikir kekuatannya tidak akan terlalu buruk. Nyatanya, Heima dapat memojokkannya dengan mudah. Karena tidak memiliki pilihan lain, ia menggunakan teknik terkuatnya.


Patriark Nan yang sementara bertarung dengan Da Yuan terkejut, ia berteriak memperingatkan grand elder untuk tidak menyerang menggunakan teknik seperti itu. Sayangnya ia terlambat. grand elder telah membentuk sebuah gelombang setinggi 15 meter yang menerjang kearah Heima dengan ganas.


Kuda Hitam itu terhantam gelombang karena pertahanan tanahnya yang segera larut di dalam air. Ia terseret oleh gelombang itu sebanyak 500 meter menimbulkan beberapa luka. Sementara itu, grand elder tersenyum kecut seluruh kekuatannya telah habis dipakai untuk membuat Heima terdorong mundur.