
Fang Hua kembali menceritakan bahwa terdapat tiga organisasi yang menguasai Domain Pembunuh. Ketiganya memiliki sedikit transaksi dan hubungan dengan dinasti Teratai Putih dimasa lalu, sekaligus orang yang ingin menculiknya juga berasal dari salah satu organisasi yang ada di domain Pembunuh.
Pantas saja Fang Hua mengetahuinya karena ia mengenal mereka dan beberapa kali bertransaksi dengan ketiganya. Ini membuat Zhen Yuan memutar matanya kesal karena Fang Hua tidak memberitahukannya diawal.
Fang Hua menaikkan pundaknya seolah tidak bersalah sambil melanjutkan kegiatan menghabiskan semangkok mie panas di depan matanya.
Keduanya meninggalkan restoran dengan membayar beberapa keping perak lalu berjalan menuju penginapan terbesar disana. Meski keduanya menyadari bahwa sejak di restoran beberapa orang di dalam kegelapan telah menyembunyikan nafsu membunuh mereka.
Meski Fang Hua tidak cantik bagaikan bidadari, namun kulitnya putih dan bersih sehingga ia masih memancarkan aura wanita yang cantik. Berpasangan dengan Zhen Yuan yang memakai jubah merah menyala dengan pedang tersarung di dekatnya membuat pasangan itu terlihat dari keluarga yang kaya.
Tentu saja keduanya menyadari bahwa mereka sedang diikuti namun tidak ada dari keduanya yang ambil pusing. Keduanya yakin tidak ada yang mampu mengalahkan mereka disini kecuali tiga pemimpin dari ketiga organisasi terbesar di Domain Pembunuh.
Keduanya kemudian tiba di penginapan terbesar, masing- masing memesan satu kamar kemudian pergi meninggalkan resepsionis.
Tidak lama setelah kepergian mereka, sekelompok orang tiba yang dipimpin oleh seorang kultivator Bijak lapisan sembilan.
“Apakah mereka menyebutkan identitasnya?” tanyanya pada sang resepsionis.
Resepsionis itu menggeleng, “Mereka mungkin adalah kultivator bebas, sebab saya menyebutkan jika keduanya memiliki token tempat mereka berasal maka akan diberi potongan 80% namun keduanya menggeleng dan membayar penuh!”
Resepsionis itu rupanya juga bekerja sama dengan kelompok tersebut. Ia juga menawarkan diskon dan potongan harga yang fantastis untuk mendapatkan identitas keduanya.
Kultivator Bijak lapisan sembilan itu mengangguk, “Apakah senior Li ada disini? Kami akan melaporkan pada organisasi jika berhasil merampok mereka”
Resepsionis itu mengangguk, “Ia ada ditempat biasa!” Kelompok orang itu kemudian bergerak menuju tempat yang dimaksud.
Zhen Yuan dikamarnya sedang memurnikan mayat dari kultivator Mistik Lapisan dua ketika Fang Hua mengetuk pintu kamarnya.
“Masuklah” Zhen Yuan menghentikan kegiatannya dan memasang posisi meditasi.
“Kau terlihat begitu santai, apa kau tidak menyadari kita telah menjadi incaran dari para perampok?” Fang Hua masuk dengan nada yang sedikit tidak peduli.
Zhen Yuan melirik Fang Hua, semerbak bau bunga yang harum menyelimuti seluruh ruangan ketika Fang Hua masuk. Zhen Yuan merasakan ketenangan ketika menciumnya, namun ia segera sadar lalu menggeleng pelan. “Lalu? Apakah kita harus bereaksi dengan panik atau ketakutan?”
Fang Hua kemudian memasang wajah ketakutan dan tubuhnya terligat gemetar. Matanya berkaca- kaca layaknya seorang wanita yang benar- benar ketakutan.
“Kau layak jadi seorang seniman!” Zhen Yuan berhasil dibuat tertawa oleh tingkah wanita itu.
Zhen Yuan mengeluarkan sebotol pill dari kantong penyimpanannya. “Apa kau pernah mendengar pill yang dapat meningkatkan pemahaman?”
“Oh ada pill yang seperti itu?”
Zhen Yuan mengangguk, “Ditempatku, pill ini disebut Pill Rosy Down. Ia sangat berguna untuk meningkatkan pemahaman seseorang”
Fang Hua mengambil botol pill dari tangan Zhen Yuan lalu membukanya dengan pelan. Samar- samar ia merasakan pill itu berkualitas tinggi.
“Berapa harganya? Kau tidak boleh terlalu memerasku” ucap Fang Hua.
Zhen Yuan kembali menggeleng pelan sambil tertawa kecil. “Ucapanmu seperti seorang wanita miskin! Bagaimana mungkin penjaga dinasti Teratai Putih tidak memiliki banyak uang dikantongnya?!”
“Sekarang saya bukan lagi penjaga dinasti Teratai Putih! saya tidak akan lagi memiliki pemasukan dimasa depan kecuali saya bergabung dengan kekutan yang kuat. Sebab itu saya harus berhemat”
“Benarkah? Sepertinya kita akan mendapatkan beberapa keping emas gratis malam ini”
Fang Hua yang mengerti maksud Zhen Yuan ikut tertawa. “Baguslah kalau begitu”
Keduanya memutuskan untuk jalan- jalan sebentar di kota Bima sebelum melanjutkan perjalanan menuju domain selanjutnya. Kali ini mereka tidak perlu mencari informasi lainnya tentang perbatasan domain lainnya karena Fang Hua memiliki petanya.
Setelah di kota Bima, mereka harus melewati dua kota lagi dalam wilayah Gagak Merah sebelum mencapai Wilayah Yan Bersaudara serta wilayah perampok Hantu Malam sebelum tiba di perbatasan menuju domain lainnya.
Keduanya berjalan keluar dari penginapan ketika hari telah malam, mereka singgah untuk membeli beberapa makanan yang dijual dipinggir jalan sambil melihat pemandangan yang ada di kota Bima. Zhen Yuan dapat membandingkan bahwa kota Bima sedikit lebih maju dibandingkan kota- kota lainnya di kepulauan terbuang, meski begitu mereka masih terlihat sedikit kuno dibandingkan kota di kepulauan tertinggi.
“Jumlah mereka semakin malam semakin bertambah, dua diantaranya adalah kultivator Bijak lapisan sembilan dan seorang lainnya berada di ranah Bijak Puncak. Adapun lainnya mereka sangat lemah dan tidak menjadi perhatian” Fang Hua berbisik kearah Zhen Yuan dengan pelan sambil memakan sebuah roti isi daging yang masih hangat dimulutnya.
Zhen Yuan yang saat itu sedang berusaha untuk menggigit sebuah daging tusuk yang diolah dengan cara dibakar dan diberi bumbu hitam dan merah untuk menambah cita rasa.