
Komandan Starry Night memberi kesempatan untuk Du Lian dan Qing Hongyun untuk kembali menantang. Kali ini mereka menantang peringkat 90. Karena peringkatnya lebih tinggi, maka kemungkinan orang ini jauh lebih kuat dari pria yang sebelumnya.
Tidak seperti pertarungan sebelumnya, kali ini Du Lian dan Qing Hongyun kesulitan menghadapinya. Ini karena senjata yang dipakai oleh lawannya juga adalah senjata kelas 4. Lawannya adalah tetua muda terkuat di Aliansi Flora Abadi, yang merupakan aliansi peringkat 10 sekaligus yang terlemah diantara 10 aliansi menurut peringkat.
Meski berasal dari aliansi terlemah namun ia masih menunjukkan kualitas sebagai yang terkuat disana. Du Lian bersama dengan Qing Hongyun menghadapinya dengan susah payah. Sayangnya bahkan dengan kekuatan hukum, senjata dan bakat bawaan mereka hanya bisa bertarung seri.
Zhen Yuan menggleng pelan, “Keduanya hanya bisa menang jika menerobos ke lapisan keempat atau memahami hukum dengan sempurna”
Pertarungan berjalan alot sampai kemudian aura Qing Hongyun dan Du Lian berubah. Keduanya melakukan keajaiban di tengah pertarungan. Du Lian menatap Qing Hongyun dan dapat merasakan bahwa rekannya akan menerobos lebih dulu sebab itu ia menyuruh Qing Hongyun untuk mundur lebih dulu dan segera mencapai terobosan.
Du Lian melepaskan ratusan jarum beracun kearah lawannya. Segera tembok sulur hijau datang dan menahan ratusan jarum kecil, sayang sulur itu segera layu dan mengering sehingga membuka pertahanannya sekali lagi.
Lawannya juga merasakan momentum Du Lian dan Qing Hongyun, ia dapat merasakan jika keduanya berhasil mencapai terobosan maka ia akan kalah. Dengan begitu ia melemparkan teknik terkuatnya kearah Du Lian sementara berlari mendekati Qing Hongyun untuk menggagalkan terobosannya.
“Sial!” Du Lian kerepotan dengan teknik lawannya, itu mengandung anti racun yang kuat sehingga Du Lian tidak mampu dengan cepat menetralisir dengan racun.
Wajar jika genius terkuat dari aliansi Flora Abadi menguasai tekni anti racun sebab mereka adalah yang terkuat diantara 10 aliansi lainnya dalam masalah pemurnian pill. Meski ia hanya memiliki seorang master pemurnian kelas 4, namun senioritasnya dalam pemurnian pill melampaui 10 aliansi besar. Ia mungkin setara dengan grandmaster pemurnian pill di 3 istana pusat Kepulauan Terbuang.
Qing Hongyun semakin merasakan dekatnya terobosan, ia secara alami percaya pada Du Lian mampu melindunginya. Namun ia tidak sadar jika lawannya saat ini hanya tersisa beberapa meter sebelum menyentuhnya.
“Teknik Lotus Membunuh!” Du Lian melepaskan energi yang menakutkan diudara, asap hijau tipis berubah setebal batas sementara 5 lotus hijau yang nampak ilahi muncul dibelakangnya.
Kelima lotus itu seakan punya jiwa segera melesat kearah lawan yang saat ini hampir menyentuh Qing Hongyun.
“Bahaya! Tinggalkan rencanamu” Pemimpin dari aliansi Flora Abadi berteriak mengingatkan tetua mudanya.
Mendengar teriakan dari pemimpinnya, ia dengan cepat menarik serangan dan mundur kesamping sejauh 5 meter. Tepat ketika ia mundur, 5 buah lotus melesat dihadapannya dan menabrak pilar. Pilar hancur ditabrak oleh lotus dan mengeluarkan suara mendesis.
Apa yang terjadi selanjutnya, pilar itu meleleh bahkan setelah dilapisi oleh formasi kelas 4. Semua orang mendesis ketakutan bahkan lawannya tidak terkecuali. Kekuatan dari Du Lian membuatnya ketakutan membayangkan jika ia tidak mundur tepat waktu maka ia akan menggantikan tiang itu kealam baka.
Persis seperti itu Qing Hongyun berubah, ia berhasil menerobos dan memancarkan lapisan 4 yang perkasa. Disisi lain Du Lian melewati batasnya dan akhirnya memilih untuk mundur dan menyerahkannya pada Qing Hongyun.
Meski belum stabil, kultivasi Qing Hongyun dengan mudah membawa tekanan pada lawan. Di akhir hari ia masih terus melakukan perlawanan hingga Du Lian juga berhasil memulihkan diri sedikit dan mendorong batasnya hingga mendapat terobosan juga.
Akhirnya itu kembali dalam konfrontasi 2 lawan 1, yang akhirnya lawan tidak berkutik dengan peningkatan keduanya. Du Lian dan Qing Hongyun puas diposisi ini. Sebenarnya mereka ingin menantang tetua posisi 70 atau 65 namun segera ditepis ketika mendapatkan telepati dari Zhen Yuan.
“Meski kami masih ingin menantang dan melihat batas kekuatan yang kami miliki, namun kultivasi kami belum stabil sehingga harus merepotkan komandan Starry Night untuk mengaku kalah sebanyak 2 kali”